Cacar Air pada Anak, Apa Penyebabnya?

Cacar air pada anak sering terjadi meskipun bisa juga terjadi pada orang dewasa. Penyakit ini tidak terlalu membahayakan, namun rasa gatal menyebabkan ketidaknyamanan pada penderitanya. Oleh sebab itu, para orang tua hendaknya lebih memahami lagi mengenai penyakit cacar ini agar pencegahan maupun penanganannya tepat.

Dr. Fith Dahlan, SpA selaku Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Awal Bros Makassar menjelaskan bahwa cacar air pada anak adalah penyakit yang muncul ketika anak terjangkit virus varicella. Anak dengan cacar air berarti anak tersebut tidak mempunyai kekebalan terhadap penyakit varicella.

Gejala Cacar Air pada Anak Menurut Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Awal Bros

Gejala varicella (cacar air) adalah anak akan mengalami demam kemudian timbul bercak atau ruam kemerahan yang beisi cairan dan menyebar keseluruh tubuh. Bercak ini bisa berkembang menjadi nanah bila terinfeksi oleh bakteri. “Hal ini terjadi bila anak menggaruk bercaknya dengan kuku yang panjang dan kotor. Bisa juga muncul jika 0rang tua memberi ramuan-ramuan ataupun dedaunan untuk pengobatannya.” ujar dokter spesialis anak tersebut.

Faktor risiko seseorang dapat terkena cacar air adalah bilamana ada orang yang tertular varicella di dalam rumah. Apabila lingkungan rumah kotor, ruangan pengap, serta anak tidak divaksinasi varicella, maka akan memperbesar risiko terkena cacar air.

Pengobatan Cacar Air pada Anak

Bila anak terkena cacar air segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter agar dapat segera ditangani. Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Awal Bros Makassar, Dr. Fith Dahlan, SpA menyatakan bahwa cara pencegahan penyakit varicella adalah dengan memberikan vaksin varicella pada usia 1 tahun. Cacar air ini jarang sekali berulang terjadi apalagi bila anak sudah diberikan vaksin varicella.

Meskipun dianggap tidak mengancam jiwa tapi bila tidak disertai penanganan yang tepat dapat menimbulkan komplikasi. “Oleh karenanya, pengobatan cacar air ini dapat dilakukan dengan memberikan obat anti virus acyclovir, antibiotik bila ada infeksi sekunder oleh bakteri,” terang dokter spesialis anak tersebut.

Anak yang terkena cacar air diharapkan dapat banyak minum cairan untuk menghindari dehidrasi. Anak sebaiknya menghindari menggaruk badannya atau mandi dengan air dingin. Jangan mengeringkan tubuh dengan menggosok tubuh. Serta pastikan konsumsi makanan yang bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh. Cacar air ini dapat disembuhkan dalam waktu 1-2 minggu.

 

Narasumber:
Dr. Fith Dahlan, SpA
Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Awal Bros Makassar

Ilustrasi gambar oleh Metroparent

Artikel terkait:

Bagikan ke :