Imunisasi Menurut Dokter Anak Untuk Generasi Harapan Bangsa

Sepenting apa imunisasi menurut dokter anak?  Mengapa imunisasi menjadi harapan besar bagi bangsa?

Dalam dunia kesehatan dikenal tiga usaha pencapaian dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, yaitu preventif atau pencegahan, kuratif atau pengobatan, dan rehabilitatif. Beberapa tahun terakhir ini, upaya pencegahan telah membuahkan hasil yang dapat mengurangi kebutuhan kuratif dan rehabilitatif. Melalui upaya pencegahan penularan dan transmisi penyakit infeksi yang berbahaya akan mengurangi morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi pada anak, terutama kelompok di bawah usia lima tahun. Salah satu usaha pencegahan yang dilakukan adalah imunisasi.

Pentingnya Imunisasi Menurut Dokter Anak Rumah Sakit Awal Bros

Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Imunisasi menurut dokter anak dapat mencegah beberapa penyakit menular yang termasuk ke dalam Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).  Antara lain: TBC, Difteri, Tetanus, Hepatitis B, Pertusis, Campak, Polio, radang selaput otak, dan radang paru-paru. Anak yang telah diberi imunisasi akan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya tersebut, yang dapat menimbulkan kecacatan atau kematian

World Health Organization (WHO) telah mencanangkan program imunisasi tersebut sejak 1974 dengan EPI dan kemudian lebih luas lagi dengan Global Programme for Vaccines and Immunization (GPV), organisasi pemerintah dari seluruh dunia bersama UNICEF, WHO dan World Bank.

Upaya imunisasi di Indonesia yang telah dilaksanakan sejak tahun 70-an pada bayi dan anak, merupakan program untuk memenuhi Konvensi Hak Anak yang diberlakukan sejak 2 September 1990 oleh PBB. Saat ini upaya imunisasi di Indonesia dapat dikatakan telah mencapai tingkat yang memuaskan.

Pengelompokan Imunisasi Menurut Dokter Anak

Berdasarkan imunitas tubuh yang terbentuk, imunisasi dikelompokkan menjadi imunisasi pasif dan imunisasi aktif.

  • Imunisasi pasif. Adalah suatu pemindahan atau transfer antibodi secara pasif. Imunitas dapat diperoleh dari pemberian dua macam imunoglobulin yaitu imunoglonulin nonspesifik atau gammaglobulin dan imunoglobulin spesifik yang berasal dari plasma donor yang pernah sakit atau baru saja mendapatkan vaksinasi penyakit tertentu. Imunoglobulin yang nonspesifik digunakan pada anak dengan defisiensi imunoglobulin. Sehingga hal ini memberi perlindungan dengan segera dan cepat. Namun, perlindungan tersebut tidak berlangsung permanen melainkan hanya untuk beberapa minggu saja. Sedangkan imunoglobulin yang spesifik diberikan kepada anak yang belum terlindung karena belum pernah mendapatkan vaksinasi, kemudian terserang penyakit misalnya difteri, tetanus, hepatitis A dan B.
  • Imunisasi aktif. Imunisasi aktif disebut juga dengan vaksinasi. Merupakan suatu tindakan yang dengan sengaja memberikan vaksin (antigen) yang berasal dari suatu patogen yang dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) oleh sistem imun dalam tubuh.

Sedangkan berdasarkan sifat penyelenggaraannya imunisasi dikelompokkan menjadi imunisasi wajib dan imunisasi pilihan.

Imunisasi Wajib: Jenis dan Jadwal Imunisasi Menurut Dokter Anak Rumah Sakit Awal Bros

Imunisasi wajib merupakan imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah untuk seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya dari penyakit menular tertentu. Imunisasi wajib terdiri atas imunisasi rutin. Pengertian imunisasi rutin yaitu kegiatan imunisasi yang dilaksanakan secara terus menerus sesuai jadwal. Imunisasi rutin terdiri dari imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan.

Imunisasi dasar merupakan imunisasi yang diberikan kepada bayi sebelum berusia satu tahun. Jadwal pemberian imunisasi dasar

Usia Jenis imunisasi
0 bulan Hepatitis B0
1 bulan BCG, Polio 1
2 bulan DPT-HB-Hib 1, Polio 2
3 bulan DPT-HB-Hib 2, Polio 3
4 bulan DPT-HB-Hib 3, Polio 4, IPV
9 bulan Campak

 

Imunisasi lanjutan merupakan imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat kekebalan atau untuk memperpanjang masa perlindungan. Imunisasi lanjutan diberikan kepada anak usia bawah tiga tahun (Batita), anak usia sekolah dasar, wanita usia subur. Imunisasi lanjutan untuk wanita usia subur berupa Tetanus Toxoid (TT).

Jadwal imunisasi lanjutan pada anak bawah dua tahun (Baduta)

Usia Jenis imunisasi
18 bulan DPT-HB-Hib, Campak

Jadwal imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah dasar

Sasaran Jenis imunisasi Waktu pelaksanaan
Kelas 1 SD Campak Agustus
DT November
Kelas 2 SD Td November
Kelas 5 SD Td November

 

Imunisasi Tambahan: Jenis dan Jadwal Imunisasi Menurut Dokter Anak Rumah Sakit Awal Bros

Imunisasi tambahan merupakan kegiatan imunisasi yang diberikan pada kelompok umur tertentu yang paling berisiko terkena penyakit sesuai kajian epidemiologis pada periode waktu tertentu. Yang termasuk dalam kegiatan imunisasi tambahan adalah:

  1. Backlog fighting merupakan upaya aktif untuk melengkapi imunisasi dasar pada anak yang berusia di bawah tiga tahun (Batita). Kegiatan ini diprioritaskan untuk dilaksanakan di desa yang selama dua tahun berturut-turut tidak mencapai UCI.
  2. Crash Program merupakan kegiatan yang ditujukan untuk wilayah yang memerlukan intervensi secara cepat untuk mencegah terjadinya KLB. Kriteria pemilihan daerah yang akan dilakukan crash program adalah angka kematian bayi akibat PD3I tinggi, infrastruktur (tenaga, sarana, dana) kurang, dan desa yang selama tiga tahun berturut-turut tidak mencapai UCI. Crash Program bisa dilakukan untuk satu atau lebih jenis imunisasi.
  3. Pekan Imunisasi Nasional (PIN) merupakan kegiatan imunisasi yang dilaksanakan secara serentak di suatu Negara dalam waktu yang singkat dengan tujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran suatu penyakit. Imunisasi yang diberikan pada PIN tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.
  4. Sub PIN merupakan kegiatan serupa dengan PIN tetapi dilaksanakan pada wilayah-wilayah terbatas (beberapa provinsi atau kabupaten/ kota).
  5. Catch up Campaign Campak merupakan suatu upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak pada anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian imunisasi campak secara serentak pada anak sekolah dasar dari kelas satu sampai kelas enam SD atau yang sederajat, serta anak usia enam tahun sampai usia 12 tahun yang tidak sekolah, tanpamempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.
  6. Imunisasi dalam Penanganan KLB (Outbreak Response Immunization/ ORI). Pedoman pelaksanaan imunisasi dalam penanganan KLB disesuaikan dengan situasi epidemiologis penyakit masing-masing.
  7. Imunisasi khusus merupakan kegiatan imunisasi yang dilaksanakan untuk melindungi masyarakat terhadap penyakit tertentu pada situasi tertentu (persiapan keberangkatan calon jemaah haji/ umroh), persiapan perjalanan menuju ntram endemis penyakit tertentu dan kondisi kejadian luar biasa. Imunisasi khusus terdiri atas imunisasi Meningitis Meningokokus, imunisasi Demam Kuning dan imunisasi Anti Rabies (VAR).

Imunisasi Pilihan: Jenis dan Jadwal Imunisasi Menurut Dokter Anak Rumah Sakit Awal Bros

Imunisasi pilihan merupakan imunisasi yang dapat diberikan kepada seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi yang bersangkutan dari penyakit menular tertentu. Jenis imunisasi pilihan dapat berupa Hemophilus Influenza Type B (Hib), Pneumokokus, Rotavirus, Influenza, Varisela, Measles Mumps Rubella, Demam Tifoid, Hepatitis A, Human Papilloma Virus (HPV) dan Japanese Encephalitis.

Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Rumah Sakit Awal Bros. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan janin. Rumah Sakit Awal Bros memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak menyediakan imunisasi anakdan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan pendengaran BERA serta OAE dan medical check up dengan dokter spesialis anak. Temukan jadwal dokter anak kami di sini. Simak juga tips untuk menemukan dokter anak yang bagus dan tepat untuk buah hati Anda di sini untuk melakukan konsultasi dokter anak.

 

Narasumber:
dr. Tumpal Rajaguguk,Sp.A
Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Utara

Ilustrasi gambar oleh Robert Collins

Artikel terkait:

Bagikan ke :