Kenali Jenis Batuk pada Anak

Banyak yang menganggap batuk yang kerap diderita oleh bayi dan balita adalah bentuk refleks untuk menjaga fungsi organ tubuh. Batuk juga dianggap dapat membersihkan jalan atau saluran udara di tenggorokan dan dada. Namun, orang tua hendaknya mewaspadai setiap batuk yang terjadi pada anak atau balita. Karena biasanya bayi dan balita sangat peka terhadap pengaruh lingkungan, misalnya zat atau bahan kimia serta beberapa jenis kuman. Kalau tubuhnya hipersensitif maka akan menimbulkan alergi atas zat atau bahan kimia tersebut.

Ada berbagai jenis batuk yang perlu kita kenali pada anak yaitu batuk alergi, batuk non alergi, batuk produktif, batuk non produktif, batuk akut dan batuk kronis. Dr. Desy Dewi Saraswati, Sp.A – Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Evasari Awal Bros mengatakan bahwa dengan mengenali jenis batuk pada anak maka dapat lebih tepat penangananya. “Para orang tua diharapkan dapat mengenali jenis batuk dan kemungkinan penyebabnya. Mengatasi batuk dengan tepat akan membuat batuk bisa diredakan dengan lebih cepat,” ujar dokter Desy.

Jenis-jenis Batuk

  • Batuk Kering
    Batuk akut yang sering dialami anak adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). ISPA termasuk batuk kering yang disebabkan karena virus. Batuk kering pada anak terjadi karena produksi lendir di saluran napas terganggu. Penderita ISPA merasakan gatal disekitar tenggorokan disertai dengan batuk kering. Pada anak yang menderita batuk kering diharapkan dapat mencukupi kebutuhan cairan dengan memperbanyak minum dan mengosumsi sayur dan buah.
  • Batuk Berdahak
    Batuk berdahak ini menghasilkan lendir untuk membantu membersihkan saluran pernapasan seperti paru-paru dan bagian belakang tenggorokan. Bentuk dahaknya lebih kental. Dahak di produksi oleh saluran pernapasan bawah seperti paru-paru dan sistem pernapasan sekitarnya. Batuk berdahak pada anak seringkali disertai dengan gejala demam, sakit tenggorokan, hidung penuh lendir dan tersumbat. Batuk berdahak pada anak pada awalnya karena adanya batuk pilek. Karena disebabkan oleh virus, maka penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya meskipun membutuhkan waktu yang lama. Perbanyak asupan cairan seperti minum susu, jus, sup dan sebagainya untuk membuat dahak menjadi lebih encer dan dapat dengan mudah dikeluarkan. Selain itu, asupan cairan yang tinggi juga dapat menurunkan demam pada anak.
  • Batuk pada Malam Hari
    Batuk ini biasanya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan, sebab di malam hari saluran napas cenderung sensitif dan mudah teriritasi. Asma atau sinus kerap kali menjadi penyebab batuk di malam hari.
  • Batuk Menggonggong
    Batuk menggonggong disebabkan oleh alergi, perubahan suhu di malam hari, atau infeksi pernapasan akibat virus. Jenis batuk ini juga diikuti dengan suara serak, kesulitan menelan dan bernapas. Orang tua dapat menyiapkan baskom yang berisi ari hangat dan ditambahkan minyak esensial atau kayu putih agar anak dapat menghirup uap supaya napas jadi lebih lega.
  • Batuk Menetap
    Batuk yang menetap dan tidak kunjung sembuh selama sekitar 1 bulan atau lebih bisa disebabkan adanya infeksi kronis di jalan napas anak atau bayi. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan maksimal.

Ilustrasi Gambar: Alicia Petresc

Bagikan ke :