Merangsang Perkembangan Bayi 7-12 Bulan

Para orang tua menginginkan anak mereka tumbuh dengan optimal. Merangsang perkembangan anak diperlukan agar dapat mengoptimalkan kecerdasan buah hati. Stimulasi yang diberikan sejak dini sangat efektif supaya anak memiliki banyak variasi kecerdasan.

Dr. Desy Dewi Saraswati, Sp.A selaku Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Evasari Awal Bros Jakarta mengatakan bahwa bayi perlu distimulasi lewat permainan agar tumbuh kembangnya optimal. Untuk merangsang perkembangan bayi usia 6-12 bulan, inilah stimulasi yang tepat. “Ketrampilan menguasai gerak anggota tubuh, akan membuat anak lebih leluasa bermain,”ujarnya.

Bayi Usia 6-9 Bulan

Bayi pada usia 6-9 bulan pada umumnya mereka akan makin asyik bereksplorasi dengan mainan, terutama yang mengeluarkan bunyi. Bayi juga menjadi lebih terampil menggenggam, menyusun balok di atas balok lain dan mengguncang-guncang benda yang digenggamnya. Bayi pun juga mulai dapat membedakan ekspresi pada wajah orang lain serta bisa fokus pada benda berjarak 1 meter. Bayi sudah mampu mengingat jangka pendek pada obyek permanent (benda tetap ada sekalipun tidak terlihat atau disembunyikan).

Para orang tua bisa mengoptimalkan dengan:

  • Bola: Ini bisa mengasah koordinasi gerak tangan dan kaki.
  • Wadah plastik: Metode mengajarkan konsep spasial sederhana (isi-kosong) dan konsep ruang.
  • Balok: Mengajarkan konsep bentuk, ukuran, berat dan ragam benda.
  • Mainan tarik: Dapat melatih motorik kasar.
  • Alat musik mainan: Belajar konsep sebab-akibat sederhana dari bunyi yang terdengar dari sumber bunyi.

Bayi Usia 9-12 Bulan

Bayi pada usia 9-12 bulan ini sudah lebih bebas bergerak-merangkak, berpegang pada meja, atau berjalan tertatih-tatih. Bayi mulai dapat membuka-buka buku berlembar tebal, mencoret dan tertarik mencocokkan benda yang berpasangan. Bayi juga mampu mengunakan benda sebagai alat untuk mendapatkan benda lain, misalnya garpu untuk mengambil telur di piringnya. Bayi pun sudah terbiasa dengan suara yang didengarnya sehari-hari.

Para orang tua bisa mengoptimalkan dengan:

  • Puzzle atau shape shorter: Mengajarkan konsep mencocokkan benda.
  • Meianan yang didorong: Membantunya berani melangkah.
  • Krayon: Melatih motorik halus.
  • Bola: Melatih koordinasi kaki dan mata dengan menendangnya.
  • Telepon mainan dengan tombol berbunyi: Melatih berinteraksi.

“Pada rentang usia bayi sekitar 7-12 bulan ini biasanya anak sudah mampu melakukan duduk tanpa dibantu, merangkak, bangkit, berdiri tanpa bantuan, berjalan dengan dibantu hingga meniru menggelindingan bola,”jelas Dokter Desy.

Menstimulasi Motorik Kasar untuk Perkembangan Anak

Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Evasari Awal Bros Jakarta, Dr. Desy Dewi Saraswati, Sp.A menjelaskan bahwa dalam perkembangan kecerdasaan anak itu terdiri dari kecerdasan intelektual, kecerdasan motorik, kecerdasan komunikasi dan kecerdasan emosional. Semuanya harus berjalan beriringan.

Pada bayi, menstimulasi motorik kasar diperlukan agar bayi bisa lebih banyak bergerak sehingga membuat sirkulasi darah, pernapasan dan pembentukan postur tubuhnya membaik. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh dan dipengaruhi oleh berat badan, usia serta perkembangan fisik. Berikut adalah tips untuk menstimulasi motorik kasar:

Bayi Usia 7-9 Bulan

Pertama lakukanlah test untuk mengetahui perkembangan anak, apakah cukup sesuai dengan perilaku yang diharapkan pada usianya. Dudukkanlah si kecil, kemudian perlihatkan mainan padanya, lalu letakkan mainan kira-kira ½ meter. Tujuannya merangsang agar si kecil mengambilnya.

Sedangkan untuk menstimulasinya, Anda bisa meletakkan si kecil dalam posisi merangkak. Lalu, dengan bantuan paha Anda atau guling biarkan ia bermain-main atau meraih benda didepannya sambil mendorong pantatnya ke depan sesekali. Selain itu, Anda bisa mendudukkan si kecil kemudian letakkan mainan disampingnya untuk diraih. Lakuka stimulasi berulang kali sampai anak bisa dapat menjalankan secara otomatis.

Bayi Usia 10-12 Bulan

Biarkan anak duduk di bawah dan perlihatkanlah mainan diatas kursi atau meja. Biarkan anak mencoba meraihnya sambil berdiri dan pindahkanlah mainan tersebut agar anak mengambilnya. Selain itu, Anda bisa mengajak anak bermain kuda-kudaan sambil didudukkan di atas paha orang tua dengan kaki terbuka.

Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Rumah Sakit Awal Bros. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan janin. Rumah Sakit Awal Bros memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak menyediakan imunisasi anak dan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan pendengaran BERA serta OAE dan medical check up dengan dokter spesialis anak. Temukan jadwal dokter anak kami di sini. Simak juga tips untuk menemukan dokter anak yang bagus dan tepat untuk buah hati Anda di sini untuk melakukan konsultasi dokter anak.

Ilustrasi Gambar: Ryan Wallace

Artikel terkait:

 

Bagikan ke :