Penyakit Kawasaki, Berbahayakah?

Orangtua perlu memerhatikan setiap perkembangan dan kondisi kesehatan tubuh anaknya. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah adanya Penyakit Kawasaki (PK) yang belum banyak masyarakat memahami kalau penyakit ini cukup berbahaya. Hal ini disebabkan penampakan Penyakit Kawasaki sering mengelabui mata karena kemiripan dengan penyakit lain seperti campak, alergi obat ataupun infeksi virus.

Dr. Ackni hartati, SpA, M.kes selaku Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur menjelaskan bahwa PK juga dikenal sebagai mucocutaneous lymph node syndrome, ditemukan oleh Tomisaku Kawasaki tahun 1967 di Jepang sehingga dinamakan penyakit Kawasaki. Angka kejadian di Indonesia diperkirakan 5000 kasus per tahun. “Penyakit kawasaki merupakan penyakit yang menyerang dinding pembuluh darah di seluruh tubuh, terutama jantung karenanya penyakit ini cukup berbahaya,”jelasnya. PK ini ditandai dengan munculnya demam diikuti munculnya ruam kemerahan di area tubuh.

Etiologi atau penyebab Penyakit Kawasaki hingga saat ini belum diketahui. Diagnosis Penyakit Kawasaki ditegakkan berdasarkan gejala klinis semata. Sehingga belum ada pemeriksaan yang dapat mamastikan diagnosis dari Penyakit Kawasaki tersebut. Tetapi, ada beberapa pemeriksaan yang dapat membantu dalam menegakkan diagnosis Penyakit Kawasaki ini.  Secara klinis terdapat 6 kriteria diagnostik berdasarkan gejala pada fase akut PK, yaitu:

  • Demam remiten (hilang timbul), dapat mencapai 41°C dan berlangsung 5 hari atau lebih. Mata anak pun merah tanpa disertai kotoran mata.
  • Kelainan di mulut dan bibir: lidah stroberi, rongga mulut dan tenggorokan merah, bibir merah dan pecah-pecah.
  • Kelainan pada tangan dan kaki: ruam merah di telapak tangan dan kaki serta edema (bengkak) yang merupakan fase awal penyakit, pengelupasan kulit pada jari tangan dan kaki (fase setelahnya), eksantema polimorfik (berbagai bentuk).
  • Pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher pada satu sisi (diameter >1,5 cm)
  • Dapat dikatakan Penyakit Kawasaki apabila dijumpai kriteria panas badan ditambah 4 dari 5 kriteria lainnya.
  • Terdapatnya kelainan jantung (arteri koroner) pada pemeriksaan USG Jantung (ekokardiografi)

Penanganan Penyakit Kawasaki

Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur, Dr. Ackni hartati, SpA, M.kes mengatakan bahwa bila tidak segera ditangani, penyakit kawasaki dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu penanganan yang sedini mungkin akan memperbesar peluang penyembuhan dari penyakit ini. “Anak yang rentan terserang Penyakit Kawasaki ini sering berusia dibawah lima tahun (balita),”ujarnya.

Penanganan penyakit kawasaki ini para orang tua dianjurkan untuk mengunjungi dokter, terutama dokter spesialis anak dan dokter spesialis jantung anak, untuk diagnosis lebih lanjut seperti dilakukan USG Jantung (echocardiografi). Apabila ada anak yang menderita PK maka sebaiknya harus di rawat inap untuk mendapatkan penanganan intensif. Jika tidak segera ditangani, penyembuhan penyakit Kawasaki akan semakin lama dan memperbesar risiko komplikasinya juga.

Tujuan pengobatan PK pada tahapan awal adalah untuk menurunkan demam, mengurangi peradangan, dan mencegah kerusakan pada jantung. Pasien dengan PK ini dianjurkan untuk selalu melakukan pemeriksaan secara rutin dengan dokter spesialis jantung agar kondisinya terpantau.

Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Rumah Sakit Awal Bros. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan janin. Rumah Sakit Awal Bros memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak menyediakan imunisasi anak dan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan pendengaran BERA serta OAE dan medical check up dengan dokter spesialis anak. Temukan jadwal dokter anak kami di sini. Simak juga tips untuk menemukan dokter anak yang bagus dan tepat untuk buah hati Anda di sini untuk melakukan konsultasi dokter anak.

Ilustrasi Gambar: Sabine Van Straaten

Artikel terkait:

 

Bagikan ke :