Kenali Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut

Penyakit Tangan Kaki dan Mulut  (Hand, Foot and Mouth Disease) adalah penyakit yg disebabkan oleh infeksi virus. Biasanya terjadi pada bayi dan anak umumnya di bawah usia 10 tahun. Ditandai dengan gejala khas timbulnya lesi/ruam kulit di daerah kaki, tangan dan sekitar mulut, termasuk sariawan pada daerah mulut (lidah, bibir dan jaringan lunak mulut). Dr. Robert Soetandio, Sp.A – Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang menjelaskan bahwa yang menonjol dari penyakit ini bukan gejala flu melainkan kelainan kulit dan mulut.

Apa Virus Penyebab Penyakit Tangan Kaki dan Mulut?

Virus penyebabnya termasuk dalam kelompok Enterovirus, yang paling sering adalah Coxsackievirus A 16 dan Enterovirus 71. “Virus hidup dalam saluran cerna manusia. Virus ini berbeda dengan virus yang menginfeksi hewan ternak yang menyebabkan penyakit kaki (kuku) dan mulut spt domba, kambing maupun babi. Virus pada hewan tidak dapat menjangkiti manusia, demikian pula sebaliknya,” ujar dokter spesialis anak tersebut.

Virus HMFD ini menginfeksi manusia dari semua kelompok umur. Namun gejala dan klinis yang jelas umumnya pada bayi dan anak dibawah usia 10 tahun. Orang yang lebih tua bisa saja terinfeksi tapi gejalanya ringan atau tanpa gejala (asimtomatik). Masa inkubasi dari mulai seorang terinfeksi sampai timbul gejala/tanda sakit berkisar 3-7 hari.

Gejala Penyakit Tangan Kaki dan mulut

Bermula dengan keluhan demam, nafsu makan berkurang, tampak lemas/lemah (malaise) dan adakalanya anak mengeluh sakit tenggorokan. 1-2 hari kemudian, timbul bintik2 merah kecil seperti melepuh pada mulut (Herpangina), biasa dikenal dengan sariawan. Selanjutnya dalam 1-2 hari timbul ruam di kulit berupa bintik-bintik kemerahan di daerah sekitar tangan dan kaki termasuk pada daerah telapak tangan dan kaki, ruam ada yang datar ada yang menonjol seperti melepuh dan adakalanya sampai timbul lecet. Selain pada kaki dan tangan dapat juga timbul ruam di lutut, siku, bokong maupun daerah genital (kelamin).

“Sebagian anak yang terjangkit virus tidak selalu menunjukkan semua gejala tadi, bisa saja hanya ditemui sariawan dan ruam kulit yang ringan. Karena luka sariawan di mulut yang menyakitkan, anak bisa saja tidak mendapat masukan cairan yang cukup sehingga anak dapat dijumpai dalam keadaan dehidrasi,” terangnya.

Gejala sakit akan menghilang dalam waktu sekitar 7 hari, sayangnya setelah gejala penyakit hilang, beberapa minggu virus masih ada di dalam tubuh penderita dan masih memungkinkan penularan melalui tinja. Tapi penularan yang utama terjadi pada 1 minggu pertama sakit.

Bagaimana Penularan Penyakit Tangan Kaki dan Mulut?

Penyakit ini utamanya menularkan atau menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung lewat cairan lepuh/lesi atau kelainan kulit penderita (blister). Selain itu virus HMFD dapat ditemukan pula di sekret atau lendir hidung/tenggorokan, air liur maupun tinja penderita.

Virus juga dapat menyebar melalui obyek yang sempat disentuh oleh penderita dan kemudian disentuh/digunakan juga oleh orang lain. Misalnya mainan anak-anak, kursi, meja, bantal, kasur, handuk dsb. Penularan antar anak dalam satu kelas atau satu lingkungan perumahan sangat mungkin terjadi. Hal ini disebabkan kontak antara anak yang erat dan seringnya penggunaan barang bersama-sama di kalangan mereka. Tempat lain yang sering membuat penyakit ini cepat merebak antara lain: tempat penitipan anak, tempat yang sering dipakai untuk berkumpul dan bermain anak (TK, play ground) dsb.

“Virus ini masih menular selama beberapa minggu walau gejala/tanda penyakit sudah hilang. Jadi anak yang sudah sembuhpun, masih dapat menularkan infeksi kepada yang lain,” imbuh dokter spesialis anak tersebut.

Bagiamana mencegah penularannya atau menurunkan resiko terinfeksi?

Sampai sekarang belum ada vaksin pencegahan. Tapi beberapa hal dapat dilakukan antara lain :

  • Upaya kebersihan diri dengan cuci tangan dengan air dan sabun, terutama anak-anak sehabis bermain atau pulang sekolah, sehabis dari toilet atau sehabis bersalaman dengan penderita.
  • Membersihkan permukaan barang-barang yang sering digunakan bersama-sama dengan disinfektan.
  • Menghindari kontak erat dengan penderita HMFD seperti mencium, memeluk, bersalaman erat dan menghindari penggunaan barang bersama-sama, termasuk alat makan dan minum dengan penderita.

Hal yang terpenting adalah memberi pengertian pada anak yang terjangkit penyakit tangan kaki dan mulut untuk sementara waktu membatasi diri bertemu atau bermain dengan temannya, anak yang bersekolah dimintakan izin istirahat dokter untuk mencegah penyebaran penyakit pada teman-temannya.

Terapi dan Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Beberapa hal dapat dilakukan untuk meringankan gejala sakit antara lain :

  • Penggunaan analgetik-antipiretik untuk menghilangkan nyeri dan demam. Untuk anak hindari pemakaian asetosal (aspirin dsb). Anti histamin dapat diberikan untuk meredakan rasa gatal.
  • Menggunakan obat kumur atau obat sariawan yang mempunyai efek menghilangkan nyeri.
  • Bila ada nanah pada lesi/kelainan kulit yang timbul karena infeksi sekunder karena bakteri, dokter dapat mempertimbangkan pemberian antibiotika topikal (zalf/krim).
  • Yang terpenting diawasi oleh orang tua adalah asupan makanan/minuman anak-anak yang terkena penyakit ini. Upayakan diberikan minuman dan makanan yang cukup, menyesuaikan dengan kondisi mulutnya yang sakit. Makanan padat mungkin harus diganti dengan makanan lunak atau cair. Pengganti nasi dapat diberikan seperti bubur, bubur sumsum, roti yang lembut. Jangan diberikan makanan yang berbumbu tajam seperti asam atau pedas. Makanan hendaknya tidak dihidangkan panas-panas. Alternatif lain, anak dapat juga diberikan es lolly, es krim maupun jelly.
  • Pada kondisi tertentu dimana sama sekali tidak ada makanan/minuman yang bisa masuk, anak hendaknya segera dibawa ke Rumah Sakit atau dokter. Bila memang diperlukan, anak dirawat di Rumah Sakit untuk pemberian cairan dan kalori secara intra vena (diinfus) atau nutrisi parenteral.

 

Ilustrasi gambar oleh Rose Elena

Bagikan ke :