Tumor Otak Bisa Menyerang Siapa Saja

Tumor otak dapat menyerang siapa saja. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami keluhan tak biasa di area kepala.

Tumor otak terjadi karena adanya pertumbuhan sel abnormal di wilayah sekitar otak, jenisnya terbagi dua, yaitu tumor jinak dan ganas. Tumor otak jinak pertumbuhannya cenderung lambat, sementara tumor otak ganas sangat cepat. Tumor yang ganas disebut juga sebagai kanker otak dan bisa menyebabkan kematian. Penyakit kanker otak bisa terjadi pada semua usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kanker otak diawali dengan tumor yang membesar dalam otak, sehingga ada jaringan otak sehat yang menderita. Jika tidak segera diobati, dikhawatirkan tumor ini membesar sehingga mengganggu fungsi otak.

Dokter Spesialis Bedah Saraf Rumah Sakit Awal Bros Batam dr. Hadi Sirwandanu, SpBS mengatakan, jika ada keluhan di area kepala, misalnya sakit kepala, gangguan penciuman dan kelemahan gerak, maka segera periksa ke dokter.

Gejala Tumor Otak

Gejala tumor otak yang ringan antara lain sakit kepala dan pusing hingga terasa berputar. Namun gejala yang berat adalah gangguan penglihatan bahkan buta. Selain itu, dapat juga terjadi gangguan penciuman yang muncul dalam bentuk halusinasi bau pada penderita. Pertumbuhan tumor tergantung dari pertumbuhan jaringannya. Misalnya, pertumbuhan tumor jinak bisa butuh waktu 10–15 tahun, namun tumor ganas lebih cepat.

“Gejala awal terasa tidak terlalu berdampak, namun makin lama makin membesar. Ketika sudah besar, baru gejala muncul dengan maksimal. Gejala berat yang terjadi bisa hingga mengakibatkan tubuh lumpuh sebelah. Gejala-gejala yang berat terkadang munculnya tidak disadari oleh pasien, apalagi gejala yang terjadi pada otak, sebab kemunculannya sangat cepat. Misalnya dari sakit kepala sampai pemburukan, perkembangannya memakan waktu kurang dari sebulan. Gejala-gejala berat yang demikian menandakan mengarah ke tumor otak ganas,” kata dokter spesialis bedah saraf, dr. Hadi, SpBS.

Penyebab tumor otak, sampai sekarang masih belum diketahui. Belum ada yang bisa membuktikan bahwa tumor ini berasal dari faktor keturunan, sedangkan faktor radiasi juga masih diperdebatkan. “Setiap manusia membawa kode genetik yang suatu saat dapat menjadi tumor otak,” terang dokter Hadi.

Mendeteksi dan Terapi Tumor Otak

Untuk melacak keberadaan tumor di dalam otak, dapat dilakukan dengan melihat gejala dan reaksinya. Setelah itu pasien dapat dipindai dengan menggunakan CT Scan atau MRI. Alat-alat tersebut dapat memastikan letak tumor, diameter, dan jaringan pembuluh darah yang terlibat dalam tumor.

Dokter Hadi mengatakan, yang dilakukan dokter untuk benda asing yang ada di otak ada dua. Satu, dokter melakukan tindakan operasi dan yang kedua adalah terapi radiasi. “Untuk tumor kecil di tempat yang vital, terapinya cukup dengan radiasi. Pilihannya bisa dengan radiasi konvensional atau radiasi gamma knife. Kalau lokasinya tidak pada daerah vital, bisa dilakukan operasi pengangkatan tumor,” jelas dokter spesialis bedah saraf tersebut. Daerah vital yang dimaksud di atas adalah jika tumor berada di batang otak atau di tengah. Daerah ini sangat vital karena berfungsi untuk kendali jantung, paru-paru, dan organ penting lain.

Pendeteksian tumor otak tidak membutuhkan waktu lama. Pasien yang datang dengan keluhan dan gejala tumor otak akan disarankan oleh dokter untuk CT Scan. Dari hasil CT Scan dapat diputuskan untuk melakukan tindakan operasi atau tidak. Kemudian juga ada rehabilitasi untuk membantu mengembalikan fungsi otak setelah ditangani.

 

Ilustrasi gambar oleh jesse orrico

Bagikan ke :