Luka Bakar: Bagaimana cara mengatasinya?

Menurut definisi, luka bakar adalah kerusakan yang terjadi pada area kulit yang bisa disebabkan karena panas, bahan kimia, sengatan listrik, radiasi sinar matahari, dan radiasi. Ciri paling umum luka bakar adalah kerusakan kulit yang parah hingga menyebabkan kematian sel kulit yang terbakar.

Kebanyakan luka bakar adalah luka ringan yang biasa terjadi di rumah atau ketika bekerja. Sering kali Anda mendapatkan luka bakar ringan dari air panas, setrika, atau menyentuh kompor panas di dapur. Perawatan di rumah biasanya untuk penyembuhan dan mencegah masalah lain seperti infeksi. Perlu kita ketahui bahwa luka bakar melukai lapisan kulit dan juga bisa melukai bagian lain dari tubuh, seperti otot, pembuluh darah, saraf, mata dan organ didalam tubuh Anda seperti paru-paru.

Jenis-Jenis Luka Bakar Menurut Dokter Rumah Sakit Awal Bros

Luka bakar sendiri memiliki jenis dan derajat luka bakar yang berbeda. Jenis luka bakar dapat dibagi berdasarkan penyebabnya (panas, listrik, zat kimia, gesekan, atau radiasi), derajat (kedalaman kulit yang terkena), intensitasnya (ringan sampai berat berdasarkan luas permukaan kulit yang terkena) pada luka bakar tersebut.

Berikut ini adalah jenis luka bakar yang harus Anda tahu, antara lain:

  1. Luka bakar panas (luka bakar termal)

Luka bakar jenis ini disebabkan oleh api, uap, benda panas, atau cairan panas. Luka bakar akibat cairan panas cukup sering terjadi di rumah tangga.

  1. Luka bakar suhu dingin

Luka bakar ini disebabkan oleh paparan kulit untuk kondisi basah, berangin, atau terlalu dingin.

  1. Luka bakar listrik

Luka bakar jenis ini adalah luka bakar yang disebabkan oleh kontak dengan listrik atau akibat sambaran petir.

  1. Luka bakar kimia

Luka bakar ini disebabkan oleh kontak dengan rumah tangga atau bahan kimia industri dalam atau bentuk cair, padat, gas. Makanan alami berupa cabai, berisi zat yang dapat menyebabkan irtiasi ke kulit, juga menyebabkan sensasi luka terbakar.

  1. Luka bakar radiasi

Luka bakar ini disebabkan oleh paparan sinar matahari, tanning, sunlamps, sinar-X, atau terapi radiasi untuk pengobatan kanker.

  1. Luka bakar gesekan

Luka bakar ini disebabkan oleh kontak dengan permukaan yang keras. Proses gesekan tersebut biasanya menyebabkan pengikisan kulit dan menimbulkan energi panas.

Derajat Keparahan Luka Bakar

Terdapat klasifikasi untuk derajat keparahan luka bakar yang membutuhkan penanganan berbeda. Luka bakar didefinisikan dengan derajat pertama, kedua, ketiga, atau keempat, tergantung pada berapa banyak lapisan kulit dan jaringan yang terbakar. Semakin dalam luka bakar dan lebih besar area yang terbakar, lebih serius luka bakar yang terjadi.

Luka Bakar Derajat Pertama

Derajat luka bakar pertama hanya mengenai lapisan pertama kulit. Dapat disembuhkan dengan cara mengalirkan air dingin di atas luka bakar selama beberapa menit hingga rasa panas dan nyeri berkurang. Jika setelah dialiri air dingin luka bakar tersebut masih juga menyebabkan nyeri yang hebat, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol untuk mengurangi rasa sakit yang diderita, atau datang berobat ke Dokter di RS Awal Bros Bekasi Utara.

Luka Bakar Derajat Kedua

Derajat luka bakar kedua yang melukai lapisan kulit yang lebih dalam, perlu untuk dialiri dengan air dingin untuk mengurangi rasa panas atau nyeri. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri dan membalut luka bakar ini dengan kain kasa (tanpa kapas) yang telah ditetesi antibiotik agar terhindar dari infeksi.

Luka Bakar Derajat Ketiga

Derajat luka bakar ketiga, melukai semua lapisan kulit dan jaringan di bawah kulit. Luka bakar ini selalu membutuhkan perawatan medis.

Luka Bakar Derajat Keempat

Derajat luka bakar keempat adalah luka bakar yang meluas melalui kulit dengan melukai otot, ligamen, tendon, saraf, pembuluh darah, dan tulang. Luka bakar ini selalu membutuhkan perawatan medis, biasanya dengan kondisi pasien yang kritis.

Tips Menangani Korban Luka Bakar

  1. Jauhkan korban dari sumber panas yang membuatnya terbakar, apabila memungkinkan hentikan sumber panasnya.
  2. Dinginkan daerah tubuh yang terbakar dengan air mengalir selama 20 menit, segera setelah trauma.
  3. Tutup luka dengan bahan steril yang tidak lengket.
  4. Jangan gunakan es, ait es, pasta gigi, krim, atau bahan berminyak seperti mentega.
  5. Lepaskan pakaian, asesoris dan perhiasan dari daerah yang dekat dengan luka bakar di tubuh korban.
  6. Pastikan korban tetap dalam kondisi yang hangat, misalnya diselimuti namun tidak mengenai luka bakarnya.

Narasumber:
dr. Azril Habibi, SpB, FINACS, FICS
Dokter Spesialis Bedah Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Utara

Ilustrasi gambar oleh rawpixel

Artikel terkait:

Bagikan ke :