Hernia, Jangan Anggap Sepele

Dokter Sri Wulandari, SpB, Dokter Spesialis Bedah Rumah Sakit Awal Bros Batam, mengatakan Turun Berok atau penyakit Hernia merupakan tonjolan keluar dari organ atau jaringan lain akibat adanya bukaan yang tak normal di tubuh. Kebanyakan Hernia terjadi ketika ada sebagian usus yang keluar melalui dinding perut yang lemah, sehingga terlihat tonjolan yang dapat dirasakan dan diraba. Hernia dapat terjadi di daerah pangkal paha, pusar ataupun bagian lain. Ada Hernia yang sudah muncul sejak lahir, ada juga yang berkembang dalam hitungan bulan atau tahun, tetapi ada juga hernia yang muncul tiba-tiba.

Bagaimana Bisa Penyakit Hernia Terjadi?

Hernia terjadi karena adanya kelemahan pada bagian dinding perut sehingga bagian organ yang lain seperti usus dapat keluar. Sebenarnya tidak umum bagi seseorang untuk mempunyai kelemahan pada dinding perut. Hal itu terjadi seiring berjalannya waktu atau dari luka bekas irisan operasi. Adanya tekanan dari organ atau jaringan tubuh pada dinding perut yang lemah tersebutlah yang menyebabkan organ menonjol keluar. Faktor yang dapat mempengaruhi lemahnya dinding perut adalah usia, merokok serta kegemukan.

Apa Gejala Penyakit Hernia?

Penyakit ini dapat dilihat dan dirasakan. Biasanya seseirang dapat merasakan adanya Hernia tersebut dari benjolan atau bengkak di sekitar perut ataupun pangkal paha. Benjolan dan bengkak tersebut dapat hilang atau tetap muncul saat berbaring atau ditekan. Dapat juga dirasakan sakit yang awalnya samar tetapi menjadi lebih jelas saat beraktivitas. Benjolan tersebut juga bisa membesar.

Ada berbagai jenis Penyakit Hernia, salah satunya adalah jenis inguinal. Jika mengalami Hernia inguinal, maka cara yang umum untuk mengetahuinya adalah dengan menemukan adanya benjolan di sekitar pangkal paha, bagian skrotum biasanya akan membesar juga. Benjolan ini seringkali terlihat jelas di bawah kulit, serta dapat menghilang saat berbaring. Benjolan akan muncul kembali jika sedang batuk, bersin ataupun mengejan saat BAB. Beberapa jenis Hernia tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali, sementara yang lain dapat menimbulkan rasa sakit yang samar tetapi dapat menjadi jelas saat melakukan aktivitas fisik.

Jenis-Jenis Hernia

  1. Abdominal / Incisional Hernia
    Hernia ini membuat bagian organ yang lain seperti usus dapat keluar hingga terlihat benjolan pada paha.
  1. Umbilical Hernia
    Hernia umbilical ini biasanya terjadi di sekitar daerah pusar dan umum terjadi pada wanita saat hamil ataupun setelahnya.
  1. Inguinal Hernia
    Hernia inguinal ini dapat terjadi pada salah satu sisi ataupun di kedua sisi dari pangkal paha ataupun skrotum. Bila terjadi pada salah satu sisi disebut dengan dan bila terjadi kedua sisi disebut dengan bilateral. Sebagian besar kasus hernia terjadi di daerah ini dan biasanya juga lebih sering terjadi pada pria.
  1. Femoral Hernia
    Hernia yang terjadi pada wanita di sekitar pangkal paha ini disebut juga dengan hernia femoral. Hernia terjadi apabila ada kelemahan pada daerah arteri di paha bagian atas.
  2. Hernia Hiatal
    Hernia hiatal terjadi ketika bagian perut dan kerongkongan melewati daerah diafragma ke bagian dada. Gejala umum yang sering dirasakan adalah heartburn atau rasa panas disekitar dada yang sering disebut juga dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
  3. Hernia Paraesophageal
    Hernia Paraesophageal dapat terjadi ketika ada bagian perut yang tertekan hingga ke bagian dada disebelah esophagus, akibatnya tertekannya bagian tersebut sehingga dapat menghambat aliran darah ke organ ataupun bagian lain.

Terapi Untuk Penyakit Hernia

Satu-satunya cara untuk penyembuhan hernia adalah melalui perbaikan dengan operasi. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengatasi kondisi tersebut. Hernia Stapler adalah salah satu jenis alat yang dipergunakan dalam pembedahan yang berfungsi untuk meminimalkan memar jaringan melalui penggunaan kekuatan retraksi kurang, yang dapat membantu untuk mengurangi rasa sakit pasca operasi.

 

Bagikan ke :