Usus Buntu Bagaimana Gejalanya?

Usus buntu (appendix) adalah bagian usus yang terletak di bagian awal dari usus besar (caecum). Penyakit ini merupakan peradangan yang terjadi pada usus buntu tersebut. Usus buntu tidak memiliki fungsi tapi jika tersumbat bisa membahayakan dan berakibat fatal kalau tidak segera ditangani.

Dr. Julias Arief Komala, Sp. B, selaku Dokter Spesialis Bedah Umum dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat mengatakan bahwa secara prinsip terjadinya peradangan atau appendicitis bisa terjadi akibat suatu sumbatan dari lumen usus buntu yang menyebabkan gangguan sirkulasi mukus, sehingga timbul peningkatan tekanan di dalam lumen usus buntu tersebut. “Sumbatan yang tersering adalah dari mengerasnya feses atau fecalith (fecal=kotoran; lithos=batu, kotoran yang membatu),” ujar Dokter Julias.

Kita sebaiknya mewasapadai apa saja gejala penyakit usus buntu ini. Gejala penyakit ini sangat tergantung dari derajat perjalanan sakitnya, pada fase awal dimana terjadi peradangan lokal maka biasanya pasien bisa merasakan keluhan nyeri seperti sakit maag/gastritis. Namun, dalam perjalanan selanjutnya tekanan intra lumen usus buntu akan mengakibatkan gangguan sirkulasi pada usus buntu dan meradang. “Inilah yang sering dikatakan sebagai gejala klasik usus buntu dimana pasien akan merasakan nyeri yang terus menerus dan menetap di perut bagian kanan bawah (Acute Appendicitis).” Terang Dokter Julias.

Selanjutnya, disaat tekanan semakin tinggi maka akan menimbulkan kerusakan sel sehingga timbul risiko terjadinya kerusakan atau kebocoran pada dinding usus buntu (Appendicitis Perforasi). Pada fase ini isi lumen usus buntu (feses, pus dan bakteri) keluar kedalam rongga perut, sehingga menimbulkan infeksi menyeluruh pada rongga perut (Peritonitis). “Oleh karena ini pada fase ini risiko komplikasi serta kegawatan perjalanan penyakit usus buntu semakin tinggi,”tandasnya.

Kapan Usus Buntu Harus dibawa ke Rumah Sakit

Menurut Dokter Spesialis Bedah Umum dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat, Dr. Julias Arief Komala, Sp. B, sebaiknya pasien dibawa ke dokter saat keluhan sudah dirasakan adanya nyeri yang berpindah dari nyeri di ulu hati dan berpindah ke perut kanan bawah. Biasanya setelah 12-24 jam pertama sejak gejala awal.

Radang usus buntu atau appendicitis sebaiknya dilakukan tindakan operasi karena apabila tidak maka akan meningkatkan risiko perlekatan dan risiko kebocoran usus buntu yang menimbulkan komplikasi lebih berat. Walaupun ada kemungkinan gejala mereda setelah diberikan pengobatan, namun keputusan diambil oleh dokter bedah yang berpengalaman.

“Pengobatan secara medika mentosa bisa dianjurkan apabila belum ditemukan tanda abdomen acute, bisa diberikan antibiotik yang sesuai. Bila keluhan menetap dalam 24-36 jam pertama sejak timbul gejala awal maka tindakan operatif (operasi) perlu dipertimbangkan,” jelasnya.

Dr. Julias Arief Komala, Sp. B memberikan tips agar terhindar dari penyakit usus buntu adalah dengan melakukan diet tinggi serat dan banyak minum air putih. Sehingga BAB (Buang Air Besar) lancar dan tidak keras.

Ilustrasi gambar: freepik.com

Bagikan ke :