Dilema Botol Susu “Bermanfaatkah atau Merugikan”

Memiliki kebiasaan memberikan botol susu bayi atau kompeng kepada anak sudah pasti akan membuat si kecil menjadi tak rewel lagi. Terdapat dampak positif dan juga negatif yang perlu di ketahui oleh para bunda agar tak salah dalam memberikan botol susu kepada anak. Botol susu bayi adalah sebuah alat bantu pertama untuk buah hati mengonsumsi susu formula.

Namun, pemberian susu formula untuk si kecil memang tidak boleh terlalu berlebih. Pasalnya ASI yang Bunda berikan harus selalu menjadi yang utama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi kepada anak.

Seiring dengan berkembangnya zaman. Botol susu bayi kini dapat dirancang dengan bentuk hampir sama disetiap model dan mereknya. Bahkan bagian ujung dari botol susu sengaja dibuat semirip mungkin dengan bentuk dari puting susu ibu. Ini bertujuan untuk dapat menstimulasi mulut si kecil bahwa yang apa ia rasakan sama dengan saat ia sedang menyusu langsung kepada ibunya.

Efek negatif yang timbul jika anak terlalu lama menggunakan botol susu

Usia maksimal untuk bayi berhenti menggunakan dot atau botol susu itu berada di usia 3 tahun. Namun melihat banyaknya ibu muda yang menyimpan ASI cadangan dapat membuat bayi merasa terlena dari batas usia penggunaannya.

Namun, saat ini banyak dokter anak yang juga menyarankan kepada orang tua untuk meminimalisir penggunaan dot atau botol dengan menggunakan sendok.

Bahkan terdapat dampak negatif dalam hal penggunaan di antara, risiko untuk gigi berlubang jauh lebih besar, karena anak minum susu setiap pagi dan juga malam tanpa diikuti dengan kebersihan giginya.

Kedua kemungkinan gigi anak tumbuh maju kearah depan semakin besar, karena seiring dengan keaktifan mereka dalam menggunakan dot atau botol akan semakin berpengaruh dengan pertumbuhan rahang pada gigi anak.

Ketiga, menghilangkan nafsu minum ASI. Apalagi jika bunda memberikannya terlalu dini, dapat mengganggu atau menghilangkan keinginan si bayi untuk menyusu pada ibunya. Pasalnya, mengisap susu ibu berbeda dengan mengisap dot atau susu botol.

Selanjutnya menimbulkan efek ketergantungan bayi pada dot, apalagi jika diberikan saat tidur. Sebaiknya apabila bisa memilih bunda jangan mengenalkan anak pada susu botol. Bila terpaksa bunda harus dapat memastikan kebersihan dot serta penggunaan botol.

Efek positif dari menggunakan botol susu

sedangkan efek positif yang didapatkan oleh anak saat menggunakan botol susu di antaranya, memberi rasa nyaman, dan ketenangan bagi bayi yang rewel.

Kedua ialah dot menjadi sarana “hiburan” sejenak. Bila bayi merasa lapar pasti sebagian besar bunda memberikan dot untuk beberapa menit sebagai sarana hiburan menjelang menyiapkan makanan untuk buah hatinya.

Ketiga, dengan penggunaan botol susu bunda dapat memastikan kebutuhan vitamin, kalori, dan nutrisi dapat tercukupi dengan mengkonsumsi susu formula.

Beberapa cara menyusui bayi yang benar dengan menggunakan botol susu bayi, yaitu sebelum Bunda menyusui si kecil dengan menggunakan botol susu bayi, maka ada baiknya mencuci dan sterilkan botol susu beserta dotnya yang akan di gunakan si kecil. Dengan cara yang cukup mudah, bisa memanaskan botol susu tersebut di dalam air panas kurang lebih selama 5 menit.

Bunda juga bisa menghangatkan botol susu tersebut, dengan menggunakan mangkuk yang berisikan air hangat. Bunda juga harus memastikan kalau suhu air tersebut tidak terlalu panas untuk si kecil, dengan cara menguji suhu isinya di pergelangan tangan bagian dalam. Setelah itu, pemanaskan susu beserta botolnya secara bersamaan dengan menggunakan microwave. Pasalnya, microwave dapat memanaskan bahan plastik botol yang pastinya akan berbahaya untuk kesehatan si kecil.

Cara menyusui dengan botol susu

Saat Bunda akan menyusui si kecil dengan menggunakan botol. Bunda bisa mengambil posisi duduk yang membuat si kecil nyaman. Selain itu, Bunda juga harus menyediakan lap yang lembut untuk mengusap sisa-sisa susu yang tertinggal di bagian mulut si kecil. Bunda juga bisa menggunakan bantal atau bahkan lengan sebagai pengganjal agar kepala si kecil tetap dalam keadaan nyaman.

Bunda harus memastikan kebersihan mulut bayi saat sesudah memberikan ASI. Sehingga pertumbuhan gigi dan gusi si kecil tak perpengaruh dan rusak. Selain itu, lakukan pemeriksaan berkala kedokter gigi anak agar kondisi gigi si kecil jauh dari bebagai faktor gigi berlubang lainnya.

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Pekanbaru di +62 811-7510-599 atau 0761 47 333. Semoga bermanfaat.

Narasumber : drg  Agustina V.S. Sitohang Sp KGA
Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak RS Awal Bros Pekanbaru

Ilustrasi gambar oleh Jens Johnsson

Bagikan ke :