Mengatasi Maag Saat Puasa

Telat makan dan perut kosong adalah dua hal yang menjadi musuh penderita maag. Namun, bagi umat muslim yang mewajibkan puasa Ramadan, bagaimana mengatasi dan mencegah maag saat puasa?

Dokter Spesialis Gizi Klinik, Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Brian Gantaro, SpGK mengatakan, maag secara umum sakit di ulu hati, paling sering karena masalah lambung karena luka atau tukak. “Sebenarnya waktu puasa itu tidak makan dan tidak minum produksi asam lambung tidak sebanyak hari biasa dengan makanan karena makanan dapat merangsang sekresi asam lambung . Waktu makan, seolah asam lambung dienceri oleh makanan, tapi pasien yang sudah sakit maag tetap terasa sakit,” katanya dokter spesialis gizi klinik tersebut.

Mencegah Maag Saat Puasa

Puasa sama halnya diet pada lambung karena tak ada asupan yang masuk selama 14 jam. Serta selama sebulan penuh, seseorang makanannya tepat waktu. Adapun prinsip diet pada penyakit lambung menurut dokter Brian di antaranya, pasien dianjurkan untuk makan secara teratur, tidak terlalu kenyang. Makanan yang dikonsumsi harus mengandung cukup kalori dan protein, namun kandungan lemak atau minyak khususnya yang jenuh harus dikurangi. Makanan pada diet lambung harus mudah dicerna dan mengandung serat makanan yang halus.  Makanan tidak boleh mengandung bahan yang merangsang, menimbulkan gas, bersifat asam, dan mengandung lemak berlebihan. Serta makanan tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin. “Tujuan diet ini adalah untuk menghilangkan gejala penyakit, menetralisir asam lambung serta memperbaiki kebiasaan makan penderita. Dengan itu diharapkan luka di dinding lambung perlahan-lahan akan sembuh,” ujar dokter Brian.

Syarat diet bagi penderita maag saat puasa yaitu makanan yang disajikan harus mudah dicerna, tidak merangsang tetapi dapat memenuhi kebutuhan energi dan gizi, jumlah energi pun harus disesuaikan dengan kebutuhan penderita. Asupan protein harus cukup tinggi sekitar 20 sampai 25 persen dari total jumlah energi yang biasa diberikan, sedangkan lemak perlu dibatasi. Bila terpaksa menggunakan lemak, pilih jenis lemak yang mengandung jenis asam lemak tak jenuh. Pemberian lemak atau minyak perlu dipertimbangkan dengan teliti.

Lemak yang berlebihan dapat menimbulkan rasa mual, rasa tidak enak di ulu hati dan muntah karena tekanan dari dalam lambung meningkat. Makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh secukupnya merupakan pilihan tepat, sebab lemak jenis ini lebih mudah dicerna. Porsi makanan diberikan dalam porsi kecil tapi sering. Dan kebutuhan zat gizi, jenis energi yang dikonsumsi harus disesuaikan berat badan dan umur penderita. “Jenis dan bentuk makanan, sebaiknya penderita gastritis menghindari makanan yang bersifat merangsang, di antaranya makanan berserat dan penghasil gas maupun mengandung banyak bumbu-bumbu. Perlu memperhatikan teknik memasaknya, direbus, dikukus, atau dipanggang lebih dianjurkan. Sebaliknya, menggoreng makanan tidak dianjurkan,” terangnya.

Agar Terhindar Maag Saat Puasa

1. Harus sahur
2. Hindari makanan yang bersifat asam, terutama saat sahur
3. Jika ingin minum susu waktu sahur, sebaiknya yang low fat.
4. Hindari kopi pada saat sahur, karena kopi meningkatkan metabolisme beriringan dengan meningkatkan sekresi asam lambung .
5. Berbuka puasa segera

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Batam di +62 813 6431 7777 atau 0778-431777 ext 1991/1992. Semoga bermanfaat.

Ilustrasi oleh freepik exclusive vectors

Bagikan ke :