Cegah Stroke Dengan Hidup Sehat

Banyak dari Anda pasti sudah mengetahui apa itu penyakit stroke. Namun, beberapa dari Anda mungkin masih tidak memahami dengan benar mengenai penyakit ini. Pencegahan penyakit stroke dimulai dari mengenal gejala-gejalanya. Ada beberapa tanda atau gejala saat seseorang terserang stroke. Bisa jadi gejala-gejala ini berlangsung bebarengan, bisa juga tidak.

Pencegahan Penyakit Stroke: Kenali Gejalanya

Beberapa gejala itu antara lain hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau satu sisi tubuh, kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh, hilangnnya sebagian penglihatan atau pendengaran, penglihatan ganda, pusing, bicara tidak jelas (pelo), sulit memikirkan atau mengucapkan dan kata-kata yang tepat, tidak mampu mengenali bagian dari tubuh, pergerakan yang tidak biasa, hilangnya engendalian terhadap kandung kemih, ketidakseimbangan atau terjatuh, pingsan.

Sehingga dengan semakin tingginya angka penderita stroke ini, membuat kita harus tetap waspada. Adapun pengetahuan tentang stroke maupun gejalanya bisa dipelajari sedini mungkin. Menurut dr. R. Hadi Sirwandanu, SpBS tanda – tanda awal stroke bisa diketahui dengan memahami metode F.A.S.T yaitu Face (F) artinya merasakan kelemahan / kelumpuhan pada wajah, Arms (A) artinya mengalami kelemahan pada salah satu sisi lengan/tangan, Speech (S) artinya mengalami kesusahan bicara (biasa disebut pelo), dan yang terakhir Time (T) artinya segera membawa ke rumah sakit terdekat.

“Pada jaman seperti saat ini stroke tiak hanya dialami oleh usia lanjut, melainkan sudah menjamah pada usia produktif, bahkan pasien termuda yang pernah saya tangani berusia 25 tahun. Oleh karena itu diperlukan pola hidup yang sehat untuk menghindari serangan stroke sejak dini,” kata dr. Hadi.

Pencegahan Penyakit Stroke: Kontrol Gaya Hidup

Dr. Brain Gantoro, SpGK juga memberikan penjelasan yang sama tentang stroke, ia mengatakan faktor utama penyebab penyakit ini adalah diet yang tidak sehat/pola makan tidak teratur, ketidakaktifan fisik/kurang oleahraga, merokok, dan stress. Untuk pencegahan penyakit stroke sendiri dapat melakukan pola makan yang sehat seperti meningkatkan sayuran dan buah, pilih makanan tinggi serat, makan ikan minimal 2 kali seminggu, batasi kolesterol, pilih daging serat, menggoreng dengan minyak bebas asam lemak trans atau rendah lemak jenuh, pilih makanan rendah lemak, kurangi gula dalam makanan dan minuman, serta pilih makan rendah garam,” kata dr, Brain.

Pengobatan Penyakit Stroke Menurut Dokter Rumah Sakit Awal Bros

Ada dua modalitas terapi stroke iskemik yang menjadi rekomendasi internasional, yaitu trombolisis dan trombektomi. Trombolisis adalah tindakan pemberian obat pengencer darah (Alteplase atau r-TPA). Obat ini berbentuk cairan infus yang bekerja dengan cara melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah otak. Terapi ini efektif untuk stroke yang terjadi kurang dari 4,5 jam.

Sedangkan trombektomi adalah tindakan kateterisasi pembuluh darah (endovascular mechanical thrombectomy). Prosedur trombektomi ini dapat mengeluarkan bekuan darah dari pembuluh darah otak yang tersumbat, sehingga aliran darah menjadi lancar kembali. Tindakan trombektomi dilakukan di ruang kateterisasi (cath lab), dengan pasien dalam kondisi sadar (cukup dengan bius lokal). Umumnya tindakan ini memakan waktu 60-90 menit. Trombektomi harus dikerjakan secepatnya begitu seseorang terkena gejala stroke. Karena tindakan ini akan kurang efektif ketika serangan stroke sudah lewat dari 8-12 jam.

Trombektomi memiliki banyak kelebihan dibanding pilihan terapi stroke akut lain, misalnya trombolisis (obat infus pengencer darah). Karena selain lebih efektif, tindakan trombektomi juga tidak memerlukan obat pengencer darah dosis tinggi, sehingga lebih aman dari risiko perdarahan. Trombolisis dan Trombektomi adalah modalitas terapi terkini untuk mengatasi serangan stroke iskemik. Namun keduanya hanya tersedia di rumah sakit yang memiliki fasilitas stroke center. Dan pengobatan ini hanya dapat dilakukan pada beberapa jam pertama ketika seseorang terkena serangan stroke.

 

Artikel terkait:

Bagikan ke :