Pola hidup buruk picu jantung koroner

Penyakit jantung menjadi momok menakutkan bagi orang banyak. Pola hidup yang buruk terbukti memicu penyakit jantung koroner. Salah satu metode pengobatan penyakit jantung koroner adalah dengan operasi bedah jantung. Dokter bedah thorax dan kardiovaskular dr. Victor Jesron Nababan mengatakan penyebab penyakit jantung koroner adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti malas beraktivitas atau malas berolahraga, serta konsumsi makanan yang tinggi lemak, selain itu juga ada penyakit penyakit faktor resiko, dari penyakit jantung koroner. Seperti kencing manis atau diabetes, hipertensi dan penyakit dyslipidemia yang berhubungan dengan lemak di dalam darah. “Kadang kolesterolnya tinggi, ini salah satu faktor penyebab jantung koroner,” ucapnya.

Penyakit jantung koroner ini sangat banyak, dilihat dari data statistic konferensi dan data dari departemen kesehatan (DEPKES) dari yang dipelajari tercatat ada 22.000 penderita penyakit jantung koroner di Kepri. Ada beberapa pilihan untuk menyembuhkan penyakit jantung koroner. Jika penyumbatannya tidak signifikan atau hanya 20% pengobatan dapat dilakukan dengan mencegah jangan sampai terjadi penambahan penyempitan. Jika penyumbatan sampai 50% bisa diantisipasi dengan pemasangan ring. Kemudian jika penyumbatan sudah sangat akut atau misalnya sudah terkena pembuluh darah, maka jalan yang ditempuh dengan operasi jantung

Operasi bypass jantung adalah sebuah tindakan untuk membuat jalan pintas melewati pembuluh darah jantung yang tersumbat. Supaya aliran darah sampai ke otot-otot jantung yang akan memompa ke seluruh tubuh. “Setelah operasi ini tingkat keberhasilannya tinggi, misalnya pasien sebelumnya sering nyeri dada, setelah proses pemulihan 12 minggu. Supaya cepat ada latihannya yakni dengan rehabilitasi medik,” ucapnya.

Persiapan Operasi Bedah Jantung di Rumah Sakit Awal Bros

Saat melakukan operasi bedah jantung, tak hanya dokter spesialis bedah saja yang berperan, namun ada dokter lainnya atau tim yang ikut melakukan bedah jantung, salah satunya dokter spesialis Anestesi yang bertugas sebelum pasien dioperasi, saat operasi dan setelah operasi.

“Kita cek jantung apakah berdetak dengan baik dan darah mengalir. Persiapan sebelum operasi seperti anestesi pada umumnya, persiapan alat, kebersihan pasien, dan obat obatan, “kata Doker Anestesi konsultan thorax kardiovascular RS Awal Bros Batam dr. Rudy Yuliansyah, SpAn-KAKF. Persiapan obat obatan yang dipakai merupakan obat bius. Persiapan operasi ini dilakukan operasi apa saja termasuk operasi bedah jantung.

”Dokter akan bertemu dengan pasiennya, menanyakan yang dikeluhkan pasien, diperiksa jantungnya lalu di cek untuk mengetahui penyakit apa lalu menyiapkan pasien dan menyimpulkan tindakan anestesi apa yang dilakukan untuk pasien dan berkordinasi dengan dokter spesialis penyakit tersebut” ujarnya.

Tugas dokter anestesi memastikan pada saat operasi untuk bedah jantung strategi dilakukan sesuai diagnosa dan keluhan pasien, peralatannya pun dilakukan sesuai dengan kondisi jantungnya. Disarankan sebelum operasi, bagi pasien yang merokok diminta berhenti dahulu, karena berdampak pada paska operasi. “Alatnya bisa tak bisa dicabut, dahaknya tidak bisa keluar, lalu dilakukan treatment, baru bisa dicabut,” jelasnya.

Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah merupakan salah satu keunggulan Rumah Sakit Awal Bros. Lakukanlah pemeriksaan jantung untuk meminimalisir terjadinya penyakit jantung atau untuk pengobatan jantung koroner serta terapi stroke. Pusat Layanan Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Awal Bros didukung oleh dokter jantung serta dokter bedah jantung handal untuk melakukan operasi jantung, serta angiografi (kateter jantung). Untuk pencegahan, kami memfasilitasi pemeriksaan fisik jantung melalui tes treadmill jantung, EKG (elektrofisiologi)pemeriksaan jantung elektrofisiologi. Rumah Sakit Awal Bros juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis jantung. Temukan jadwal dokter jantung kami di sini.

 

Artikel terkait:

Bagikan ke :