Cegah Kanker Serviks

Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kanker serviks lebih besar dibandingkan seharusnya. Cegah kanker serviks dengan mengenali faktor-faktor tersebut. 

Berdasarkan data histopatologik Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI Kanker di Indonesia Tahun 2001, diperkirakan di Indonesia sebanyak 20 perempuan meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Kanker Serviks merupakan kanker pembunuh perempuan nomor 1 di Indonesia. Dr. Meutia Ria Octaviana, SpOG, Mkes – Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang akan menjelaskan bagaimana cara mencegah kanker serviks.

Kanker serviks atau kanker rahim ini bisa berisiko menyerang setiap wanita tanpa memandang usia dan gaya hidup. Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Biasanya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal dan gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar. Bagaimana dampak kanker serviks pada perempuan? Biasanya wanita yang terkena kanker serviks ini berada pada usia reproduktif 30-50 tahun.

Tentunya kanker serviks akan mengganggu kualitas hidup baik psikis, fisik dan kesehatan sosial. Sehingga akan menimbulkan dampak sosial dan ekonomi (secara finansial) dan akan berpengaruh pada perawatan, pendidikan anak dan suasana kehidupan keluarga. Dokter Meutia Ria Octaviana, SpOG, Mkes, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan, mengatakan bahwa 99,7% Kanker Serviks disebabkan oleh HPV onkogenik (penyebab kanker). HPV 16 & 18 merupakan penyebab utama pada 70 % kasus kanker serviks di dunia.

Cegah Kanker Serviks: Kenali Faktor Risikonya

Terdapat faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kanker serviks lebih besar dibandingkan seharusnya. Yakni jika seorang wanita menikah di usia di bawah 20 tahun atau melakukan hubungan seksual sebelum usia 20 tahun. Faktor lainnya misalnya melahirkan lebih dari 3 kali, berganti-ganti pasangan seksual, hingga merokok. Kanker serviks merupakan kanker yang dapat ditularkan melalui kontak kulit kelamin karena perpindahan HPV. Menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual adalah pilihan yang bijaksana untuk cegah kanker serviks, namun tidak sepenuhnya melindungi perempuan dari infeksi HPV.

Cegahan Kanker Serviks Dengan Vaksinasi

“Pencegahan primer kanker serviks dapat dilakukan melalui edukasi dan vaksinasi. Sedangkan pencegahan sekunder kanker serviks berupa melakukan skrining yaitu melakukan Pap smear atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat),” ujar Dokter Meutia.

Vaksin HPV menargetkan HPV tipe 16 & 18 dan ditujukan untuk perempuan usia 10-55 tahun. Dengan mencegah penularan kedua tipe tersebut, vaksin sudah mencegah lebih dari 70% kasus kanker serviks. Hal ini disebabkan karena mayoritas kanker serviks yang terjadi adalah karena kedua virus tersebut. Vaksin HPV terbukti efektif mencegah infeksi HPV onkogenik 16 dan 18. Pemberian Vaksin HPV adalah dengan tiga kali suntuk (3 dosis) yakni pada bulan ke-0, bulan ke-1, serta bulan ke-6.

“Vaksinasi sangat baik apabila dilakukan bersamaan dengan skrining. Vaksinasi dengan skrining bersama-sama dapat mengurangi kejadian kanker serviks secara efektif,” terang dokter spesialis obgyn tersebut.

 

Ilustrasi gambar oleh rawpixel

Bagikan ke :