Hipertensi Dalam Kehamilan

Hipertensi adalah masalah medis yang umum ditemui selama kehamilan. Inilah yang perlu diketahui ibu hamil agar lebih meningkatkan kesadaran merawat diri. Penyakit Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK) adalah salah satu penyebab kesakitan dan kematian ibu mau  pun janin. Kira-kira 15-25% wanita yang didiagnosis awal dengan hipertensi dalam kehamilan akan mengalami Pre-Eklamsia Berat (PEB). Sulit memprediksi yang mana akan mengalami PEB.

Dr. Meutia Ria Octaviana, Sp.OG, M.Kes – Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Rumah Sakit Awal Bros Tangerang menjelaskan bahwa hipertensi dalam kehamilan adalah penyakit yang harus diwaspadai. Dengan penanganan yang baik, hipertensi tidak akan berkembang atau membahayakan, dan dapat hilang setelah kelahiran. Namun jika dibiarkan, hipertensi saat hamil bisa membahayakan.

Klasifikasi Hipertensi Dalam Kehamilan

Ada beberapa jenis hipertensi dalam kehamilan, antara lain hipertensi kronik, hipertensi kronik dengan preeklamsia, hipertensi gestasional, preeklamsia dan eklamsia.

  • Hipertensi kronik. Didapatkan sebelum kehamilan, usia kehamilan < 20 minggu, dan tidak menghilang setelah 12 minggu pasca persalinan.
  • Preeklamsia-eklamsia. Hipertensi dan proteinuria yang didapat setelah usia kehamilan 20 minggu.
  • Hipertensi kronik dengan preeklamsia. Hipertensi kronik ditambah proteinuria.
  • Hipertensi gestational. Timbulnya hipertensi pada kehamilan yang tidak disertai proteinuria hingga 12 minggu pasca persalinan.

Gejala Hipertensi Dalam Kehamilan

Berikut adalah tanda-tanda hipertensi dalam kehamilan. Konsultasikan pada dokter kandungan Anda apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut:

  1. Ditemukannya kelebihan protein dalam urin (proteinuria) atau tanda-tanda tambahan masalah ginjal.
  2. Sakit kepala yang parah.
  3. Perubahan penglihatan, penglihatan menjadi kabur atau sensitivitas cahaya.
  4. Nyeri pada perut bagian atas, biasanya di bawah tulang rusuk Anda di sisi kanan.
  5. Mual atau muntah.
  6. Urin dari buang air kecil menurun.
  7. Penurunan kadar trombosit dalam darah.
  8. Gangguan pada fungsi hati.
  9. Sesak napas, hal ini disebabkan oleh cairan di paru-paru.
  10. Kenaikan tiba-tiba pada berat badan dan pembengkakan (edema), khususnya di wajah dan tangan, sering menyertai preeklampsia. Tapi hal-hal ini juga terjadi di banyak kehamilan normal, sehingga kadang tidak dianggap sebagai tanda-tanda preeklampsia.

Hipertensi dan Pre Eklampsia

Hipertensi adalah timbulnya desakan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg, diukur 2x selang 4 jam setelah penderita istirahat. Sedangkan Pre Eklampsia Ringan adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. Kriteria diagnostik pre eklampsia ringan:

  • Desakan darah ≥140/90 mmHg – < 160/110 mmHg
  • Proteinuria +1 atau 300 mg/24 jam jumlah urine

Pre Eklamsia Berat adalah preeklamsia dengan tekanan darah sistolik ³160 mmHg dan tekanan darah diastolic ³ 110 mmHg disertai proteinuria yang diukur secara kualitatif sebesar +2 persisten atau lebih (gr/liter).

Gejala dan tanda:

  • Sistolik ≥ 160 mmHg, diastolik ≥ 90 mmHg
  • Proteinuria : ≥ 5 gr/jumlah urine 24 jam atau +4
  • Oliguria (< 400-500cc/24 jam)
  • Kreatinin serum meningkat
  • Edema paru & cyanosis
  • Nyeri epigastrium & nyeri kuadran atas kanan abdomen
  • Gangguan otak & visus
  • Gangguan fungsi hepar
  • Hemolisis mikroangiopatik
  • Trombositopenia

Eklamsia adalah preeklamsia yang disertai dengan kejang tonik-klonik disusul dengan koma. Sebagian kecil wanita dengan eklamsia memiliki tekanan darah yang normal/pre-eklamsia ringan.

Asal Mula Hipertensi Dalam Kehamilan – Pre eklampsia

  • Terjadi perubahan pada end organ (spasme vaskuler, perdarahan dan nekrosis)
  • Perfusi plasenta berkurang hingga janin mengalami kekurangan nutrisi dan hipoksia hingga terjadi PJT (Pertumbuhan Janin Terhambat)
  • Peningkatan curah jantung
  • Peningkatan volume cairan ekstraseluler
  • Hemokonsentrasi
  • Filtrasi glomeruli berkurang  oligouria –anuria
  • Terganggunya faktor pembekuan Disseminated Intravascular Coagulopathy (DIC)
  • Gangguan keseimbangan elektrolit

Komplikasi Hipertensi Dalam Kehamilan

  • Edema serebri hingga Kejang (eklamsia)
  • Perdarahan serebral hingga Koma lama
  • Sindroma HELLP hingga DIC
  • Abruptio placentae hingga Syok hemoragik
  • Edema pulmonum hingga Gagal napas
  • Oligouria, anuria – Kegagalan ginjal akut
  • Edema kapsula glisoni, ruptur hepar – Perdarahan Intra Abdominal
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Edema sampai perdarahan retina
  • Gangguan penglihatan sampai kebutaan

Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Rumah Sakit Awal Bros. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Rumah Sakit Awal Bros memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Rumah Sakit Awal Bros juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan.

Ilustrasi gambar oleh freestocks.org

Artikel terkait:

 

Bagikan ke :