Manfaat Mengetahui Usia Kehamilan

Tidak semua ibu hamil bisa menghitung usia kehamilannya, apalagi pada kehamilan pertamanya. Meski terkesan sepele, namun mengetahui usia kehamilan merupakan hal penting bagi Ibu. Dokter Ita Rosita, Sp.OG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi memaparkan manfaat menghitung usia kehamilan, seperti:

Memantau perkembangan janin. Menghitung usia kehamilan tidak hanya berguna untuk mengetahui umur janin. Lebih dari itu banyak manfaat yang bisa para Ibu dapatkan bila rutin menghitung usia kehamilan. Salah satunya yakni dapat memantau perkembangan janin jika ada yang tidak normal. Setelah Ibu mengetahui usia janin, tentunya para ibu juga tahu perkembangannya apa saja yang sudah bisa dilakukan oleh janin. Misalnya, saat usia kandungan memasuki trimester kedua, janin sudah bisa bergerak. Selain itu kita juga bisa mengetahui lebih cepat tanda-tanda normal atau tidak normal terkait perkembangan janin yang dikandung.

Perisapan cuti kehamilan. Bagi para Ibu yang bekerja bisa memperkirakan untuk pengajuan cuti melahirkan jauh-jauh hari. Sehingga Ibu akan lebih tenang dan nyaman saat proses melahirkan nanti karena tidak diganggu oleh tumpukan pekerjaan kantor. Sebaiknya, Ibu mengajukan cuti melahirkan satu minggu sebelum hari perkiraan lahir (HPL).

Belanja peralatan bayi. Ketika kehamilan sudah memasuki usia delapan bulan, para Ibu sudah bisa mencicil untuk membeli perlengkapan bayi.

Utamakan Hitungan Per Minggu. Dokter Ita Rosita mengatakan bahwa tidak sedikit para ibu bingung dalam menentukan usia kehamilan yaitu berdasarkan minggu atau bulan. “Menghitung usia kehamilan dalam minggu dapat memberikan yang terbaik untuk si buah hati sesuai dengan usianya,”ujar Dokter Ita Rosita – Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi. Bahkan, bila penasaran dengan perkembangan janin tiap minggunya, para Ibu dapat mencari tahu dengan membaca buku tahapan perkembangan janin. Perlu diketahui, usia kehamilan dikatakan cukup bulan pun bila berada pada usia 37 minggu sampai 40 minggu.

Ragam Cara Menghitung Usia Kehamilan

Ada beberapa metode yang digunakan untuk menghitung usia kehamilan, seperti:

  1. Metode Kalender
    Menghitung usia kehamilan dengan cara manual dapat dilakukan dengan menghitung Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan lama siklus haid rata-rata setiap bulannya. Tanpa data tersebut, tentu Ibu tidak akan bisa menghitung usia kehamilan menggunakan aplikasi ponsel. Metode yang paling sering digunakan dokter kandungan untuk menentukan usia kehamilan dan HPL, yakni Naegele. Pertama tentukanlah HPHT, lalu gunakan rumus: HPL = HPHT + 7 (tanggal), HPHT – 3 (bulan), HPHT + 1 (tahun)
    Untuk bulan yang tidak bisa dikurangi dengan 3 (Januari, Februari, Maret) maka rumusnya adalah + 9 untuk mengetahui bulannya dan untuk tahunnya tidak usah diubah.
  2. Metode Tinggi Fundus Uteri
    Bagian atas rahim terletak di antara tuba fallopi yang disebut fundus. Cara menghitung usia kehamilan dengan metode tinggi fundus uteri ini bisa dilakukan menggunakan jari dan tali pengukur. Metode ini relatif lebih mudah dari metode lainnya. Pertama, tentukan dimana letak tulang kemaluan perempuan. Kemudian lakukan pengukuran menggunakan dua jari sebagai satuan ukurannya (jari telunjuk atau tengah), mulai dari tulang kemaluan sampai puncak rahim, maka bisa dipastikan usia kehamilannya makin tua. Selain jari, bisa juga dengan tali ukur yang biasa digunakan penjahit. Tujuan tali ukur ini yaitu agar talinya bisa melekuk sesuai dengan bentuk perut Ibu.
  3. Metode Pemeriksaan USG
    Dengan metode secara medis ini, maka penentuan usia janin dan perkembangannya bisa diperkirakan secara akurat. Ada tiga cara yang biasa digunakan saat pemeriksaan USG untuk menentukan usia kehamilan, yaitu:

    • Gestatinal Sac (GS), dengan cara mengukur diameter kantong kehamilan. GS baru bisa dilakukan jika usia kehamilan sudah berusia 6-12 minggu.
    • Crown Rump Length (CRL), mengukur jarak antara kepala dan bokong janin. Metode ini bisa dilakukan pada usia kehamilan 7-14 minggu.
    • Biparietal Diameter (BPD), setelah usia janin lebih dari 12 minggu, baru usia kehamilan bisa diperhitungkan dengan metode BPD. Caranya dengan mengukur besar diameter kepala janin. Metode ini digunakan untuk mengontrol kondisi dan perkembangan janin di dalam kandungan.

Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Rumah Sakit Awal Bros. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Rumah Sakit Awal Bros memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Rumah Sakit Awal Bros juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan.

Ilustrasi gambar oleh Ashton Mullins

Artikel terkait:

 

Bagikan ke :