Pemeriksaan Awal Kehamilan

Kehamilan menjadi hal yang menyenangkan sekaligus masa yang rentan. Sebab itu perlu untuk menjaga kesehatan bagi ibu dan janin dalam kandungannya dengan melakukan pemeriksaan kehamilan. Untuk meneruskan garis keturunan, para pasangan pun biasanya melakukan program hamil setelah menikah. Meskipun sebaiknya pemeriksaan kesehatan dan kandungan harus dilakukan sejak sebelum menikah. Hal ini dikarenakan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kandungan tersebut agar dapat ditangani sedini mungkin bila terjadi gangguan kesehatan dan kandungan menjelang program kehamilan.

Dr. Ana Maria, Sp.OG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur menjelaskan bahwa pada awal kehamilan sebaiknya dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan yang dianjurkan adalah pemeriksaan darah rutin atau darah lengkap, pemeriksaan urinelengkap dan juga pemeriksaan opsional seperti HIV/AIDS, VDRL, TORCH. Pemeriksaan laboratorium bertujuan untuk mempersiapkan masa kehamilan yang sehat dan mengetahui resiko bilamana ada gangguan sehingga dapat dilakukan pencegahan yang tepat.

“Jadi pemeriksaan di awal kehamilan ini dapat memperkecil resiko gangguan lainnya yang sekiranya bisa menghambat masa kehamilan. Biasanya dokter menganjurkan pemeriksaan laboratorium dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pada masa kehamilan trimester pertama, kedua dan ketiga,” jelasnya.

Pemeriksaan Kehamilan

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur, Dr. Ana Maria, Sp.OG mengatakan ketika sang ibu melakukan program hamil dan mengalami keterlambatan datang bulan. Saat ini alat test pack untuk test kehamilan ini memang sudah memadai, tetapi tes dengan alat test pack ini tidak bisa menentukan apakah kehamilan di dalam atau di luar rahim, hamil anggur atau hamil normal dan patologis lainnya.

Menurut Dokter Ana Maria, test kehamilan sebaiknya dilakukan bilamana sudah terlambat haid selama 2 minggu, dan dihitung dari hari pertama haid terakhir. “Test kehamilan itu bila menunjukkan tanda positif pasti hamil, tapi test kehamilan dengan tanda negatif belum tentu tidak hamil,” ujar Dokter Ana Maria.

Untuk memastikannya Dokter Ana Maria menyatakan bahwa dapat dilakukan pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) bila sudah terlambat haid dua minggu. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui kehamilan tersebut di dalam atau di luar kandungan. “Kehamilan normal atau patologis (hamil anggur, tidak ada janin dsb), juga bisa mendeteksi adanya kelainan seperti myoma atau kista,” tandas Dokter Ana Maria.

Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Rumah Sakit Awal Bros. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Rumah Sakit Awal Bros memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Rumah Sakit Awal Bros juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan.

Ilustrasi Gambar: Vasi Bob

Artikel terkait:

 

Bagikan ke :