Plasenta Akreta Dalam Kehamilan

Kehamilan adalah masa yang sangat dinantikan bagi setiap wanita setelah pernikahan. Ketika sang ibu hamil, banyak hal yang harus diketahui untuk menjaga kehamilan agar tetap sehat hingga persalinan tiba. Salah satu yang sering dialami oleh ibu hamil adalah plasenta akreta. Kondisi ini menyebabkan plasenta sulit dikeluarkan pada proses akhir persalinan.

Apakah plasenta akreta ini berbahaya bagi ibu hamil? Dr. Ana Maria, Sp.OG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur menjelaskan bahwa Plasenta akreta merupakan bagian dari plasenta adhesiva, yang mana plasenta adhesiva adalah penempelan abnormal plasenta ke dinding rahim yang disebabkan oleh pembuluh darah dan bagian lain plasenta tumbuh terlalu dalam atau melewati dinding rahim.

Saat seorang wanita melahirkan, normalnya setelah lahir bayi plasenta akan terlepas dengan sendirinya dari dinding rahim. Namun, pada kasus plasenta akreta, sebagian atau seluruh plasenta tidak dapat lepas bahkan melekat kuat pada dinding rahim. “Hal ini dapat menyebabkan perdarahan massif karena rahim tidak dapat berkontraksi hingga bisa menimbulkan kematian,”ujar Dokter Ana Maria.

Kita dapat mengetahui seseorang tersebut menderita plasenta akreta atau tidak dengan melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). USG ini lebih sering dipilih untuk mendiagnosa plasenta akreta dibandingkan MRI dikarenakan lebih tersedia, lebih murah dan tidak invasif.

Penyebab Plasenta Akreta pada kehamilan

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur, dr. Ana Maria, Sp.OG bahwa sampai saat ini belum diketahui secara pasti faktor penyebab plasenta akreta, diduga kondisi dinding rahim yang tidak normal oleh berbagai kondisi adalah penyebabnya.

Plasenta akreta termasuk dalam plasenta adhesiva, sementara itu plasenta adhesiva terbagi menjadi 3 berdasarkan derajat invasinya :

  1. Plasenta akreta : plasenta melekat pada otot polos rahim/myometrium (75%)
  2. Plasenta inkreta : plasenta menembus myometrium (18%)
  3. Plasenta perkreta : plasenta menembus dinding luar rahim bahkan sampai ke organ sekitar terutama kandung kemih (7%)

Yang paling berbahaya tentu saja plasenta perkreta karena merupakan derajat paling tinggi dari plasenta adhesiva dan sudah menembus dinding luar rahim sampai pada organ sekitar rahim.

“Tindakan yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi biasanya pada beberapa kasus plasenta akreta dapat dilakukan kuret pasca persalinan. Tetapi bilamana perdarahan tidak teratasi dengan dilakukan kuret atau derajatnya sudah lebih tinggi seperti pada plasenta inkreta dan plasenta perkreta biasanya akan dilakukan tindakan pengangkatan rahim (histerektomi),” terangnya.

Pencegahan Plasenta Akreta

Dokter Ana Maria mengatakan kalau sampai saat ini belum ada cara spesifik untuk mencegah munculnya sindrom ini, hanya bisa dideteksi lebih awal dengan USG dan faktor risiko. Jika seorang ibu yang menderita plasenta akreta untuk merencanakan kehamilan dapat dilakukan kuret sehingga masih bisa hamil lagi. Tetapi pada kasus yang lebih berat seperti plasenta inkreta dan plasenta perkreta biasanya dilakukan operasi pengangkatan rahim (histerektomi) sehingga tidak bisa hamil lagi.

Biasanya plasenta akreta baru diketahui ketika kesulitan melahirkan plasenta (plasenta tidak bisa lepas dengan sendirinya). Jika plasenta akreta diketahui lebih awal saat kehamilan, maka sebisa mungkin tidak dilakukan persalinan normal dan dipersiapkan kelahiran melalui operasi caesar saat bayi sudah cukup bulan. Pada kasus plasenta inkreta dan plasenta perkreta akan dilakukan operasi caesar sekaligus pengangkatan rahim (caesar histerektomi). “Kehamilan dengan plasenta akreta/inkreta/perkreta merupakan kehamilan dengan risiko amat tinggi, penanganannya harus komprehensif oleh dokter spesialis dari berbagai bidang (kandungan, anestesi, anak, urologi, bedah, radiologi) dan di Rumah Sakit yang memiliki sarana lengkap (kamar operasi yang siap 24 jam, bank darah, NICU dan ICU),” kata Dokter Ana Maria.

Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Rumah Sakit Awal Bros. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Rumah Sakit Awal Bros memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Rumah Sakit Awal Bros juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan.

Ilustrasi gambar: Heather Mount

Artikel terkait:

 

Bagikan ke :