Art Therapy: Aktivitas seni untuk meningkatkan kesehatan mental

Penyebaran Covid-19 telah mengubah kehidupan kita dari berbagai macam aspek. Situasi saat ini membuat kita harus lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Hal tersebut berarti banyak aktivitas di luar rumah kita yang dibatasi, seperti tidak bisa bekerja atau sekolah seperti biasa, berkumpul bersama teman-teman, dan pergi berekreasi. Kemudian, kondisi ini diperparah lagi dengan tidak adanya kejelasan kapan situasi ini akan berakhir, sehingga berpengaruh bagi kesehatan mental seseorang. Untuk menjaga kesehatan mental, banyak orang mencoba cara-cara kreatif agar mereka mengisi waktu mereka selama di rumah saja misalnya dengan memasak, membaca buku, menonton film, berolahraga, dan termasuk membuat karya seni.

Aktivitas seni bukanlah hanya kegiatan untuk mengisi waktu luang, melainkan juga memiliki dampak secara psikologis bagi yang melakukannya. Kegiatan seni yang dilakukan, oleh kebanyakan orang, biasanya ditujukan sebagai wadah ekspresi diri. Namun, ketertarikan kita dalam melakukan kegiatan tersebut digerakkan oleh dorongan-dorongan bawah sadar kita yang membuat dorongan tersebut tersalurkan dengan tepat dan membuat diri lebih nyaman lagi. Berdasarkan riset-riset ilmiah, seni merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, seni sering juga digunakan sebagai media untuk melakukan terapi psikologis yang lebih sering dikenal sebagi ‘Art Therapy’.

Apa itu art therapy?

Art therapy merupakan kombinasi antara teknik-teknik terapi psikologis dan proses kreatif untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang. Tujuan dari art therapy adalah untuk memanfaatkan proses kreatif untuk membantu seseorang mengeksplorasi diri, sehingga nantinya akan membantu orang tersebut dalam menghadapi permasalahan. Jadi, kita tidak perlu memiliki bakat atau kemampuan seni untuk terlibat dalam terapi ini, serta ini bisa dilakukan oleh segala usia. Teknik-teknik yang biasa digunakan biasanya seperti menggambar, melukis, mewarnai, memahat, membuat kolase, atau menari. Selagi mengerjakan suatu karya seni, kita menganalisis apa yang telah dikerjakan dan bagaimana perasaan kita terhadap pekerjaan tersebut. Melalui seni, kita dapat melihat konflik dalam diri yang dialami sehingga mempengaruhi pikiran, emosi dan perilaku.

Untuk siapa?

Art therapy ini cocok bagi siapa saja yang saat ini merasa penuh tekanan dalam menjalani hidup. Melakukan aktivitas seni memberi kita ruang untuk mengatur ritme dan menggali lebih jauh permasalahan apa yang kita miliki. Art therapy dapat meningkatkan kesehatan mental pada orang-orang yang mengalami masalah dengan kecanduan, kecemasan, berduka, demensia, trauma, permasalahan dalam hubungan, dan masih banyak lagi. Selain itu, terapi ini bisa juga untuk menangani permasalahan psikologis terkait tumbuh kembang anak.

Manfaat Art Therapy

Meningkatkan kesejahteraan psikologis

Kaitan antara art therapy dan kesejahteraan psikologis sudah terbukti dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan. Art therapy terbukti dapat digunakan untuk menangani permasalahan-permasalahan seperti kecemasan dan depresi. Selain itu, pada orang-orang tanpa gangguan psikologis pun art therapy dapat membantu mereka dalam menjaga kesejahteraan psikologis.

Menemukan jati diri

Melakukan aktivitas seni dapat membantu seseorang untuk mengenali diri dan mengetahui perasaan yang tidak disadari.

Meluapkan emosi

Art therapy membantu orang-orang dalam mengekspresikan dan menyalurkan emosi dan ketakutan mereka. Emosi-emosi yang rumit seperti kesedihan, kemarahan, atau bahkan kebahagiaan terkadang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ketika emosi tersebut butuh untuk diekspresikan, membuat suatu karya seni dapat membantu memfasilitasi hal tersebut.

Berpikir inovatif

Kegiatan seni juga memiliki dampak pada peningkatan kemampuan berpikir inovatif dan pencapaian-pencapaian akademik.

Hidup berkesadaran penuh

Hidup berkesadaran penuh berarti menyadari pikiran dan perasaan yang dimiliki tanpa menghakiminya. Aspek kognitif dari seni dan kemampuan seseorang untuk memberikan fokus pada kegiatannya membuat aktivitas seni sebagai salah satu alat untuk hidup berkesadaran.

 

Dimana bisa melakukan art therapy?

Masyarakat sering bingung membedakan antara art therapy dan kelas-kelas seni. Pembedanya adalah kelas seni bertujuan untuk meningkatkan keterampilan atau menghasilkan suatu karya seni tertentu, sedangkan art therapy lebih mengenai memahami proses dalam diri seseorang.

Terapi ini dapat dilakukan oleh art therapist yang bersertifikat. Kemudian, art therapy ini juga dapat dilakuakan di biro psikologi atau rumah sakit yang memiliki psikolog dengan pendekatan art therapy.

Rumah Sakit Awal Bros Panam merupakan salah satu opsi rumah sakit dengan layanan psikologis yang dapat anda tuju. Anda akan ditangani oleh psikolog secara profesional meliputi layanan asesmen, konseling, hingga psikoterapi.

 

Narasumber:

Falah Farras Sadikanugraha, M.Psi.Psi

Psikolog – RS Awal Bros Panam

 

Sumber gambar : Freepic

Bagikan ke :