Atasi Tantrum Pada Anak

Orang tua sering menjumpai anak yang memiliki emosi tidak terkontrol seperti anak kerap menangis, menjerit atau berguling di tempat umum sebaiknya tidak perlu cemas. Biasanya hal ini dialami oleh para balita dan merupakan kemarahan sesaat.

Maryana selaku Psikolog Rumah Sakit Awal Bros Batam menjelaskan bahwa tantrum ini bukanlah suatu penyakit namun sebuah gangguan yang memerlukan penanganan khusus, misalnya saja dengan menerapkan pola asuh yang sesuai. “Tantrum adalah ledakan emosi dan kemarahan yang tidak terkendali pada anak-anak. Biasanya tantrum terjadi pada usia 1,5 – 2 tahun dan sebaiknya sudah hilang pada usia 4-5 tahun,”terangnya.

Kejadian tantrum pada anak disinyalir erat kaitannya dengan cara berkomunikasi pada anak tersebut. Anak dengan usia 1,5-2 tahun memiliki kendala bahasa yang belum lancar, sehingga anak belum bisa mengenali emosi yang dirasakannya. Peran orang tua sangat penting, ketika anak mulai tantrum dengan melakukan hal seperti nangis menjerit, berguling hingga memukul orang tua terlihat wajar dan normal namun orang tua harus bisa mencoba untuk menghentikan amukannya.

Tenang Hadapi Tantrum Jangan Mudah Terpancing Emosi

Cara atasi tantrum pada anak yang paling mudah adalah dengan menuruti kemauannya, namun itu menjadi kebiasaan yang tidak baik karena ia akan melakukan hal itu lagi . Bilamana sang anak sudah melewati usia 5 tahun tapi masih tantrum itu terjadi karena orang tua tidak memberikan disiplin. Atasi tantrum pada anak ini bisa dengan melakukan komunikasi yang baik pada anak dengan mencari tahu apa yang membuatnya seperti itu. Lakukan pujian bila ia berperilaku baik dan katakan kepada anak kalau Anda tidak menyukai perilakunya yang buruk.

Psikolog Rumah Sakit Awal Bros Batam, Maryana menyarankan bahwa orang tua harus memberikan disiplin dan konsistensi kepada anak. Dibutuhkan sikap tenang dalam menghadapi anak yang tantrum. “Kebanyakan orang tua tidak tega lalu memberi yang diinginkan anak atau orang tua marah melihat perilaku anak. Hal itu akan memperparah tantrum, sebab anak berfikir prilakunya efektif untuk meminta sesuatu,” kata Maryana.

Bagi orang tua yang menggunakan jasa pengasuh anak, Psikolog Rumah Sakit Awal Bros Batam ini menerangkan bahwa pendidikan anak tetaplah ada pada orangtuanya. Kendati orang tua sibuk namun perkembangan anak harus diketahui. “Latih para pengasuh untuk bisa menangani anak dengan cara yang sama dengan orang tua mendidiknya. Jangan sampai orang tuanya konsisten, pengasuhnya tak konsisten,” ujarnya. Jika tantrum tak juga selesai, maka diperlukan konsultasi dengan psikolog anak. Sehingga bisa sama – sama dicari permasalahannya.

Ilustrasi Gambar: Ryan Franco

Bagikan ke :