Waspadai Gejala Kanker pada Anak

Kanker bisa terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Jika tak segera mendapat penanganan yang tepat, tentu penyakit ini bisa sangat berbahaya bahkan mengancam jiwa.

 

Sayangnya, gejala kanker pada anak seringkali tak disadari oleh orang tua. Ditambah lagi, anak masih sulit menyadari jika terdapat gangguan kesehatan pada tubuhnya. Hal ini membuat gejala kanker pada anak cukup sulit untuk dikenali.

 

Namun, orang tua tetap harus belajar untuk mengenalinya agar dapat mendeteksi penyakit tersebut sedini mungkin. Jika perawatan kanker dilakukan sejak awal kemunculannya, maka dapat meningkatkan potensi keberhasilan perawatan.

 

Gejala kanker pada anak yang umum

 

Terdapat berbagai macam kanker yang bisa terjadi pada anak, tergantung pada organ yang diserang. Meski begitu, sebenarnya anak cukup jarang mengalami kanker. Namun, hingga saat ini belum ada tes spesifik yang dapat mendeteksi kondisi tersebut sejak dini.

 

Oleh sebab itu, orang tua harus mengetahui gejala kanker pada anak setidaknya secara umum. Adapun gejala kanker pada anak yang umum terjadi, antara lain:

  • Pucat terus menerus dan tak berenergi
  • Timbulnya pembengkakan atau benjolan secara tiba-tiba
  • Merasa sakit di area yang sama terus menerus
  • Mudah lebam dan berdarah
  • Sulit bergerak atau berjalan
  • Demam yang tak kunjung turun
  • Sering sakit kepala dan muntah
  • Tidak bisa melihat dengan jelas secara tiba-tiba
  • Berat badan turun dengan cepat dan tiba-tiba

Namun, gejala yang mungkin terjadi tak terbatas pada itu saja. Anak bisa saja menunjukkan gejala lain. Selain itu, gangguan lain seperti infeksi atau cedera juga dapat menimbulkan gejala yang mirip. Oleh sebab itu, jika anak mengalami kondisi yang serupa dengan gejala tersebut, sebaiknya periksakan anak Anda ke dokter untuk menemukan penyebab dan mendapat penanganan yang tepat.

 

Gejala kanker pada anak tergantung pada jenisnya

 

Dari sekian banyak jenis kanker, ada enam jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak. Kanker yang banyak menyerang anak-anak, di antaranya kanker darah, kanker mata, kanker saraf, kanker tulang, kanker nasofaring, dan kanker kelenjar getah bening. Berikut masing-masing gejala kanker tersebut:

  • Kanker darah

Kanker darah atau leukemia adalah gangguan pada produksi sel darah putih dalam tubuh. Beberapa gejala leukemia yang dapat terjadi pada anak, yaitu demam hingga menggigil, tak nafsu makan, nyeri tulang dan sendi, kelenjar getah bening bengkak, lemas, mudah lelah, napas pendek, pucat, berdarah tanpa sebab, muncul lebam-lebam, dan pembengkakan perut.

  • Kanker mata

Kanker mata atau disebut juga retinoblastoma umumnya muncul pada anak yang berusia di bawah 5 tahun. Ketika kanker ini menyerang, anak mungkin akan menunjukkan gejala seperti pupil mata berwarna putih, mata nampak seperti mata kucing, juling, area mata kemerahan, penglihatan buram, dan bola mata yang membesar serta meradang.

  • Kanker saraf

Kanker saraf atau neuroblastoma juga dapat terjadi pada anak-anak. Gejala yang dapat terjadi, di antaranya area perut atau leher bengkak, tak nafsu makan, gangguan perkembangan, nyeri tulang, demam, kelenjar getah bening bengkak, lemas, pucat, kaki lemah, sakit punggung, gangguan buang air, pendarahan sekitar mata, mata terlihat menonjol, kelopak mata turun satu sisi, mata kering, dan kelumpuhan.

  • Kanker tulang

Kanker tulang adalah salah satu jenis kanker yang cukup sering terjadi pada anak. Kanker ini disebut juga osteosarkoma, dan gejala yang muncul umumnya spesifik pada tulang. Gejala yang dapat terjadi jika anak menderita kanker tulang, yaitu nyeri tulang saat malam hari atau setelah beraktivitas, pembengkakan di area tulang yang nyeri dengan permukaan kulit yang merah dan terasa hangat, patah tulang secara tiba-tiba, sulit menggerakan anggota tubuh, area punggung terasa nyeri terus menerus, demam, pucat, cepat lelah, dan berat badan turun.

  • Kanker nasofaring

Nasofaring adalah bagian tenggorokan yang letaknya dekat dengan hidung. Ini merupakan bagian dari sistem pernapasan. Pada kanker nasofaring, anak dapat menunjukkan gejala seperti, kelenjar getah bening di leher membengkak, hidung mampet terus, sering mimisan, radang telinga tengah, telinga berdenging, sakit kepala, demam, tak bisa membuka atau menutup mulut, dan susah menelan.

  • Kanker kelenjar getah bening

Jika anak terkena kanker kelenjar getah bening, terdapat beberapa gejala dapat dapat Anda kenali, seperti pembengkakan pada ketiak, pangkal paha atau leher yang tak terasa sakit, sesak napas, demam, berkeringat di malam hari, lesu, nafsu makan turun, berat badan turun, dan tersumbatnya saluran pencernaan.

 

Hal yang harus dilakukan ketika gejala kanker pada anak muncul

 

Ketika gejala kanker pada anak muncul, tentu langkah pertama yang harus dilakukan, yaitu membawanya ke dokter. Anak dapat membawa anak ke dokter umum terlebih dahulu sebab gejala di atas belum tentu menandakan kanker.

 

Dokter pun dapat memberi perawatan untuk meredakan gejalanya terlebih dahulu. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa riwayat kesehatan anak secara menyeluruh.

 

Jika tubuh anak tidak merespon pengobatan yang diberikan, maka dokter bisa melakukan serangkaian tes untuk memastikan diagnosis penyakit yang diderita anak. Kemudian, jika dokter mencurigai gejala yang dialami anak adalah gejala kanker.

Dokter umum akan merujuk si Kecil untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis anak. Orang tua tentu tidak boleh menunda pemeriksaan sebab menunda pemeriksaan juga berarti menunda kesembuhan anak.

 

Sumber: https://www.sehatq.com/artikel/gejala-kanker-pada-anak-yang-perlu-dikenali-orangtua.

 

Bagikan ke :