Jangan Abaikan Tidur Mendengkur

Tidur merupakan suatu aktivitas normal yang dilakukan seseorang apabila tubuh terasa letih dan lemas akibat beraktivitas seharian. Sejatinya, kuantitas tidur normal yang dibutuhkan tubuh berkisar 8 hingga 9 jam dalam sehari. Berbicara mengenai tidur, pemikiran yang seringkali timbul di masyarakat awam ketika melihat seseorang tidur mendengkur sangat keras ialah karena kecapaian yang hebat.

Tidur mendengkur dapat menjadi pertanda tubuh dalam keadaan tidak sehat

Kebanyakan orang berpendapat bahwa kerasnya dengkur tidur seseorang diakibatkan oleh aktivitas yang sangat padat. Sehingga timbul persepsi ketika ada keluarga kita yang tidur mendengkur sangat keras kita akan membiarkan nya agar bisa beristirahat secara maksimal. Ternyata, perspektif tersebut hanyalah mitos belaka dan tidak terbukti secara medis. Malahan, kondisi mendengkur menjadi suatu pertanda tubuh dalam keadaan tidak sehat.

Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau tidur mendengkur dapat membahayakan kelangsungan hidup

Penyebab terjadinya dengkuran ini ialah getaran yang timbul diantara langit-langit lunak dan pilar yang membatasi rongga orofaring. Dengkur juga merupakan pertanda terjadi suatu sumbatan (obstruksi) pada sebagian saluran napas atas yang berasal dari usaha udara untuk melewati saluran yang menyempit tadi. Dengan begitu, jika ada teman, kerabat maupun pasangan yang mendengkur ketika tidur, jangan dibiarkan tapi harus dibangunkan. Karena, bisa jadi dengkuran ini merupakan suatu gejala penyakit Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang bisa membahayakan kelangsungan hidup seseorang.

Apa itu Obstructive Sleep Apnea (OSA)?

Henti nafas saat tidur atau istilah medisnya OSA (Obstructive Sleep Apnea) menjadi salah satu penyebab utama seseorang susah mendapatkan kualitas tidur yang maksimal. Pengertian OSA secara sederhana adalah terhentinya aliran udara pernapasan selama 10 hingga 45 detik akibat adanya penyumbatan di saluran pernapasan. Kondisi ini tidak akan disadari langsung oleh seseorang, namun dapat diketahui jika ada pasangan, teman, maupun keluarga yang menyadarinya.

Kenali gejala Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau tidur mendengkur

Gejala yang muncul akibat OSA ini ialah mendengkur dengan keras, sering mengalami henti napas dan kemudian terengah-engah, bernapas dengan berat dan berisik, kesulitan tidur di malam hari atau insomnia, berkeringat secara berlebihan di malam hari, sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

Sedangkan gejala yang muncul di siang harinya adalah rasa kantuk di siang hari, bangun dengan kondisi mulut kering atau tenggorokan terasa sakit, tidak merasa segar saat terbangun, merasakan sakit kepala setelah bangun tidur, konsentrasi dan daya ingat menurun, depresi, penurunan gairah seksual atau disfungsi ereksi pada pria, dan emosi yang tidak terkontrol.

Adapun penyebab terjadinya OSA ialah obesitas atau kegemukan. Seringkali dijumpai seseorang yang bertubuh gemuk atau besar akan mendengkur keras ketika tidur. Dan juga, kebiasaan buruk merokok juga bisa membuat saluran pernapasan terinfeksi akibat kandungan racun yang dibawa asap rokok.

Hati-hati, Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau tidur mendengkur dapat sebabkan serangan jantung hingga stroke

OSA bisa terjadi pada siapapun juga. Secara jenis kelamin, hasil studi Indonesia menunjukkan pria lebih sering mengidap OSA ketimbang wanita dengan angka perbandingan 7:1. Tidak hanya itu, OSA juga bisa terjadi pada anak-anak yang diakibatkan oleh pembesaran amandel (tonsil). Jika sudah begini, segeralah periksakan ke dokter karena akibat yang lebih fatal bisa saja terjadi. Seperti, menyebabkan hipertensi, serangan jantung hingga stroke.

Sleep Clinic layaknya terapi yang membantu pasien OSA untuk mengatasi penyumbatan yang terjadi saat tidur.

Tips Menghindari Tidur Mendengkur

  1. Jaga berat badan tetap normal. Berat badan berlebih atau obesitas bisa menjadi pemicu terjadinya OSA. Semakin besar bobot tubuh yang dimiliki maka bisa berpotensi mempersempit saluran pernapasan. Jika berat badan berlebih atau tidak ideal, segera berolahraga agar saluran pernapasan menjadi lebar dan mengurangi dengkuran.
  2. Hentikan kebiasaan merokok. Perokok aktif akan rentan diserang OSA karena kandungan racun yang ada pada rokok bisa menyebabkan pembengkakan atau iritasi pada saluran pernapasan, oleh karena itu bagi perokok segeralah berhenti karena bisa mempengaruhi kualitas tidur.

Pengobatan OSA dengan CPAP

Saat ini, RS Awal Bros Pekanbaru memiliki layanan Sleeping Clinic yang ditujukan bagi penderita OSA. Di Riau, layanan ini hanya bisa dijumpai di Rumah Sakit akit Awal Bros Pekanbaru. Layanan tersebut menggunakan peralatan medis bernama Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).

CPAP mudah digunakan, tidak bising, nyaman, praktis dan handal dan memastikan anda tidur nyenyak tiap malam. CPAP dilengkapi masker hidung yang dihubungkan ke mesin generator aliran udara. Nantinya, mesin ini akan memompa udara ke hidung atau mulut pasien guna memastikan saluran napas terbuka sepanjang malam. Melalui layanan ini pasien bisa lebih mendapatkan kualitas tidur dengan maksimal dan mengurangi resiko terserang OSA.

Setelah melakukan terapi menggunakan perangkat ini beberapa kali, selanjutnya akan dilakukan evaluasi sesuai tahapan nya. Jika memang tidak ada perubahan, maka akan diambil tindakan yang lebih serius lagi, yaitu Operasi.

Untuk informasi mengenai Sleep Clinic hubungi Customer Care RS Awal Bros Pekanbaru di 08117510599.

Ilustrasi gambar oleh The Creative Exchange

Narasumber :
Herman Darmawan, SpP
Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru

Artikel terkait:

Bagikan ke :