Perlemakan Hati? Jangan Sepelekan Penyakit Tersebut!

Perlemakan hati bisa dipicu minuman beralkohol dan junk food hingga berakibat sirosis sampai kanker hati. Namun kini sudah ada sebuah alat pendeteksi perlemakan hati yang hasilnya bisa diketahui dalam 10 menit. Dokter Spesialis Penyakit Dalam konsultan Gastrohepatologi RS Awal Bros Batam dr. Arif Koeswandi, SpPD-KGEH mengatakan, penyakit perlemakan hati atau hepatic steatosis merupakan akumulasi perkumpulan lemak di dalam jaringan hati lebih dari 5 persen.

Penyebab Penyakit Perlemakan Hati Menurut Dokter Spesialis Rumah Sakit Awal Bros

Jika perlemakan hati ini aktif berkembang menjadi fibrosis hati atau hatinya megeras kemudian berkembang menjadi sirosis hati atau hati yang mengkerut dan berakibat menjadi kanker hati. Perlemakan hati ini ada dua jenis penyebabnya karena alkohol dan nonalkohol. Bagi yang suka minum alkohol beresiko terjadi perlemakan hati. Tetapi ada juga tidak disebabkan minum alkohol beresiko terjadi perlemakan hati. Tetapi ada juga tidak disebabkan minuman alkohol namun hatinya tertimbun lemak atau non alkohol.

“Untuk penyebab nonalkohol karena pola makan, sesuai dengan gaya hidup zaman sekarang pola makan junk food, kalori tinggi beresiko terjadi perlemakan hati,” katanya. Selain pola makan, penyebab lainnya karena kegemukan atau obesitas. Ia menyempaikan 50 persen pasien kegemukan mengalami penyakit perlemakan hati. Lalu 60 persen penderita diabetes beresiko mengalami penyakit perlemakan hati.

Bahaya dan Diagnosa Penyakit Perlemakan Hati

Berdasarkan data statistik seseorang yang mengalami perlemakan hati antara usia 40–60 tahun. Namun dengan perubahan pola hidup zaman sekarang aktivitas kurang olahraga, banyak konsumsi junk food, bergeser menjadi usia 30 tahun sudah mengalami perlemakan hati. Selain menyebabkan kanker hati juga menyebabkan sirosis atau banyak komplikasi, pasien perlemakan hati bisa terkena hal lain. Pasien dengan perlemakan hati dibiarkan terus menjadi fibrosis menjadi sirosis komplikasinya bisa muntah darah, badannya kuning, bisa koma dan meninggal.

Di Indonesia sekitar 15-30 persen populasi mempunyai perlemakan hati. Bagi orang beresiko tinggi seperti kegemukan harus dilakukan pemeriksaan Ultrasonography (USG). Saat USG hatinya akan kelihatan berwarna putih atau tidak, jika hati berwarna putih artinya terjadi perlemakan hati. Ini mendiagnosa apakah pasien tersebut menderita perlemakan hati. Untuk melihat derajat kerusakan hati akibat penyakit perlemakan hati ada dua yakni dengan mpemeriksaan darah atau pemeriksaan fibroscan (memeriksa kekerasan hati). Fibroscan ini menentukan derajat kerusakan hati akibat perlemakan hati.

Di Batam RS Awal Bros Batam rumah sakit pertama yang mempunyai alat fibroscan tersebut. Hanya 10 menit saja sudah tahu hasil hatinya apakah sudah mengalami pengerasan atau belum akibat perlemakan hati,” ujarnya. Adapun gejalanya sebagaian besar pasien mengalami perlemakan hati tanpa gejala seperti normal saja dan gemuk. Jika ada gejala yang paling sering terjadi rasa tidak nyaman diperut kanan atas sesuai dengan lokasi hati.

Oleh sebab itu yang paling diperhatikan faktor resiko, yakni kegemukan, pola makannya terjaga atau tidak, kolesterol dan diabetes atau tidak. Hal tersebut yang harus diwaspadai. Kebanyakan perlemakan hati dialami oleh wanita karena faktor hormonal dan aktivitas. Untuk tipsnya supaya terhindar dari perlemakan hati, yakni pertahankan berat badan ideal. Jika sudah gemuk disarankan menurunkan berat badan. Hindari makanan yang berkalori tinggi. Makanan yang mengandung kalori seperti nasi, gula dn makanan yang manis. Kebutuhan kalori disesuaikan dengan berat badan dan aktivitas.

 

Ilustrasi gambar oleh freepik

Artikel terkait: 

Bagikan ke :