Jaga Hatimu, Waspadai Sirosis

Organ hati memiliki peranan penting bagi tubuh, karena tanpa hati tubuh tidak dapat menyerap nutrisi penting dari makanan dan membuang racun berbahaya yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi hati. Apabila kegagalan fungsi hati berlangsung dalam jangka waktu lama akan menyebabkan pengerasan sel-sel hati yang disebut sirosis hepatis.

Menurut dr. Arif Koeswandi, SpPD-KGEH Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi RS Awal Bros Batam, sirosis adalah kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut (fibrosis). Jaringan parut terbentuk akibat penyakit liver yang berkepanjangan, salah satunya karena infeksi virus Hepatitis B, Hepatitis C, Konsumsi alkohol, perlemakan hati, kontaminasi timbal dan besi. Pada awalnya sirosis hepatis tidak menimbulkan gejala, tetapi ketika kerusakan hati semakin parah penderita akan mengalami gejala lemas, mual, muntah, penurunan nafsu makan, perut membesar, serta kulit dan mata berwarna kuning.

Menurut Riset Kesehatan Dasar Kemenkes (Riskesdas, 2013), di Indonesia diperkirakan sebanyak 18 juta orang menderita Hepatitis B dan 3 juta orang menderita Hepatitis C. Sekitar 50% dari orang tersebut memiliki penyakit hati yang berpotensi kronis dan 10% nya menuju sirosis hati.

Kegagalan fungsi hati yang disebabkan oleh sirosis hepatis pada kondisi tertentu dapat diatasi dengan melakukan tindakan transplantasi hati. Transplantasi hati adalah prosedur medis yang dilakukan untuk menggantikan hati yang sudah rusak dengan hati yang baru dan sehat dari orang lain yang disebut donor. Hati dapat ditransfer secara keseluruhan atau sebagian dari orang hidup atau yang sudah meninggal.

Proses transplantasi hati dimulai dengan mengambil organ hati dari pasien dan menggantinya dengan hati yang berasal dari donor. Operasi ini termasuk salah satu operasi besar yang memakan waktu lebih kurang 15 sampai 20 jam. Transplantasi hati bukan perkara yang sederhana. Baik pendonor maupun penerima donor (resipien) harus memenuhi syarat-syarat sehingga transplanstasi hati dapat dilakukan.

Sirosis dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor risiko atau penyebab penyakit. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Jaga pola makan yang sehat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Menghindari faktor-faktor yang meningkatkan risiko infeksi hati, seperti penggunaan narkoba dengan jarum suntik, atau mengonsumsi alkohol

dr. Arif Koeswandi, SpPD-KGEH

Bagikan ke :