Pemeriksaan Diabetes, Si Manis yang Mematikan

Tanggal 18 April, diperingati sebagai Hari Diabetes Nasional. Penyakit ini termasuk dalam 10 besar penyakit yang paling banyak pengidapnya yang tiap tahun mengalami pertumbuhan. Definisi diabetes adalah penyakit kronis (berlangsung lama) yang ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita, maka pemeriksaan diabetes penting untuk dilakukan.

“Berdasarkan definisi diabetes, tipenya dibagi menjadi dua, yakni tipe 1 dan 2,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Ani Yeo, SpPD. “Ada banyak faktor risiko seseorang mengidap diabetes. Selain dari riwayat keluarga, ada faktor kegemukan, darah tinggi, kolesterol, asam urat dan obesitas sentral,” ujar dokter spesialis penyakit dalam tersebut. Obesitas sentral ini adalah obesitas yang terjadi hanya pada bagian lingkar perut alias buncit. Untuk laki – laki lingkar perut diatas 90 sentimeter layak disebut obesitas sentral. “Pada wanita, lingkar perutnya di atas 80 sentimeter,” sebut dokter spesialis penyakit dalam tersebut.

Pemeriksaan Diabetes: Amati Gejala, Cek Laboratorium

Diabetes awalnya ditandai dengan gejala ringan yang jarang diketahui pasien. Ada tiga keluhan utama, yakni sering merasa haus, lapar dan sering buang air kecil. Gejala ini memaksa penderita terus mengonsumsi makanan, namun berat badan justru mengalami penurunan.

“Gejala ini juga harus dipastikan melalui tes laboratorium. Dikatakan diabetes jika hasil menyebutkan gula darah lebih dari 200mg/dl,” terang dr. Ani spesialis penyakit dalam. Namun begitu, lanjutnya kondisi ini belum bisa disebutkan vonis diabetes. Pasien juga harus memeriksakan kadar gula puasa. Dimana gula puasa merupakan proses tidak makan dan minum mulai dari jam 10 malam hingga 6 pagi. Pasien harus lakukan pemeriksaan lanjutan jika kadar gulanya mencapai 126 mg/dl.

Pemeriksaan diabetes HbA1C diberikan untuk memberi kepastian kadar gula darah dalam rata – rata 2-3 bulan. Nilainya dari kadar akumulasi gula darah yang terkait di sel eritrosit. Dr. Ani Yeo memaparkan bahwa diabetes tipe 1 harus mendapatkan suntikan insulin, karena pankreasnya sudah tidak bisa menghasilkan insulin lagi. Sedangkan pada tipe 2 pasien harus total mengubah gaya hidup dan pemberian obat oral. Menurutnya kebanyakan pasien justru sering mengabaikan resep dari dokter.

Banyak pasien yang merenggut nyawa akibat diabetes. Kuncinya bagi diabetes kronis adalah mempertahankan tahapan diabetes agar tidak semakin buruk. Pengobatan adalah hal yang wajib,  pencegahan adalah inisiatif. “Karena diabetes tidak bisa diesmbuhkan total, pemeriksaan dini adalah tindakan preventif yang harus segera dilakukan agar kondisi pasien tidak semakin parah,” tutur dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Awal Bros Batam tersebut.

 

Ilustrasi gambar oleh Safe Radiotherapy

Artikel terkait:

Bagikan ke :