Solusi Penanganan Batu Empedu Tanpa Operasi Dengan ERCP

Endoskopic Retrograde Cholangiopancreatography (Pemeriksaan ERCP) hadir di Indonesia sebagai solusi untuk meminimalisir pembedahan pada pasien batu empedu. Alat tersebut bisa menjangkau batu empedu sehingga bisa dikeluarkan tanpa harus melalui proses operasi.

Dokter Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM selaku Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Gastro Entero Hepatologi dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat menjelaskan bahwa Pemeriksaan ERCP adalah prosedur tindakan untuk mendiagnosis dan mengobati kelainan atau gangguan yang terjadi pada pankreas, saluran empedu, dan kandung empedu. “Pemeriksaan ERCP adalah kombinasi dari dua jenis pemeriksaan, yaitu endoskopi dan foto rontgen.” ujar dokter spesialis penyakit dalam tersebut.

Prosedur Kolangiopankreatografi Retrograd Endoskopik atau Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) ini memungkinkan dokter untuk mengambil gambar dan melihat kondisi saluran empedu dan pankreas secara lebih detail.  Prosedur ini dapat memberikan informasi penting yang tidak dapat diperoleh dengan jenis pemeriksaan diagnostik lain, seperti USG, CT scan, atau MRI.

Pemeriksaan ERCP dilakukan dengan bantuan alat endoskopi. Yaitu selang tipis dan elastis yang dilengkapi dengan kamera dan lampu di bagian ujungnya. Alat ini akan dimasukkan melalui mulut pasien, melewati kerongkongan (esofagus), kemudian masuk ke lambung dan usus 12 jari (duodenum), tepatnya di bagian akhir dari saluran empedu dan pankreas (papilla vateri). Kawat pemandu (guidewire) dan kateter akan dimasukkan ke saluran empedu atau pankreas. Hal ini dilakukan untuk memasukkan cairan kontras yang berguna membuat gambar detail saat dilakukan foto rontgen.

“ERCP dapat disertai dengan tindakan pengobatan. Misalnya mengeluarkan batu empedu di saluran empedu atau mengobati penyempitan saluran akibat tumor yang menyebabkan penumpukan cairan pankreas atau empedu.” jelas Dokter Suwito, dokter spesialis penyakit dalam.

Pemeriksaan ERCP Menurut Rumah Sakit Awal Bros

Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Gastro Entero Hepatologi dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat,  dr. Suwito Indra, Sp.PD-KGEH, FINASIM mengatakan Endoskopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) umumnya digunakan untuk mendiagnosis berbagai gangguan yang terjadi pada saluran empedu atau pankreas, antara lain:

  • Choledocholithiasis (batu saluran empedu)
  • Pankreatitis akut
  • Pankreatitis kronis
  • Pankreas divisum, yaitu kelainan pada pankreas yang menyebabkan saluran pankreas gagal menyatu selama perkembangannya, sehingga pankreas memiliki dua saluran yang terpisah
  • Kanker pankreas atau kanker saluran empedu (cholangiocarcinoma)
  • Kelainan sfingter oddi, yaitu katup otot yang mengendalikan aliran cairan empedu dan pankreas
  • Trauma atau komplikasi operasi yang terjadi di saluran empedu dan pankreas

Selain itu, ERCP juga digunakan sebagai tindakan pengobatan terhadap berbagai gangguan medis yang terjadi pada saluran empedu atau pankreas. Tindakan pengobatan tersebut, meliputi:

  • Melebarkan saluran pankreas atau empedu yang mengalami penyempitan
  • Mengeluarkan atau menghancurkan batu saluran empedu
  • Membuka sfingter oddi yang menutup (sphincterotomy)
  • Secara keseluruhan ERCP merupakan metode yang baik sebagai penanganan batu empedu, tidak memerlukan waktu yang lama dan sedikit invasif terhadap pasien, sehingga bisa dijadikan salah satu pilihan dalam penanganan batu empedu.

 

Ilustrasi gambar oleh: Marcelo Leal

Artikel Terkait: 

Bagikan ke :