Lemak di Hati Berujung Kanker Hati

Masalah hati memang tidak bisa disepelekan. Tidak hanya soal sakit hati karena putus cinta, tapi banyak pemicu penyakit hati lainnya yang berujung bahaya. Seperti perlemakan hati atau steatohepatitis yang dari tidak berbahaya, menjadi pemicu kanker hati. Lemak di hati atau perlemakan adalah sebuah penyakit karena terjadinya penumpukan lemak yang berlebihan di organ hati. Ia dapat menyerang siapa saja, sehingga tergolong dalam penyakit umum. Pada dasarnya lemak di hati tidak terlalu berbahaya, namun apabila terjadi terus menerus dan berulang berpotensi menimbulkan kerusakan dan sirosis.

Lemak di Hati Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros

Dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) di Rumah Sakit Awal Bros Batam dr. Arif Koeswandi, SpPD-KGEH mengatakan adanya lemak dalam hati adalah hal yang normal. Akan tetapi jika jumlahnya lebih dari 5 persen sampai 10 persen dari berat hati, maka dapat menimbulkan penyakit yang bisa menimbulkan beberapa komplikasi serius.

“Perlemakan hati itu penyakit umum yang bisa menyerang siapa saja. Namun dia termasuk ke dalam penyakit yang hampir tanpa gejala. Kalaupun ada, tidak spesifik,” ujar dr. Arif. Secara umum, gejala perlemakan hati terasa tidak nyaman pada perut sehingga mengurangi nafsu makan, tubuh sering merasa lelah dan juga sering kebingungan. Terhadap gejala itu, perlu diwaspadai pada orang – orang di usia 40 tahun, obesitas, penderita diabetes, serta yang memiliki kolesterol tinggi.

Jenis-jenis Lemak Hati Berdasarkan Penyebab Perlemakan Hati

“Ada dua jenis perlemakan hati, yakni karena alkohol dan tanpa alkohol,” sebutnya. Dr. Arif menjelaskan pada kasus perlemakan hati yang disebabkan konsumsi alkohol berlebih, paling sering dialami oleh remaja dan merupakan pemicu penyakit hati tertinggi nomor tiga pada orang dewasa.

Sementara perlemakan ahti tanpa alkohol adalah yang paling banyak terjadi di Indonesia karena sebagian besar penduduknya tidak mengonsumsi alcohol. “Penyebab perlemakan hati nonalcohol 80 persen karena obesitas. Sedangkan yang lainnya bisa karena diabetes, kehamilan, dyslipidemia, keracunan, beberapa jenis obat, oeprasi bypass pada usus kecil, kurang gizi dan diet rendah protein,” kata dr. Arif.

“Perlemakan hati berpengaruh dengan pola hidup yang tidak sehat. Seperti pola makan yang tidak teratur dan bebas mengonsumsi apa saja, tidak berolahraga, termasuk dengan pola tidur yang tidak sesuai dengan waktunya. Kebanyakan senang begadang, paginya malah tidur hingga siang. Itu juga berpengaruh karena fungsi organ tubuh tidak berjalan sesuai prosedur,” jelas dr. Arif.

Tingkat Keparahan Lemak Hati

Tingkat keparahan perlemakan hati tanpa alcohol akan berlanjut ke perlemakan hati steatosis, dan kemudian dikenal sebagai Non Alcoholic Steatohepatitis (NASH). “Jenis ini dapat menyebabkan peradangan sel hati, bahkan kerusakan yang akhirnya membentuk jaringan parut (fibrosis) hati lalu menjadi kanker hati (penyakit mematikan),” tegas dr. Arif.

Mengobati Lemak Hati

Bagaimana mengobatinya? Dr. Arif menjawab tidak ada pengobatan khusus untuk lemak di hati. Tujuan pengobatan hanya mengobati penyakti yang mendasari jika ada, dan menghilangkan penyebabnya. Lebih lanjut untuk memeriksa perlemakan hati dapat dilakukan dengan pemeriksaan fibroscan, alat pengganti biopsy untuk mengetahui tingkat kerusakan jaringan hati secara tepat dan akurat tanpa adanya pendarahan dan rasa nyeri bagi pasien.

“Alat ini kini tersedia di RS Awal Bros Batam, yang satu – satunya ada di Kepri,” sebut dr. Arif. Fibro scan sangat membantu pasien dalam mendeteksi jenis kerusakan jaringan hati. Karena deteksi dini memegang peranan penting untuk melihat tingkat konsentrasi jumlah virus, sehingga pengobatan yang tepat dapat diberikan.

“Pemeriksaan fibro scan berkala setiap 3 tahun direkomendasikan pada pasien perlemakan hati, untuk melihat progresivitas fibrosisnya,” papar dr. Arif. Ia yang sejak 2005 menangani penyakit dalam di RS Awal Bros Batam menambahkan, cara kerja fibroscan tidak memakan waktu waktu lama. Tidak sampai 30 menit, hasil akan terbaca di layar fibroscan dan keluar dalam bentuk cetakan (print).

“Dari hasilnya akan berlanjut pada apa – apa saja yang harus dilakukan pasien setelahnya, agar lemak di hati tidak memicu penyakit berbahaya,” ungkapnya. Cara utama mengobati penyakit perlemakan hati untuk kedua penyebab tersebut adalah dengan menjaga berat badan ideal. Pada tubuh yang sehat, hati berfungsi untuk mengeluarkan racun dan menghasilkan empedu untuk emmecah protein.

 

Ilustrasi gambar oleh lazy_bear

Artikel terkait:

Bagikan ke :