WASPADA NOVEL CORNAVIRUS

Penyakit diabetes bukan hanya penyakit keturunan, memang yang memiliki keturunan secara genetic memiliki faktor risiko. Tetapi setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua, muda hingga anak – anak.

Gaya hidup yang buruk, kurangnya aktivitas dan pola makan merupakan pemicu dari timbulnya penyakit yang kerap disebut sebagai “silent killer” ini. Pada dasarnya diabetes dibagi beberapa jenis. Yang pertama adalah diabetes type 1 dimana penghasil insulin pada pulau – pulau Langerhans pankreas sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita oleh anak – anak maupun orang dewasa. “Solusinya tentu saja dengan menyuntikkan insulin kepada penderita,” sebut dr. Arif Koeswandi, SpPD-KGEH Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi RS Awal Bros Batam.

Sementara untuk diabetes type 2 adalah diabetes yang diakibatkan karena terjadinya resistensi pada insulin. “90 persen penderita diabetes adalah diabetes type 2 ini,” sebut dr. Arif. Meski kebanyakan penderita adalah mereka yang berusia 30 tahun ke atas, pada kenyataannya saat ini mereka yang muda pun rentan terkena diabetes.

Terapi diet dan olahraga menjadi solusi kunci untuk awal penyembuhan. Jika tak berhasil, obat – obatan bahkan penyuntikan insulin bisa dilakukan. “Faktor risiko mereka yang terkena diabetes jenis ini adalah mereka yang gemuk, keturunan, pola hidup dan makan yang tak seimbang, kurang aktivitas dan berbagai hal lain,” sebut dr. Arif.

Selain kedua type tersebut, ada satu type diabetes yang disebut sebagai Gestational Diabetes Mellitus dikarenakan kehamilan, obat – obatan, infeksi, tumor pankreas dan lain – lain. Tetapi diabetes tipe ini kecil sekali presentasinya.

Kenali gejalanya sejak dini

Penderita diabetes type 2 bisa tidak menunjukkan gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbul beberapa gejala seperti berikut ini :

  1. Badan terasa lemah dan lesu
  2. Merasa sering kehausan
  3. Sering merasa ingin buang air kecil
  4. Luka yang sulit untuk sembuh
  5. Apabila mengalami dehidrasi berat bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik – hyperosmolar non-ketokik

Cara menghindari

  1. Rajin berolahraga
  2. Makan teratur dan menghindari makanan berlemak dan berkalori tinggi bagi mereka yang berisiko terkena
  3. Menghindari kegemukan

 

dr. Arif Koeswandi, SpPD-KGEH

Bagikan ke :