Radioterapi

Radioterapi RS Awal Bros Pekanbaru

Apa itu tindakan radioterapi? Bagaimana tindakan ini diberikan dan mendatangkan manfaat untuk pengobatan kanker? Apakah tindakan ini beresiko untuk pendamping pasien? Mungkin menjadi pertanyaan awal yang banyak timbul saat konsultasi awal.

Radiasi yang digunakan dalam radioterapi untuk tatalaksana kanker adalah jenis pancaran energi pengion yang salah satu efek interaksi nya dengan materi tubuh dapat menyebabkan kerusakan materi tersebut, melalui proses berantai mulai tahap interaksi dengan atom, interaksi dengan materi di dalam sel, sampai ke skala lebih besar yaitu dengan jaringan tubuh. Radioterapi menggunakan radiasi eksternal tidak membuat pasien menjadi sumber radioaktif. Radiasi yang dipancarkan dari alat radiasi ke bagian tertentu dari tubuh pasien hanya berefek dalam hitungan kurang dari satu detik. Selanjutnya kerusakan akibat efek radiasi terhadap sel atau jaringan target nya yang berlanjut, dalam hal ini sampai berakhir pada kematian sel kanker. Dosis radiasi yang diberikan  kurang lebih seribu kali lebih besar dibandingkan sinar-X untuk pemeriksaan radiologi diagnostik.

Radiasi di Ruangan Tindakan Radioterapi di Desain Khusus Untuk Keamanan

Lalu apakah radioterapi aman? Jawabannya adalah iya. Teknik radioterapi saat ini telah berkembang ke level yang lebih baik dibandingkan saat pertama kali dimanfaatkan untuk keperluan medis. Dari sisi alat radiasi dan tempat tindakan dilakukan, persyaratan dan peraturan yang cukup ketat harus dipenuhi sampai suatu layanan radioterapi dapat beroperasi, dan salah satu syarat adalah keamanan radiasi disekitar ruang tindakan yang didesain khusus untuk tujuan tersebut. Evaluasi kualitas alat dan keamanan dari bahaya radiasi rutin dilakukan sesuai keharusan perundang-undangan badan pengatur tenaga nuklir.

Petugas kesehatan yang membantu pelayanan juga terlatih, profesional, dan berkualifikasi. Dari sisi pasien, teknik radioterapi saat ini terfokus dan terukur, dapat secara presisi mengenai jaringan kanker dan secara bersamaan meminimalkan kerusakan akibat radiasi pada jaringan tubuh sehat disekitarnya. Hal ini dimungkinkan karena pemetaan target terapi dan jaringan sehat secara tiga dimensi, penggunaan komputerisasi dalam perhitungan dosis radiasi, dan kemampuan alat radiasi terkini. Diseluruh dunia, jutaan pasien sudah menjalani radioterapi setiap tahunnya secara aman untuk mengobati berbagai jenis kanker.

Proses Dilakukannya Radioterapi

Bagaimana radioterapi dilakukan? Sama seperti tindakan terapi lain, diperlukan penegakan diagnosa penyakit sebagai alasan pemberian radiasi. Setelah pemeriksaan dan indikasi ditentukan oleh dokter spesialis radioterapi, maka pasien akan mulai menjalani proses pengobatannya.

Tindakan CT scan untuk tujuan radioterapi dilakukan sebagai tahap awal (disebut juga CT scan simulasi atau CT Planning), proses ini mirip dengan tindakan radiologi, perbedaannya terdapat pada tambahan alat bantu yang dicetak sesuai bentuk tubuh pasien (masker untuk fiksasi) atau penggunaan alat lain khusus untuk radioterapi. Selanjutnya dokter dan tenaga fisika medis akan menentukan target, teknik, dan dosis radiasi (disebut juga proses Planning radiasi). Saat pelaksanaan radiasi hari pertama, dibantu oleh petugas radiografer dan perawat, pasien akan diminta memposisikan tubuhnya seperti saat simulasi baik dengan alat bantu khusus ataupun tidak. Dan setelah itu alat difungsikan untuk menghantarkan radiasi pengion ke tubuh pasien sedemikian rupa sesuai dengan hasil planning-nya. Radiasi diberikan setiap hari sampai total dosisnya tercapai, 5 kali dalam 1 minggu, sampai total 25-35 kali radiasi tergantung jenis kanker dan tujuan pengobatan.

Target Radiasi disesuaikan dengan Jenis Kanker

Apa yang menjadi target radiasi? Sesuai jenis kanker dan lokasinya pada tubuh pasien. Seperti disebutkan sebelumnya, radiasi adalah terapi lokal, diberikan hanya pada jaringan tumor ganas yang telah ditentukan berdasarkan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan radiologi. Namun karena beberapa jenis kanker memiliki sifat mudah menyebar kesekitarnya, perluasan target radiasi dibutuhkan, contohnya kanker nasofaring (kanker di bagian belakang hidung) mudah menyebar ke kelenjar getah bening di leher, maka radiasi diberikan ke daerah kepala sampai leher, kanker leher rahim mengharuskan radiasi diberikan ke seluruh area perut bawah/panggul.

Efek Samping Radioterapi

Seperti halnya pengobatan kanker atau pengobatan penyakit lainnya. Selain bermanfaat untuk kesembuhan, radioterapi berpotensi menimbulkan efek samping oleh karena jaringan sehat disekitar tumor yang terganggu. Efek samping bersifat lokal sesuai area tubuh yang menjadi target. Radiasi daerah kepala leher kemungkinan menimbulkan nyeri menelan, sariawan, dan mulut kering. Radiasi daerah perut bawah kemungkinan menimbulkan diare. Efek samping yang dialami pasien akan diamati dan diatasi oleh petugas kesehatan dan dokter. Pemberian obat sesuai keluhan dan penyesuaian teknik serta dosis radiasi mungkin saja dilakukan jika efek samping yang timbul memerlukan intervensi. Namun, efek samping tersebut belum tentu terjadi pada setiap pasien yang menjalani radiasi, derajat keparahannya juga berbeda pada setiap individu. Pasca radiasi, efek samping akan diamati sampai 2 minggu setelahnya.

Evaluasi hasil pengobatan dan efek samping secara bersamaan diperiksa saat pasien kontrol ke dokter setiap 5 kali tindakan radiasi. Penilaian hasil yang sesungguhnya baru dapat ditentukan setelah radiasi selesai diberikan seluruhnya. Bahkan penilaian terkadang membutuhkan waktu sampai 1 bulan karena kematian sel kanker yang tidak secara langsung terjadi saat proses radiasi selesai. Sesuai pernyataan sebelumnya, sembuh tidak harus berupa pengecilan atau hilangnya kanker/tumor.

Layanan Radioterapi RS Awal Bros Pekanbaru

Saat ini RS Awal Bros Pekanbaru telah membuka layanan Radioterapi dan siap melayani proses pengobatan bagi pasien penderita kanker. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center Radioterapi di 08117518117.

Tersedia di :
Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru