Penyabab Flu, Demam, Batuk dan Pilek Pada Balita

Saat mengantar berobat ke dokter anak karena anaknya mengalami batuk, demam dan pilek, para orang tua selalu mengatakan: “Biasa dok, anak saya sakit karena makan gorengan,” atau “Dok, anak saya sakit karena kemarin kebanyakan minum es,”. Hal lain yang sering dijadikan alasan penyebab sakit flu pada balita atau demam, batuk atau pilek adalah karena kecapean, karena hujan, kena angina, kena debu, naik sepeda motor, kena kipas angin atau karena di rumah sedang membangun. Namun, ternyata alasan yang dikemukakan orang tersebut tidaklah benar. Sebab, hal-hal tersebut bukanlah penyebab langsung sakit infeksi batuk, pilek, demam atau flu pada balita yang dialami.

Penyebab flu pada balita menurut dokter Rumah Sakit Awal Bros

Banyak yang meyakini bahwa flu pada balita selama ini terjadi karena hal tersebut. Padahal bila dicermati penularan penyakit yang utama adalah terjadi kontak sumber penularan dan ada kontak yang  sakit di sekitarnya 1-2 hari sebelumnya.

Faktor daya tahan tubuh juga menjadi faktor penting, karena meskipun ada kontak manusia bisa terhindar dari flu atau paling tidak gejalanya ringan yang pernah kita sadari. Bila tidak ada kontak dan sumber penularan flu tidak akan terjadi.

Kondisi tubuh bayi memang sangat rentan terhadap berbagai serangan penyakit. Untuk itu sebagai orang tua harus mengerti bagaimana buah hatinya terhindar dari berbagai serangan penyakit. Dr. Aditya Wicaksono spesialis telinga hidung dan tenggorokan Rumah Sakit Awal Bros Batam menjelaskan, flu atau pilek merupakan ancaman yang paling banyak dialami oleh bayi.

Masalah infeksi pernafasan ini memang banyak dialami pada masa kanak-kanak. “Karena virus tersebut tidak akan berterbangan di udara bebas yang luas, sperti di jalan, di udara luas dan tertiup angina dengan jarak yang jauh. Jadi jika tidak ada kontak dengan virus yang menyebabkan terjadinya flu balita tidak akan terserang flu,” jelasnya lagi.

Flu pada balita karena daya tahan tubuh rendah

Menurutnya selain tubuh bayi yang masih rentan terhadap serangan ini, penyakit ini juga amat mudah ditularkan. Proses penyebaran flu atau pilek ini bukan hanya dapat menyebar melalui seseorang yang bersin, dapat juga melalui sentuhan dari seseorang  yang mengalami sakit flu. Seperti menyentuh langsung si bayi atau lewat media lainnya seperti mainan.

Pada dasarnya daya tahan tubuh sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh seseorang. Bibit penyakit atau kuman penyebab flu dapat masuk langsung melalui hidung selain itu dapat juga melalui kulit bayi.

Flu pada bayi memiliki gejala atau tanda-tanda seperti orang dewasa, seperti  batuk, bersin, hidung tersumbat, hidung mengeluarkan ingus dan lain-lain. Walaupun bayi belum memiliki pertahanan yang sempurna dalam melawan berbagai jenis virus, bakteri atau penyakit, sebenarnya bayi sudah memiliki system imun yang cukup dalam menghadapi flu.

“Flu dan pilek sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya, dan perlu diketahui flu sebenanrya tidak ada obatnya. Saat bayi kita batuk ataupun bersin merupakan sebuah perlawanan dalam menghadapi virus,” jelasnya.

Tips Menghadapi Flu pada Balita dan Bayi

Tetapi walaupun begitu sebagai orang tua tidak boleh tinggal diam. Saat terserang flu atau pilek terkadang akan membuat bayi kehilangan selera makan. Untuk itu sebagai orang tua harus tahu bagaimana menyiasati hal ini agar kebutuhan gizi buah hati tetap terpenuhi. Yang harus dilakukan adalah :

  1. Jangan hentikan pemberian ASI ataupun susu formula yang akan membantu dalam pemulihan bayi
  2. Biarkan bayi kehilangan selera makan, tetap usahakan untuk mensiasati menyuapi bayi sedikit demi sedikit
  3. Selalu cukupi kebutuhan air putih bayi dan tambahkan buah – buahan atau jus buah
  4. Pemberian obat flu perlu hanya sesuai dengan resep dokter. Pada dasarnya flu dapat sembuh dengan sendirinya, sedangkan obat flu hanya sebagai Pereda.
  5. Usahakan bayi mendapat waktu istirahat yang cukup dan pastikan istirahatanya dalam keadaan nyaman

Segera bawa ke dokter jika keadaan memburuk

Artikel terkait:

Ilustrasi gambar oleh Leo Rivas

Bagikan ke :