Hentikan Ketergantungan Nikotin

Guna mendukung salah satu program dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, maka Rumah Sakit Awal Bros Batam membuka layanan klinik berhenti merokok.

 

Menurut Dokter Medical Check Up (MCU) RS Awal Bros Batam, dr. Anna Maria, kandungan utama pada rokok adalah zat nikotin yang mempunyai efek membuat seorang perokok menjadi semangat dan konsentrasinya meningkat.

 

“Sebab nikotin langsung efeknya ke saraf otak. Selain itu efek sebaliknya bisa membuat relaksasi,” kata dr. Anna. Dalam kajian medis, nikotin bekerja pada suatu zat yang dilepaskan oleh saraf unutk memberi pesan kepada saraf lainnya dengan kata lain untuk kerja otot di tubuh.

 

Semakin sseorang nyaman dengan rokok, maka akan terus ketergantungan. Selain nikotin juga terdapat zat – zat lain yang hasilkan dari pembakaran tembakau tersebut. Salah satunya tar. Zat berbahaya yang bentuknya seperti aspal lengket berwarna coklat yang menempel pada organ tubuh terutama pada paru – paru.

 

“Itulah yang mengakibatkan kanker, selain itu ada pula gas karbon monoksida (CO),” ungkap dr. Anna. “Ilustrasikan ketika udara tercemar, CO paling berdekatan dengan hemoglobin (darah) dimana berfungsi untuk mengikat oksigen. Jika CO-nya banyak maka akan lebih cepat menempel pada hemoglobin dibandingkan oksigen,” imbuhnya. Akhirnya tubuh kekurangan oksigen. “Gejalanya tentu sesak napas, kemudian untuk balita atau anak – anak akan berpengaruh pada perkembangannya. Sedangkan untuk ibu hamil akan mengganggu pertumbuhan janinnya,” terangnya.

 

Adapun proses berhenti merokok, katanya bisa dengan terapi yaitu dengan obat atau tanpa obat guna menghindari faktor akibat putus nikotin. “Keberhasilan untuk berhenti merokok adalah motivasi pada diri sendiri. Jadi 90 persen orang yang berhenti merokok itu berasal dari keinginan diri sendiri,” ucapnya.

 

Secara medis, alasan seorang perokok sulit berhenti merokok dikarenankan orang tersebut kehilangan rasa nyaman yang ditimbulkan dari nikotin. Faktor lingkungan yang dikelilingi oleh perokok juga memengaruhi seseorang untuk berhenti merokok. “Jika tidak ada motivasi kuat dalam dirinya, maka tingkat keberhasilan untuk berhenti merokok rendah. Dibutuhkan fasilitas kesehatan untuk membantu para perokok untuk berhenti merokok seperti Klinik Berhenti Merokok di RS Awal Bros Batam,” ucap dr. Anna.

 

Anna mengatakan, program utama berhenti merokok meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, pengukuran kadar CO dalam paru dan melakukan pendekatan 4T (Tanyakan, Telaah, tolong dan nasehati, dan Tindak Lanjut).

 

“Jadi lebih ke arah konseling, dimana program utama tersebut berlangsung selama tiga bulan. Dalam jangka waktu tersebut, diharuskan control per dua minggu. Jika selama program tiga bulan orang tersebut berhasil tidak merokok sama sekali, maka akan terus dipantau selama 1 tahun.” Seseorang dikatakan berhasil berhenti merokok jika tidak merokok sama sekali selama 1 tahun.

 

dr. Anna Maria

Bagikan ke :