Mengapa Sunat itu Penting?

Sirkumsisi yang bahasa awamnya sering disebut khitan/sunat adalah salah satu tindakan medis dengan cara memotong sebagian ujung kulit yang menutupi kepala penis. Tindakan ini sangat banyak dilakukan terutama di RS Awal Bros Pekanbaru pada masa liburan seperti sekarang. Secara medis tidak ada batasan umur untuk dilakukan sunat. Namun semakin bertambah umur seseorang maka semakin beresiko dilakukan sunatan terutama perdarahan karena berkaitan dengan ukuran penis dan pembuluh darah. Usia rata-rata dilakukan sunat sekitar rentang 5 hingga 15 tahun. Namun saat ini sudah banyak kaum pria dewasa yang sadar akan manfaat sunat sehingga juga melakukan tindakan sunat walaupun sudah berumur di atas 30 tahun.

Manfaat Sunat Untuk Kesehatan

Banyak sekali manfaat sunat terutama untuk kesehatan. Menurut WHO dalam penelitiannya tahun 2007, sirkumsisi memberi manfaat mencegah penularan penyakit HIV/AIDS dan kanker. manfaat yang lain adalah membuat penis menjadi lebih bersih, mencegah penyakit menular seksual seperti HPV (Human Papiloma Virus), kanker penis, mencegah kanker serviks yang ditularkan oleh pria, pencegahan phimosis (kulit atau kulup yang menguncup), mencegah bertumpuknya kotoran atau smegma dan sisa-sisa urin di daerah ujung penis karna tertutup oleh kulit penis atau kulup yang berlebih.

Mengapa Sunat?

Indikasi dilakukannya sirkumsisi yang pertama sekali adalah tuntunan kepercayaan, dimana sirkumsisi atau khitan
ada dalam ajaran dan fitrah manusia yang wajib untuk dilakukan. Selanjutnya adalah adanya indikasi
medis sebagai berikut :

  1. Phimosis, yaitu keadaan dimana preputium atau kulup tidak dapat ditarik ke belakang, kadang kulup atau kulit penis tersebut mengunci dan kurangnya hanya sebesar lidi sehingga menyebabkan buang air kecil tidak lancar atau menetes, dan bengkak pada ujung penis karena urin tertahan. Pada tahun 2008 data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia anak yang phimosis tercatat sekitar 10 %. keadaan yang dapat menimbulkan phimosis diantaranya kongenital dan peradangan atau infeksi.
  2. Pharaphimosis yaitu keadaan dimana kulit tidak dapat ditarik kendepan ke daerah kepala penis, dapat menyebabkan batang penis terjepit dan menjadi bengkak atau meradang.
  3. Condiloma Akuminata adalah Papiloma Multiple yang tumbuh di daerah kemaluan atau bahasa awamnya kulit seperti kembang kol, permukaan kasar dan berbingkai. penyebabnya adalah perawatan kebersihan kemaluan yang kurang.
  4. Karsinomapenis atau Kanker Penis. Dengan kuatnya anjuran untuk sunat, membuat masyarakat umum mulai sadar akan pentingnya melakukan tindakan khitan dan mendatangi rumah sakit untuk melakukan tindakan tersebut.

Sunat Tidak Boleh Dilakukan Apabila Terdapat Kontraindikasi

Namun sebelum tindakan ada baiknya konsultasikan ke dokter Anda bahwa tidak ada kontraindikasi untuk tindakan sunat dari anggota keluarga Anda. Sunat tidak dilakukan pada keadaan-keadaan medis seperti Hiphospadia yaitu adanya kelainan muara uretra atau lubang penis yang normalnya ada di ujung penis, pada kelainan ini bisa terletak di batang penis bagian bawah, di kepala penis, atau bahkan di perineum atau dibawa kantung zakar. Pada keadaan ini tidak boleh dilakukan sirkumsisi karena kulup atau kulitnya akan dimanfaatkan untuk memperbaiki muara penuhnya pada saat dioperasi.

Kemudian juga tidak boleh langsung dikerjakan pada pasien dengan kelainan pembekuan darah atau penyakit hemofilia, trombositopenia ( trombosit darah rendah) karna akan terjadi perdarahan hebat yang sulit berhenti. kontraindikasi yang masih pertimbangan adalah adanya infeksi pada penis, Diabetes Mellitus. Sekali lagi, temui dokter sebelum melakukan tindakan sehingga dokter dapat menjelaskan apakah bisa dilakukan sunat atau tidak.

Metode Sunat

Saat ini banyak teknik dan metode yang bisa digunakan tenaga medis untuk melakukan tindakan
sirkumsisi atau sunat, yaitu :

  1. Metode konvensional dianggap masih lebih efektif dari teknik atau metode yang lain. Saat ini RS Awal Bros Pekanbaru masih menggunakan teknik Konvensional tersebut baik dokter umum atau Dokter Spesialis. Tindakan ini banyak menjadi pilihan karena disamping biayanya yang murah, tindakan ini telah umum dilakukan sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang baik.
  2. Metode yang lain adalah yang lagi marak saat ini yaitu sistem klamp tanpa jahitan, dengan menggunakan metode penjepitan kulit kulup dengan klamp yang terbuat dari bahan plastik steril, kemudian kulit dipotong sepanjang jepitan yang melingkar bawah gland penis. Klamp akan dilepas dalam 5 hari setelah tindakan. Namun metode ini cenderung mahal.
  3. Kemudian ada tren Sunat Laser, yang sebenarnya salah kaprah, karena metode ini menggunakan energi panas yang dialirkan ke besi tipis sehingga mampu memotong kulup tanpa perdarahan. Namun tindakan ini rentan terhadap komplikasi bengkak pada kulit penis bahkan kepala penis dapat hangus atau seperti luka bakar sehingga butuh pemulihan yang lama. Metode ini juga sama dengan metode flashcouter.
  4. Metode yang sudah ditinggalkan saat ini adalah teknik guilotin atau amputasi, metode ini berbahaya karena jika tidak hati-hati maka akan menimbulkan komplikasi dan ikut terpotongnya kepala penis.

Perawatan Pasca Sunat

Setelah sunat, akan dilakukan perawatan yaitu diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi, analgesik atau penahan rasa sakit dan anti inflamasi. Jika perlu diberikan vitamin. Tidak ada pantangan makan, namun dianjurkan mengonsumsi makanan tinggi protein. Pada sunat konvensional pasien dianjurkan kontrol 3 hari pada tindakan untuk membuka perban. Pada pasien yang gemuk dan banyak lemak di daerah penisnya, kemungkinan akan dilakukan perawatan terbuka tanpa perban. Selama 3 hari penis dijaga agar tidak basah dan terkena urin. Serta dianjurkan untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan.

Narasumber :
dr Citra Rahmad
Dokter Umum RS Awal Bros Pekanbaru

Ilustrasi Gambar: Band White

Bagikan ke :