Mengenal Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Berkembangnya perekonomian di Indonesia secara langsung meningkatan kesejahteraan masyarakat terutama para pekerja. Namun disisi lain para pekerja juga berpotensi terpaparnya bahaya saat bekerja seperti penyakit akibat kerja dan kecelakaan pada saat bekerja. Data keselamatan kerja dari ILO melaporkan bahwa 1 pekerja meninggal setiap 15 detik akibat kecelakaan di tempat kerja atau sakit akibat kerja. Setiap 15 detik terdapat sekitar 160 kecelakaan kerja di dunia.

Dr. Reza Ramdhoni selaku Dokter Umum dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur menjelaskan bahwa sebenarnya pengertian K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah ilmu yang mempelajari tentang segala analisis, evaluasi serta solusi yang dapat diambil dalam hal mengoptimalkan keselamatan bagi pekerja, bagi orang lain disekitar pekerja itu, bagi alat-alat yang digunakan. Serta untuk menjaga kesehatan si pekerja itu agar lebih optimal, produktivitasnya lebih tinggi sehingga kesejahteraan si pekerja lebih baik lagi. Dan yang paling penting adalah prodiktivitas perusaahaan akan meningkatkan pendapatan.

BPJS Ketenagakerjaan mencatat di Indonesia tidak kurang dari 9 orang meninggal dunia akibat kecelakaan di tempat kerja setiap harinya. “Oleh karena itu pentingnya pengetahuan akan kesehatan dan keselamatan kerja agar karyawan dapat bekerja dalam kondisi yang sehat, nyaman dan aman sehingga dapat terus mendorong produktivitas dari perusahaan,” ujar Dokter Reza.

Menurut Dokter Reza Ramdhoni, tempat Anda bekerja bisa menjadi salah satu pemicu dari berbagai penyakit yang mungkin Anda alami saat ini. Faktanya, tidak hanya orang yang bekerja diluar ruangan saja yang bisa mengalami penyakit akibat kerja tetapi yang bekerja di dalam ruangan juga bisa mengalami penyakit akibat kerja. “K3 ini sangat menunjang sekali untuk kualitas hidup seseorang dan ini tidak hanya untuk dirinya pribadi tetapi ketika dia sebagai kepala rumah tangga sekaligus juga seorang pekerja, dengan kualitas hidup yang baik saat dia bekerja maka otomatis kesejahteraan keluarganya juga akan meningkat,”tukasnya.

Manfaat K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Menurut Dokter Rumah Sakit Awal Bros

Dokter Umum dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur, Dr. Reza Ramdhoni mengatakan bahwa manfaat yang didapat dari K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk perusahaan dan pekerja adalah bagaimana suatu institusi itu dapat melindungi pekerja, orang disekitar dan peralatan yang ada ditempat kerja itu sehingga proses produktivitasnya bisa efisien dan meningkatkan kesejahteraan si pekerjanya itu. “Jadi ketika K3 itu dijalankan dampaknya akan langsung dirasakan oleh perusahaan itu sendiri,” terangnya.

Ada beberapa cabang K3 yaitu kesehatan kerja, keselamatan dan higenis kerja serta ergonomik dan sikap atau perilaku si pekerja itu sendiri. Semua cabang K3 ini saling terkait. K3 ini harus memiliki komponen-komponen yang bisa meningkatkan kualitas bekerja dan lingkungan kerja. Sehingga produktivitas kerjanya meningkat dan tempat kerjanya akan mendapatkan keuntungan yang tak ternilai. K3 ini sudah ada perundangannya sejak th 1970. Seharusnya semakin meningkatnya kualitas pendidikan suatu bangsa ketika ada peraturan SOP haruslah dijalankan. Semakin hari kualitas K3 di Indonesia dianggap semakin baik dan ini tergambar dari perusahaan yang mengkapanyekan K3, sehingga muncul istilah zero accident itulah yang menjadi dasar bahwa kita sadar akan k3.

Penyakit Akibat Kerja, Hal Yang Perlu Diawasi Demi Keselamatan Kerja

Dr. Reza Ramdhoni selaku Dokter Umum dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur menyatakan bahwa suatu perusahaan yang memproduksi suatu barang dengan perusahaan yang tidak memproduksi barang tentunya akan berbeda mengenai penyakit akibat kerja yang akan ditimbulkan. Klasifikasinya ada yang berpengaruh dari faktor biologis, kimia, trauma dan fisik. Kalau pada perusahaan yang bergerak dibidang jasa maka klasifikasinya seperti bagaimana perilakunya pekerja kantoran.  Hal ini akan memberikan dampak berupa penyakit akibat kerja bahkan kecelakaan kerja yang berbeda-beda setiap bidangnya. Penerapan perlakuan K3-nya sesuai bidang tersebut berbeda.

Faktor-faktor munculnya Penyakit Akibat Kerja di perusahaan:

  • Unsafe actions, yaitu dari sifat kerjanya si pekerja itu sendiri.
  • Unsafe condition, tempat kerjaannya (situasi).

“Penyakit akibat kerja dapat dilakukan pencegahannya  yaitu dengan menggunakan alat pelindung diri yang terbaik baik pekerjanya,” kata Dokter Reza. Disamping itu, faktor usia juga berpengaruh terhadap K3. Karenaya, ada batasan usia kerja (minimal usia kerja dan usia pensiun). “Ini berpengaruh karena semakin usia penuaan berjalan akan semakin rentan seorang manusia akan menderita suatu penyakit. Apalagi dibarengi pola hidup kurang sehat semasa mudanya. Nah, ini akan menurunkan kualitas kesehatan si pekerja itu sendiri,” imbuhnya.

Untuk penyakit akibat kerja lainnya juga bisa dilihat dari kondisi psikologis. Salah satunya adalah gangguan mental akibat tekanan pada pekerjaan. Itu termasuk katagori penyakit akibat kerja dimana tekanan-tekanan yang diterima pekerja itu tidak bisa diimbangi oleh pekerjanya sehingga merasa tertekan. Banyak kasus dimana si pekerja merasa putus asa dengan pekerjaannya sehingga kerjaannya di suatu perusahaan itu tidak benar dan merugikan perusahaan itu sendiri. “Makanya ada peraturan seperti adanya jatah cuti tahunan, cuti untuk ibu hamil dan  menyusui ataupun cuti haid. Hal ini sebagai insentive psikologis bagi para pekerja, sehingga sebaiknya cuti itu diambil,” tutup Dokter Reza.

 

Ilustrasi gambar oleh freepik

Artikel terkait:

Bagikan ke :