Waspada Penyakit Demam Berdarah, Kenali Gejalanya

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan dari manusia ke manusia dengan perantaraan gigitan nyamuk. Pada umumnya, gejala yang muncul dimulai empat sampai enam hari setelah infeksi dan berlangsung hingga 10 hari.

Terkadang gejala awalnya ringan dan dapat disalahartikan sebagai flu atau infeksi virus lainnya. Anak-anak yang lebih muda dan orang-orang yang belum pernah terinfeksi sebelumnya cenderung memiliki kasus yang lebih ringan daripada orang yang lebih tua dan orang dewasa.

Menurut  dokter umum RS Awal Bros Batam dr. Imelda Wijaya, MARS, mengatakan bahwa untuk demam berdarah keluhan yang kerap muncul di awal yaitu demam selama dua sampai tujuh hari.  Lalu, ada nyeri pada tubuh  seperti kepala dan mual sampai muntah.

“Dengue disebabkan oleh Virus Dengue Serotipe 1,2,3, dan 4, orang bisa terinfeksi lebih dari sekali seumur hidup oleh serotipe yang berbeda dan biasanya infeksi ulang dapat menyebabkan gejala yang berat. Penyakit ini ditularkan dari manusia ke manusia lain dengan perantara nyamuk Aedes aegypti spesies,” ucapnya.

Beliau menjelaskan, “Misalnya nyamuk tersebut telah menggigit orang yang telah terinfeksi demam berdarah, lalu menggigit orang yang lain, maka orang tersebut dapat terkena infeksi yang sama.”

Untuk masa inkubasi sendiri bisa memakan waktu kurang lebih satu minggu. Jika seseorang telah terinfeksi, sampai saat ini belum ada terapi spesifik untuk demam berdarah.

 

Gejala Demam Berdarah

Ia menambahkan, untuk gejala klinis lain yang dapat terjadi antara lain sakit kepala hebat, nyeri di belakang bola mata, sendi dan otot ngilu-ngilu, rash di kulit, pendarahan dari yang ringan hanya bintik-bintik di kulit, mimisan, gusi berdarah, BAK berdarah, sampai syok.

“Yang perlu diperhatikan untuk demamnya, obat turun panas yang aman dan boleh diberikan adalah parasetamol sebagai pertolongan pertama, jadi tidak boleh jenis yang lain seperi aspirin atau ibuprofen karena dapat memicu pendarahan,” jelasnya.

Kemudian pasien dianjurkan minum yang banyak. Sebab bisa membantu menurunkan demamnya, juga sekaligus mencegah kekurangan cairan, pasalnya pada demam berdarah bisa terjadi dehidrasi sampai syok.

“Cairan dapat merembes keluar dari pembuluh darah, pada fase kritikal saat demam mulai hilang,” katanya.

Satu dari empat pasien mengalami keluhan ringan-sedang, tidak spesifik, hanya demam akut, sedangkan gejala berat dapat terjadi pada satu dari 20 pasien yang terinfeksi, bisa sampai syok bahkan meninggal, disebabkan karena kebocoran yang terjadi di pembuluh darah.

Dari uji laboratorium didapatkan sel darah putih menurun, hematokrit meningkat, trombosit menurun, Dengue NS I positif, Anti Dengue Ig M positif

“Bila pasien dengan keluhan di atas dirujuk ke Rumah Sakit, maka tindakan yang dilakukan adalah memastikan bahwa itu disebabkan oleh DBD atau bukan. Kalau pemeriksaan fisik sudah mengarah ke DBD, kemungkinan besar akan dirawat inap dan nantinya akan diberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala dan cairan untuk meminimalisasi kemungkinan dehidrasi dan mencegah syok,” sebutnya.

Tanda yang harus diwaspadai pada masa kritis yang terjadi terutama pada 24-48 jam pasca demam turun adalah bila ada mual muntah lebih dari tiga kali sehari, nyeri perut hebat, pendarahan mukosa, mimisan, gusi berdarah, BAB hitam, BAK kemerahan, merasa lelah, lemas, gelisah, maka pasien harus segera kontrol ke Rumah Sakit.

“DBD bisa saja menyerang segala usia, contoh kasus terjadi pada bayi dan balita,” katanya.

 

Gejala Demam Berdarah pada Bayi

Gejala yang harus diwaspadai pada bayi bila ada demam atau suhu tubuh turun kurang dari 36’C, disertai rewel, tidak mau tidur, lemas, rash, pendarahan gusi, mimisan, memar tanpa sebab jelas, muntah berulang, ada tanda dehidrasi seperti mata dan ubun-ubun cekung, elastisitas kulit berkurang, BAK sedikit satu dan dua kali sehari saja menangis tanpa/sedikit air mata, lidah, bibir kering.

 

Cara Pencegahan Demam Berdarah di Rumah

  1. Menguras bak mandi seminggu sekali
  2. Bersihkan juga wadah penampung air lainnya
  3. Pasang kasa dan kelambu nyamuk
  4. Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama
  5. Gunakan lotion atau krim antinyamuk
  6. Fogging

 

Narasumber:

dr. Imelda Wijaya, MARS

Dokter Umum RS Awal Bros Batam

 

Sumber gambar : Freepic

Bagikan ke :