Kegawatdaruratan Urologi

Kegawatdaruratan urologi merupakan kegawatan di bidang urologi yang bisa disebabkan oleh karena trauma maupun bukan trauma. Kegawatdaruratan urologi ini adalah kondisi kegawatan yang mencakup organ urinaria (saluran kencing) baik laki-laki dan perempuan, serta organ reproduksi (genitalia) pria, dan kelenjar suprarenal.

Lambok Simorangkir, SpU selaku Dokter Spesialis Urologi dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur menjelaskan kegawatdaruratan urologi dapat disebabkan oleh trauma urogenitalia ataupun non traumatika. “Trauma urogenital lebih sering dijumpai pada pria usia 15-45 tahun, terutama disebabkan oleh kecelakan lalu lintas.” ujar Dokter Spesialis Urologi tersebut.

Trauma urogenitalia ini terdiri dari:

  • Trauma ginjal. Trauma ginjal paling sering terjadi pada sistem urogenital, 5% dari seluruh kasus trauma, 10% dari seluruh trauma abdomen.
  • Trauma ureter. Trauma ureter relatif jarang, terutama disebabkan trauma iatrogenik, luka tusuk dan luka tembak.
  • Trauma kandung kemih. Trauma kandung kemih terutama disebabkan oleh blunt trauma, juga disebabkan oleh trauma iatrogenik.
  • Trauma genitalia eksternal. Trauma genitalia eksterna lebih sering dijumpai pada pria dan disebabkan oleh aktifitas olah raga.

Menurut Dokter Lambok, penatalaksanaan kegawatdaruratan urologi oleh trauma urogenitalia ini memiliki prioritas pertama penanganan pasien trauma yaitu dengan stabilisasi pasien dan penanganan life-threatening injuries. Tindakan pertama yang dilakukan adalah dengan mengamankan airway, kontrol perdarahan eksternal dan resusitasi syok. Kemudian dapat dilakukan pemeriksaan fisik, riwayat kejadian, riwayat penyakit dan sebagainya. “Tindakan definitif baru dilakukan segera setelah pasien stabil.”ujarnya.

Kegawatdaruratan Urologi: Non Trauma

Dokter Spesialis Urologi dari Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur, dr. Lambok Simorangkir, SpU mengatakan bahwa kedaruratan non trauma seringkali tidak terdiagnosis sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan organ yang dapat mengancam jiwa.  “Penyakit di dalam sistem urogenitalia ini bisa dengan cepat mengancam kelangsungan organ tersebut, karenanya diperlukan penanganan yang tepat,” kata Dokter Lambok.

Kedaruratan urologi non trauma ini terdiri dari:

  • Urosepsis (infeksi berat)
  • Sumbatan aliran urine akut (retensi urine, anuria, kolik)
  • Hematuria (perdarahan)
  • strangulasi atau gangguan aliran darah pada organ, seperti pada torsio testis, priapismus, parafimosis

Sumber Gambar: JC Gellidon

Artikel terkait:

 

Bagikan ke :