Waspadai Kanker Prostat

Kanker Prostat yang mendapat diagnose sejak dini, akan berpeluang besar sembuh dengan perawatan intensif. Kanker prostat adalah kanker yang paling umum terjadi pada pria. Menyerang bagian alat reproduksi pria, sebesar kanari yang menghasilkan cairan sperma untuk menutrisi dan melancarkan jalannya sperma. Sementara kelenjar yang hanya terdapat pada pria, berlokasi tepat di bawah kandung kemih. Fungsi dari kelenjar prostat adalah unutk memproduksi cairan sperma dan memberi nutrisi untuk sperma.

Menurut Dokter Spesialis Urologi Rumah Sakit Awal Bros Batam, dr. Mohammad Fariz, SpU, seiring bertambahnya usia, kelenjar prostat akan makin membesar, biasanya mulai pada usia 50 tahun. &0 persen membesar pada usia 60 tahun, dan 90 persen membesar pada usia 80 tahun. “Bisa dibilang bahwa faktor usia dan hormone menjadi salah sau penyebab membesarnya kelenjar prostat,” ujar dr. Fariz.

Pembesaran prostat umumnya bersifat jinak, biasa dikenal dengan nama BPH (Beningn Prostatic Hyperplasia), namun pada sebagian kasus, dapat juga berubah menjadi ganas, yang dikenal dengan kanker prostat (CaP). “Kanker prostat itu justru tidak ada gejala sebelumnya, pada stadium awal bisa jadi pasien tidak mengeluhkan,” ujar dr. Fariz.

Dr. Fariz mengatakan bahwa untuk penceahan bisa menghindari faktor risikonya. Pasalnya, kelenjar prostat sudah menjadi fitrahnya laki – laki. Menurut penelitian, yang berpengaruh meningkatkan risiko diantaranya sering mengonsumsi makanan tinggi lemak, kurang makan sayur, merokok, minum alkohol, kemudian faktor usia.

Adanya darah pada sperma dan menurunnya volume sperma juga bisa menjadi salah satu tanda CaP. “Pertama, tingkatkan konsumsi sayur – sayuran terutama tomat yang jelas ada khasiatnya. Kemudian kurangi makanan berlemak. Sedangkan gejala local pada orang yang bermasalah pada prostatnya, punya keluhan seputar berkemih, seperti pancaran melemah, sering buang air kecil, sulit menahan kencing.

“Tersendat, dan kesulitan buang air kecil adalah gejala local dari kelenjar prostat,” sebutnya. Kanker prostat adalah jenis kanker yang paling sering ditemukan pada pria. Umumnya timbul pada usia di atas 50 tahun. Deteksi dini CaP dapat dilakukan dengan pemeriksaan colok dubur, peningkatan kadar prostate Serum Antigen (PSA) dalam darah, dan dari biopsy prostat menggunakan Transrectal ultrasound (TRUS).

“Umumnya yang pertama dilakukan di antaranya pemeriksaan kadar PSA, dan colok dubur, dan dibopsi prostat,” kata dr. Fariz. Kombinasi pemeriksaan colok dubur dan PSA merupakan tes lini pertama yang paling berguna untuk menentukan risiko kanker prostat pada seseorang. “Kemudian cek darah PSA untuk deteksi dini menentukan kelenjar prostat ini mengarah ke jinak apakah ganas. Apabila tinggi akan cenderung ke ganas,” terangnya.

Piopsi prostat direkomendasikan apabila pada pemeriksaan colok dubur terdapat kecurigaan Ca Patau terdapat peningkatan kadar PSA. “Biopsi sendiri, jadi diambil sedikit jaringan prostatnya kemudian diperiksakan di lab,” jelasnya. CaP pada stadium awal jarang sekali menimbulkan gejala klinis. Munculnya gejala sistemik seperti nyeri tulang, anemia, dan gagal ginjal menunjukkan CaP telah mengalami penyebaran (metastatis).

“Jika masih stadium awal, pilihan pencegahan ada tiga, yakni observasi, operasi, dan radioterapi.” Teruntuk pasien usia lanjut disarankan untuk observasi karena tidak memungkinkan untuk dioperasi dan radioterapi. Karena CaP termasuk kanker yang tumbuhnya lamban (slow growing), namun jika kondisi pasien fit dan terbebas dari penyakit lainnya disarankan lebih baik operasi. “Umumnya pasien yang datang adalah usia lanjut. Padahal, idealnya dianjurkan setiap laki – laki di atas 40 tahun pernah sekali cek PSA untuk deteksi dini CaP,” ucap dr. Fariz.

 

dr. Mohammad Fariz, SpU

Bagikan ke :