Mengatasi Susah Makan pada Anak

Anak yang susah makan sering kali membuat orang tua cemas, mereka khawatir apabila nutrisi anak tidak tercukupi karena berkaitan dengan tumbuh kembang sang anak. Untuk mengatasi susah makan pada anak orang tua seringkali kebingungan dalam menentukan menu, karena takut anak tidak suka dengan makanan tersebut dan sering kali anak memilih makanan. Mengetahui penyebab dan cara mengatasi susah makan pada anak adalah hal yang perlu dilakukan oleh orang tua, berikut penjelasan dari Ahli Gizi RS Awal Bros Pekanbaru Rani Mentari, Amd, Gz mengenai cara mengatasi susah makan pada anak.

Tanda-tanda anak susah makan

Benarkah anak Anda susah makan? Untuk mengetahuinya mari kenali tanda-tanda susah makan pada anak terlebih dahulu :

  1. Makan berlama-lama, suka memainkan/menumpahkan makanan
  2. Melepehkan/menyembur-nyemburkan makanan
  3. Menutup mulut atau menolak suapan dari orang tua
  4. Hanya mau makan jenis tertentu saja atau pilih-pilih makanan
  5. Makan terlalu sedikit atau tidak mau makan sama sekali
  6. Cepat bosan terhadap makanan yang disajikan
  7. Kebiasaan makan makanan yang aneh
  8. Keasikan bermain

Kenapa Anak Susah Makan?

Beberapa hal yang dapat membuat anak susah makan antara lain:

  1. Orang tua kurang paham tentang cara memilih dan memberi makan yang benar pada anak
  2. Anak suka pilih-pilih makanan
  3. Anak sering makan jajanan seperti ciki, permen atau makanan sejenis lain sehingga sudah merasa kenyang dan tidak mau makan besar
  4. Anak sedang demam, mual atau muntah namun tetap dipaksa untuk makan
  5. Orang tua memberikan makanan pada saat anak sedang tidak lapar
  6. Anak tidak nafsu makan karena terlalu banyak bermain
  7. Anak makan dengan dipaksa (contoh: disuapi terlalu keras) sehingga makan menjadi tidak menyenangkan menurut si anak.

Susah makan dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak

Jika anak tiba-tiba menjadi susah makan karena sedang sakit, orang tua tidak perlu khawatir karena efeknya tidak terlalu berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Nafsu makan akan kembali normal saat si anak sembuh. Namun, jika anak selalu susah setiap kali makan dan terjadi dalam waktu lama, Anda perlu berhati-hati. Efek yang muncul bisa berpengaruh pada tumbuh kembang anak, tergantung dari jenis dan jumlah zat gizi nya.

  1. Anak yang tidak suka makan buah atau sayur dapat menyebabkan kekurangan vitamin, contohnya vitamin A.
  2. Anak hanya mau minum susu saja bisa menyebabkan kurang darah karena kekurangan zat besi.
  3. Anak makan tapi jumlahnya terlalu sedikit dapat menyebabkan Kekurangan Energi Protein (KEP).
  4. Efek jangka panjang lainnya adalah status gizi sang anak menurun dan tubuh anak menjadi kurus.

Cara memberi makan yang benar kepada anak

  1. Waktu makan sebaiknya tidak lebih dari 20 – 30 menit
  2. Beri makan dalam jarak waktu 3–4 jam sekali, agar rasa lapar si anak lebih kuat
  3. Jangan beri makanan kecil, susu, atau jus menjelang jam makan
  4. Beri makan dalam porsi kecil agar anak tidak mudah bosan
  5. Jaga anak tetap duduk di kursi makan sampai waktu makannya selesai
  6. Anak tidak boleh melempar-lempar makanan/alat makan dan bermain dengan makanan
  7. Tanamkan pada anak bahwa makan merupakan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan si anak, bukan sebagai hadiah atau tanda kasih sayang orang tua

Perkenalkan jenis makanan yang bervariasi pada anak untuk memancing selera makannya

Jika buah hati sudah bisa menerima satu jenis makanan, ada baiknya orang tua  mengenalkan jenis makanan yang lain agar selera makan anak dapat bervariasi. Caranya:

  1. Makanan baru harus dikenalkan secara tunggal (contohnya wortel saja, tanpa sayur yang lain)
  2. Jangan mengenalkan makanan saat anak sakit seperti pilek, diare, atau penyakit lain
  3. Sajikan makanan sampai anak terbiasa dan dapat menerima makanan tersebut
  4. Biasanya anak akan lebih mudah menerima makanan baru jika mereka melihat orangtuanya makan makanan tersebut
  5. Ada kalanya si anak tidak mau menerima jenis makanan baru karena tidak suka rasa, tekstur, atau bau tertentu dari makanan tersebut. Hal yang dapat dilakukan yaitu:
  • Orang tua dapat memberi contoh dengan memakan makanan tersebut terlebih dahulu dan menunggu hingga anak penasaran untuk mencicipi.
  • Tunggu bagaimana respon si anak, apakah mereka suka atau tidak.
  • Jika makanan tersebut tidak dapat diterima, pasti si anak akan memuntahkannya dan tidak mau memakannya lagi. Tetapi setidaknya anak menjadi tidak takut untuk mencoba jenis makanan baru lainnya.

Cara Mengatasi Anak Yang Susah Makan

Bagaimana cara mengatasi buah hati yang susah makan? Namun sebelum itu orang tua perlu memahami kenapa mereka susah makan, karena masing-masing anak memiliki permasalahan yang berbeda. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan:

  1. Apabila anak terlalu mengantuk dan sulit dibangunkan saat diberi makan, beri pijatan lembut agar anak bangun dan bisa makan dengan baik.
  2. Berikan pujian apabila dapat menghabiskan makanannya, ini untuk memotivasi anak dalam memenuhi jumlah makanan yang sesuai dengan kebutuhannya.
  3. Apabila anak terlalu rewel dan sulit diberi makan, maka gendong anak selama ia makan.
  4. Anak pilih-pilih makanan (contoh: tidak suka sayur), maka ada 2 pilihan:
    – Jika anak tidak suka sayur tapi masih suka telur, maka Anda dapat mencampurkan sayur saat membuat telur dadar, sehingga sayurnya tidak terlihat dan anak jadi mau makan.
    – Sajikan makanan dengan bentuk yang menarik.
  5. Apabila anak terbiasa mengonsumsi jajanan seperti ciki, permen atau makanan sejenis, maka bisa diganti dengan makanan ringan yang lebih sehat dan mengenyangkan seperti puding buah susu, roti, biskuit, buah-buahan agar kebutuhan gizi anak juga dapat terpenuhi.
  6. Jangan berikan makanan ringan mendekati waktu makan besar agar anak tidak gampang merasa kenyang

Narasumber : Rani Mentari, Amd, Gz
Ahli Gigi RS Awal Bros Pekanbaru
Ilustrasi Gambar: Providence Doucet

Bagikan ke :