New Normal: Apakah Wajar Saya Merasa Cemas?

Semenjak mulai merebaknya covid-19 dan diberlakukannya berbagai macam aturan protokol kesehatan, kita membayangkan bagaimana kehidupan normal kita nanti setelah ini semua berakhir. Kita ingin untuk berkumpul bersama keluarga dan teman, pergi beribadah, berlibur ke berbagai tempat, dan masih banyak keinginan lainnya. Namun, ketika kita mulai dikenalkan dengan New Normal dan aturan-aturan sudah mulai dilonggarkan, kita dihadapkan dengan dilema: kita cemas atau khawatir untuk menjalani kembali rutinitas kita, tetapi kita juga excited untuk pergi keluar dan kembali seperti dulu.

Beberapa faktor yang menyebabkan perasaan cemas di masa new normal ini adalah perubahan dari masa isolasi di rumah dalam waktu yang cukup panjang, perasaan lelah secara emosional saat di rumah, perubahan pola tidur, dan memikirkan untuk kembali ke dunia luar yang tidak hanya untuk diri sendiri melainkan anggota keluarga yang lain juga. Bahkan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan permasalahan kesehatan mental tetap ada, biasanya dipicu oleh pola hubungan keluarga yang kurang baik.

Rasa takut dan cemas dirasakan hampir sebagian besar orang. Dalam Psikologi, ketakutan atau kecemasan menjadi sebuah emosi antisipasi yang dipicu oleh situasi yang berisiko bagi keselamatan individu sehingga membantu individu mengidentifikasi hal yang mengancam tersebut dan diharapkan dapat meresponnya secara tepat. Oleh karena itu, sebenarnya emosi ini sangat wajar dialami oleh siapapun. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak orang yang tidak dapat memanajemen rasa cemas mereka sehingga berdampak negatif pada kualitas hidup orang tersebut.

Bagaimana kita mengetahui bahwa kecemasan kita sudah tidak wajar ?

  1. Jika kita tidak bisa melakukan hal-hal lain
  2. Perasaan itu sangat menguasai diri kita
  3. Kita tidak bisa berpikir atau melakukan hal lain sehingga mengganggu fungsi sehari-hari.

Ada beberapa gejala yang umum terjadi saat kita merasa cemas

Komponen Gejala
Emosi/mood Cemas, mudah tersinggung
Kognisi/pikiran Kekhawatiran berlebih
Perilaku Menghindari situasi yang ditakuti
Memeriksa secara terus-menerus
Mencari kepastian
Gejala psikosomatik Sesak di bagian dada
Jantung berdebar-debar
Tremor
Jari-jari kesemutan
Rasa sakit dan nyeri
Kesulitan tidur
Sering ingin buang air kecil dan besar

Beberapa masalah psikologis ditemukan ketika seseorang tidak dapat mengendalikan rasa cemas mereka diantaranya depresi, rasa lelah terus-menerus, penurunan keberhargaan diri, menarik diri, perasaan tidak berdaya, dan panik. Bahkan Penelitian menyebutkan bahwa cemas berlebihan dapat menurunkan sistem imun dan menyebabkan seseorang mudah terkena penyakit. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental kita sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik kita di masa New Normal.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola rasa cemas kita:

  • Melakukan relaksasi pernapasan, peregangan, atau meditasi
  • Membatasi paparan berita berkaitan dengan kondisi Covid-19
  • Mengkonsumsi makanan sehat
  • Rutin berolahraga
  • Tidur yang cukup
  • Melakukan hobi atau aktivitas yang menyenangkan
  • Membicarakan perasaan kita pada orang yang kita percayai
  • Tahu kapan dan dimana kita bisa mendapatkan penanganan profesional

Rumah Sakit Awal Bros Panam memiliki layanan psikologis yang dapat anda tuju jika anda merasa kesulitan mengelola kecemasan anda atau masalah-masalah psikologis lainnya. Anda akan ditangani oleh psikolog secara profesional meliputi layanan asesmen, konseling hingga psikoterapi.

 

Narasumber:

Fitryanda Akpewila, M.Psi, Psi

RS Awal Bros Panam

Bagikan ke :