Waspada Penyakit Malaria

Kemarin 25 April adalah Hari Malaria Sedunia. Kepulauan Riau termasuk daerah endemis Malaria meski jumlah kasusnya tidak tinggi. Oleh sebab itu, penting untuk memahami cara penularan dan pencegahannya.

Selain demam berdarah, malaria juga penyakit yang ditularkan melalui perantara nyamuk, namun jenis nyamuknya berbeda. Penyakit ini ditularkan nyamuk Anopheles, sedangkan demam berdarah disebabkan gigitan nyamuk Aides Aegypti, . Penyakit ini merupakan penyakit yang disebabkan parasit yang ditransfer oleh nyamuk yang terinfeksi. Parasit tersebut merupakan plasmodium. Orang yang telah terinfeksi akan mengalami gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, badan lemas, dan sakit otot. Biasanya gejala akan timbul 10 sampai 15 hari setelah digigit nyamuk.

Penularan penyakit malaria

“Penyakit infeksi masuknya bisa karena kuman jamur yang menimbulkan reaksi tubuh. Penyebabnya dari parasit (plasmodium). Cara penularannya dari gigitan nyamuk Anopheles betina,” kata dokter Anna Maria dari Rumah Sakit Awal Bros Batam. Jika seseorang merasa demam selama dua hari, maka disebut malaria tertiana disebabkan plasmodium vivax dan plasmodium ovale. Jika mengalami demam setiap hari, disebut menderita malaria kuartana yang disebabkan plasmodium. Paling berat adalah malaria tropika, dengan gejala demam tidak beraturan, dan disebabkan oleh falciparum. Penyakit ini bisa membuat seseorang meninggal dunia, sebab infeksi terjadi sampai ke otak hingga mengalami kejang–kejang dan tidak sadarkan diri.

Plasmodium terdapat di dalam air liur nyamuk, kemudian masuk ke dalam darah manusia saat nyamuk menggigit. Selanjutnya plasmodium dari dalam darah akan mengalir ke hati dan berubah menjadi plasmodium dewasa atau merozoite. Merozoite akan berkembang biak, lalu kembali masuk ke dalam darah.

“Jika kadernya banyak dapat membahayakan manusia dan membuat komplikasi ke organ tubuh,” kata dokter Anna. Seseorang yang didiagnosa penyakit ini akan diketahui melalui pemeriksaan darah. Dapat dilihat dari mikroskop, apakah terdapat plasmodium atau tidak. Bisa juga melalui pemeriksaan immunochromatographic test (ICT) malaria.

“Kalau ada keluhan demam, kemudian setelah dua hari membaik, sebaiknya periksa ke dokter. Apalagi habis dari berpergian ke daerah endemis. Batam, Kepualauan Riau (Kepri) juga termasuk daerah endemis,” kata dokter Rumah Sakit Awal Bros tersebut. Penyembuhannya tergantung dari pemeriksaan dari mikroskop atau ICT malaria. Dari hasil pemeriksaan tersebut barulah dokter menentukan terapi obat yang akan diberikan. “Pencegahannya, untuk di rumah harus dijaga kebersihannya. Jangan ada air yang tergenang. Kalau ada kolam renang, ganti airnya,” kata dokter Anna.

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care RS Awal Bros Batam di +62 813 6431 7777 atau 0778-431777 ext 1991/1992. Semoga bermanfaat.

 

Diterbitkan oleh KORAN SINDO | HEALTH | HAL. 16 | 26 APRIL 2018
Ilustrasi gambar oleh Prakasit Khuansuwan

Bagikan ke :