Pertanyaan seputar pengobatan akupunktur medik

Pertanyaan Seputar Akupunktur Medik

Dulunya akupunktur hanya dikenal di dunia pengobatan timur. Namun saat ini, pengobatan ini mendunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan akupunktur sebagai bagian dari pelayanan kesehatan negara anggotanya. Begitu pula Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan Akupunktur Medik memiliki tempat dalam fasilitas pelayanan kesehatan. Berikut ini beberapa pertanyaan tentang akupunktur medik yang sering ditanyakan:

Apakah yang dimaksud dengan akupunktur medik?

Akupunktur medik merupakan jenis pengobatan/terapi dalam dunia kedokteran dengan cara menstimulasi titik akupunktur yang ada di permukaan tubuh untuk tujuan meningkatkan kesehatan. Dalam pelaksanaannya dapat menggunakan jarum halus (jarum akupunktur, injeksi) atau tanpa jarum (sonopunktur, laserpunktur).

Siapakah yang boleh melakukan tindakan akupunktur medik?

Terapi dilakukan oleh Dokter Spesialis Akupunktur Medik yang telah menjalani pendidikan dokter dan dokter spesialis di fakultas kedokteran dan memiliki kompetensi di bidang akupunktur medik. Diagnosa dan terapinya diterapkan menurut kaidah kedokteran berdasarkan pada evidence based medicine dan dapat berkolaborasi dengan Dokter Spesialis bidang lain dalam tatalaksana suatu penyakit.

Penyakit apa saja yang dapat diobati ?

Akupunktur medik telah banyak diterapkan untuk berbagai penyakit akut maupun kronis, baik secara tersendiri maupun sebagai terapi penunjang.  Dari berbagai penelitian ilmiah kedokteran manfaatnya antara lain meningkatkan imunitas, memaksimalkan fungsi sistem saraf, keseimbangan hormonal, menghilangkan nyeri, mengatasi penyakit metabolik, stimulasi tumbuh kembang pada anak-anak, meningkatkan kualitas hidup penderita kanker, meningkatkan sirkulasi darah dan memberikan efek relaksasi.

Siapa saja yang boleh di terapi ?

Tidak ada batasan usia untuk akupunktur,  boleh dilakukan pada anak hingga usia lanjut. Untuk anak-anak  umumnya digunakan stimulasi tanpa jarum yang tidak menimbulkan nyeri dan tidak membuat anak menjadi ketakutan. Selain untuk stimulasi tumbuh kembang anak, juga sebagai terapi tambahan pada anak berkebutuhan khusus. Sedangkan untuk usia lanjut (akupunktur geriatri) salah satunya bertujuan untuk mengurangi penggunaan obat-obatan dan menjaga kesehatan agar dapat beraktivitas normal setiap hari.

Apakah penusukan titik akupunktur  menimbulkan rasa nyeri?

Jarum akupunktur sangat halus dengan diameter 0,16-0,3 mm. Penusukan pada titik akupunktur  menimbulkan sedikit rasa nyeri yang umumnya tidak berarti. Berbeda dengan laserpunktur dan sonopunktur yang tidak menimbulkan rasa nyeri sama sekali.

Apakah ada efek samping tindakan akupunktur?

Hampir tidak ada efek samping yang muncul bila dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten. Seperti tindakan medis lain yang menggunakan jarum, dapat terjadi perdarahan lokal, nyeri di area penusukan hingga tertusuknya jaringan/organ. Jarum akupunktur yang digunakan adalah jarum akupunktur steril dan satu kali pakai. Sedangkan Laserpunktur dan sonopunktur hampir tidak memiliki efek samping yang merugikan.

Apakah ada kontraindikasi tindakan akupunktur dan berapa sering dilakukan?

Akupunktur tidak dilakukan pada  keadaan kedaruratan medik. Tindakan akupunktur dilakukan 1-2 kali perminggu, tergantung kondisi tubuh dan penyakitnya. Satu sesi pengobatan terdiri dari 10-12 kali  dan bila diperlukan dapat dilanjutkan dengan sesi berikutnya.

Apa saja yang mempengaruhi keberhasilan terapi akupunktur medik?

Keberhasilan terapi sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dalam mengikuti jadwal terapi. Selain itu harus diikuti dengan perilaku hidup yang sehat, seperti  memilih makanan sehat, rutin berolahraga, selalu memiliki pikiran yang positif dan semangat yang tinggi untuk menjaga kesehatan.

 

Informasi lebih lanjut dapat berkonsultasi ke:

Dr. Dian Eka Putri, Sp.Ak

Spesialis Akupunktur RS. Awal Bros Ayani dan RS. Awal Bros Panam

Bagikan ke :