Kenali Perkembangan Anak, Telat Atau Sesuai?

Pengenalan pertumbuhan anak

Kenali perkembangan anak setiap orangtua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas dan bahagia. Agar anak dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang baik, orangtua perlu memberikan stimulasi yang menyeluruh kepada anak. Stimulasi sebaiknya diberikan sejak dini yaitu di usia 0-5 tahun. Periode usia ini biasa dikenal dengan istilah masa keemasan atau the golden age. Periode keemasan atau golden ageamat menentukan dan berpengaruh kepada perkembangan anak selanjutnya.

Pada periode usia ini, otak dan fisik anak sedang berkembang dengan sangat cepat. Sehingga orangtua harus benar-benar memperhatikan perkembangan awal anak agar mereka dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal. Kebutuhan dasar anak yang perlu untuk dipenuhi oleh orangtua adalah pemberian ASI, gizi yang sesuai, pengobatan, rekreasi, bermain, kebersihan individu, kebersihan lingkungan, kebutuhan kasih sayang, dan kebutuhan akan stimulasi mental untuk proses belajar anak.

Proses Perkembangan anak

Dalam mencapai level perkembangan, setiap anak memiliki sifat yang unik dan berbeda. Namun secara umum, mereka mulai mempelajari keterampilan yang sama pada waktu yang bersamaan. Misal bayi yang sehat dapat merangkak pada usia 5 bulan atau 9 bulan dan keduanya normal. Orangtua diharapkan tidak perlu terlalu khawatir dan cemas jika perkembangan anak tertinggal atau lebih lambat sedikit dari anak lain pada umumnya. Karena keterlambatan dalam skala kecil hanya terjadi sesaat atau dalam kurun waktu tertentu dan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Tetapi jika keterlambatan terjadi secara terus-menerus atau berskala besar, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh profesional karena kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah bagi anak di kemudian hari.

Setiap perkembangan yang telah dicapai oleh anak sebelumnya dapat menjadi penanda bagi orangtua untuk menentukan waktu yang tepat bagi anak mempelajari suatu keterampilan baru. Pemantauan perkembangan anak harus dilakukan secara teratur dan berkesinambungan. Perkembangan anak di fase awal meliputi beberapa aspek kemampuan fungsional yaitu kognitif, motorik, emosi, sosial, dan bahasa. Kekurangan pada salah satu aspek perkembangan dapat mempengaruhi aspek perkembangan selanjutnya. Seorang anak dapat mengalami keterlambatan perkembangan hanya di satu aspek perkembangan saja, atau dapat pula di dua atau lebih aspek perkembangan.

Keterlambatan perkembangan umum atau global developmental delay merupakan keadaan keterlambatan perkembangan yang bermakna pada dua atau lebih aspek perkembangan. Sekitar 5 sampai 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1 sampai 3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum.

Perkembangan Anak

Istilah keterlambatan perkembangan umum dapat digunakan untuk anak berusia di bawah 5 tahun. Bila anak telah berusia lebih dari lima tahun namun masih menunjukkan keterlambatan, maka keadaan ini disebut sebagai disabilitas intelektual (DI). Biasanya digunakan tes IQ untuk dapat memberikan diagnosa yang lebih akurat. Jadi dapat dikatakan bahwa anak dengan keterlambatan perkembangan umum tidak selalu mengalami disabilitas intelektual (DI) di kemudian hari. Dalam hal ini beberapa faktor risiko dan etiologi keterlambatan gangguan perkembangan umum, mulai dari faktor intrinsik seperti genetik, metabolik, neurologik maupun ekstrinsik seperti nutrisi dan stimulasi.

Terdapat beberapa jenis keterlambatan perkembangan yang biasa terjadi pada anak yaitu keterlambatan kognitif, motorik, bahasa, sosial, emosional dan perilaku. Keterlambatan kognitif dapat mempengaruhi fungsi intelektual yang menyebabkan kesulitan dalam belajar, serta mengalami kesulitan berkomunikasi dan bermain dengan orang lain dan akan mengganggu kemampuan anak untuk mengendalikan otot di lengan, kaki, dan tangan. Keterlambatan perkembangan motorik pada bayi ditandai dengan kesulitan berguling atau merangkak. Sementara anak yang lebih besar akan sulit melakukan pekerjaan dasar sehari-hari seperti memegang benda-benda kecil atau menyikat gigi.

Akibat terlambat perkembangan anak

Keterlambatan sosial, emosional, dan perilaku mengganggu kemampuan anak untuk belajar, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain. Keterlambatan bahasa ditandai dengan keterlambatan bahasa secara reseptif dan ekspresif. Gangguan bahasa reseptif merupakan kondisi dimana seorang anak mengalami kesulitan untuk memahami kata-kata yang diucapkan orang lain. Anak menjadi sulit dalam mengidentifikasi warna, bagian tubuh, atau bentuk-bentuk. Sedangkan, gangguan bahasa ekspresif ditandai dengan kurangnya kosakata dan kalimat kompleks yang dimiliki untuk anak seusianya. Anak menjadi lebih lambat dalam berbicara dan membuat kalimat.

Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk memiliki pengetahuan dasar mengenai perkembangan anak dan mendeteksi secara dini keterlambatan perkembangan yang terjadi pada anak agar intervensi dini dapat segera diberikan oleh para professional seperti Dokter dan Psikolog. Intervensi dini dapat mencegah kondisi tersebut menjadi semakin parah dan anak dapat dengan segera memperoleh beberapa terapi atau treatment yang sesuai dengan jenis keterlambatan perkembangan anak.

Narasumber :

Margareth Rani R.S, M.Psi, Psikolog

Psikolog Anak RS Awal Bros A.Yani

 

sumber gambar : freepik.com

Bagikan ke :