Tips Cegah Rambut Rontok Karena Ketombe

Memiliki rambut indah tentu menjadi idaman bagi semua orang. Tapi karena aktivitas yang padat, kadang kita mengabaikan kondisi rambut. Rambut menjadi mudah basah karena berkeringat, juga mudah lepek dan kusut, akhirnya rambut rontok karena ketombe.

Mencegah Rambut Rontok karena Ketombe

Salah satu penyebab rambut rontok adalah rambut rontok karena ketombe. Masalah-masalah rambut memang terdengar sepele, seperti ketombe misalnya. Tapi ternyata kalau kita biarkan terus-menerus akan merusak keindahan rambut dan penampilan. Seperti halnya jerawat yang sering dikaitkan dengan kemalasan seseorang membersihkan wajah, rambut yang berketombe juga dianggap dipicu oleh kurangnya merawat kondisi rambut dan kulit kepala. Ketombe ternyata merupakan masalah yang umum dialami. Data National Institute of Health menyebutkan, hampir separuh orang dewasa mengalami gangguan ketombe.

Ketombe adalah nama awam untuk dermatitis seboroik. Hal ini terjadi pada kulit kepala karena terlalu banyak jamur yang biasanya muncul di area kulit yang berminyak. Kondisi tersebut menyebabkan kulit kepala menjadi merah, muncul serpihan putih, dan gatal pada kulit.

dr. Sa’da Barira, SpKK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Rumah Sakit Awal Bros Batam mengatakan bahwa ketombe berasal dari infeksi jamur Pytosporum Ovale dan jamur mallssezia. Uniknya, kondisi itu juga dipengaruhi daya tahan kulit kepala masing-masing orang. Setiap kulit kepala menghasilkan sebum dan tumbuh jamur pada permukaan kulit kepalanya. Namun, hal itu tidak selalu menjadikan kulit kepala berketombe.

Meski ketombe adalah hal yang biasa terjadi, tetapi kondisi ini perlu diatasi. Sayangnya, para ahli mengatakan tidak ada obat yang benar-benar manjur menyingkirkan ketombe. Walau begitu, ketombe jangan diabaikan karena bisa menghambat folikel rambut dan mencegah rambut baru tumbuh. Dalam jangka panjang, bisa menyebabkan kebotakan.

Tips mencegah rambut rontok karena ketombe menurut dokter spesialis kulit

  • Pilih shampoo yang paling cocok. Jika sudah menemukan shampoo tersebut, gunakanlah rutin setiap hari hingga ketombe dapat dikendalikan. Setelah itu, jadwalkan menjadi 2-3 kali seminggu. Jika satu jenis shampoo bekerja dalam satu waktu, dan tampak mulai kehilangan efektivitasnya, coba shampoo jenis lain. Pastikan untuk membiarkan shampoo setidaknya 5 menit di kepala agar kandungan shampoo dapat bekerja.
  • Jika selama beberapa minggu sudah mencoba shampoo anti ketombe namun ketombe masih saja membandel, atau kulit kepala masih gatal atau justru merah dan bengkak, segera konsultasikan dengan Dokter.

 

Narasumber:
dr. Sa’da Barira, SpKK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari Rumah Sakit Awal Bros Batam

Ilustrasi gambar oleh Freepik

Artikel terkait:

 

 

Bagikan ke :