Darah Kental Berisiko Terhadap Jantung

Darah kental bukan suatu penyakit. Namun suatu keadaan yang bisa disebabkan oleh suatu penyakit. Seseorang yang mempunyai riwayat penyakit kolesterol tinggi atau diabetes lebih berisiko mengalami pengentalan darah. Darah kental ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan gagal ginjal, tergantung seberapa kekentalan darah tersebut.

Dokter umum RS Awal Bros Batam, dr. Titis Elvira Nizar mengatakan pengentalan darah ini sebabkan oleh beberapa penyakit. Misalnya seseorang dengan hemoglobin (Hb) yang lebih tinggi dari orang pada umumnya. Kadar Hb yang normal bagi pria umumnya sekitar 13.8 sampai 17.2 g/ dL. Sedangkan untuk wanita adalah 12.1 sampai 16 g/dL.

“Ada pasien yang disebut polisitemia vera (gangguan pada sumsum tulang) yang Hbnya bisa meningkat sampai 19 hingga 20 g/dL. Mereka lebih berisiko mengalami pengentalan darah,” ujar dokter Titis. Seseorang yang mempunyai riwayat kolesterol tinggi atau diabetes tinggi, dan kadar gula tidak terkontrol akan membuat darahnya mudah menjadi kental berupa pusing, lemas, dan nyeri kepala.

Darah kental meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal ginjal. Karena seluruh tubuh tersambung pembuluh darah. Sementara darah diperlukan setiap waktu, misalnya ke otak dan ke jantung selain itu, Bersama dengan darah juga dibutuhkan suplai oksigen yang cukup. “Kalau terjadi pengentalan darah maka suplai oksigen akan kurang. Itulah yang bisa meningkatkan risiko stroke, penyumbatan jantung dan gagal ginjal,” kata dr. Titis.

Mendeteksi Kekentalan Darah

Untuk mengetahui kekentalan darah seseorang, harus dilakukan cek laboratorium. Perhatikan Hb atau sel darah merah, kemudian lihat apakah ada faktor risiko seperti diabetes dan darah tinggi. Jika Hb seseorang lebih tinggi ditakutkan terjadi penyumbatan darah jika darahnya terlalu kental. Untuk mengobati darah kental dilakukan flebotomi, tindakan ini mirip dengan donor darah.

“Flebotomi ini adalah mengeluarkan darah dari tubuh, kita tamping di suatu kantong, nanti kita buang,” terangnya. Pengobatan lainnya adalah dengan mengontrol risiko. Jika mempunyai gula darah yang tinggi maka akan diberi obat gula darah. Jika kolesterol tinggi maka akan diberikan obat kolesterol.

Darah kental lebih banyak terjadi di usia tua. Namun usia muda pun tak tertutup kemungkinan memiliki darah kental. Apalagi jika orangtuanya memiliki faktor risiko diabetes, kolesterol dan risiko riwayat jantung atau kelainan pembentukan darah.

“Bagi orang dengan usia muda yang mempunyai riwayat keluarga seperti itu sebaiknya cepat screening atau medical checup untuk mengetahui apakah diturunkan oleh faktor risiko yang ada pada keluarga,” ucapnya. Usia muda juga bisa terkena penyakit diabetes dan kolesterol. Faktor gaya hiduplah yang mempengaruhi. Seperti terlalu banyak mengonsumsi junkfood dan suka begadang juga berpengaruh terhadap pengentalan darah.

Menurut dr. Titis, tidak ada makanan yang langsung berdampak unutk mengencerkan darah. Namun dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat, vitamin, protein dan rendah karbohidrat. Makanan berserat berupa sayuran, buah buahan, usahakan kurangi makanan mengandung msg atau penyedap rasa karena kadar garamnya lebih tinggi. Hal itu membuat pembuluh darah lebih berisiko terjadi hipertensi.

“Makanya kalau kita sudah terbuka dengan kondisi seperti itu kurangilah makanan tinggi garam, makanan tinggi lemak, tinggi karbohidrat, cukup makan yang tinggi protein dengan sayur, vitamin dan buah yang cukup,” jelasnya. Selain itu juga disarankan untuk berolahraga minimal 30 menit sehari atau seminggu tiga kali selama 30 menit. Olahraga yang dilakukan cukup dengan jalan kaki atau lari cepat.

Donor Darah Kurangi Kekentalan Darah

Donor darah menjadi salah satu cara untuk mengurangi kekentalan darah. Donor darah yang dianjurkan minimal sekali dalam 6 bulan, untuk mengurangi tingkat kekentalan darah. Sebelum mendonorkan darah, akan dicek beberapa Hbnya. Syarat untuk donor darah sendiri Hb tidak boleh lebih dari 12g/dL. Darah yang dikeluarkan pun tak lebih dari 5 persen dari total darah yang ada di dalam tubuh.

“Darah yang didonorkan berkisar 200 sampai 300 ml. Tidak akan berpengaruh langsung dan tetap akan bisa beraktvitas seperti biasa. Namun ini cara untuk mengurangi faktor kekentalan darah,” kata Dokter Umum RS Awal Bros Batam dr. Titis Elvira Nizar. Donor darah sangat dianjurkan, sebab tidak ada faktor risikonya. Proses untuk screening darah jauh lebih lengkap. Bahkan untuk screening penyakit menular pun lebih lengkap. “Jadi pasien yang terbukti memiliki virus hepatitis B, hepatitis C atau virus HIV itu pasti ditolak langsung,” terangnya.

Tips Jaga Kebugaran Tubuh

  1. Rajin olahraga, dan konsumsi makanan seimbang
  2. Kurangi begadang
  3. Kurangi minum kopi, karena kopi tinggi kafein membuat pembuluh darah lebih tegang
  4. Kurangi merokok
  5. Minum air putih yang cukup, 2 liter atau 8 gelas sehari

 

Ilustrasi gambar oleh Luann Hunt.

Bagikan ke :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.