Mengatur Makanan Untuk Pertumbuhan Otak Balita

Menyiapkan makanan bergizi untuk anak baik bayi dan balita bukan hanya penting untuk kesehatannya tapi juga kecerdasannya. Bayi dan balita yang terbiasa mengonsumsi makanan sehat, nilai IQ-nya lebih tinggi saat mereka berusia 8 tahun. Dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit Awal Bros Batam dr. Brain Gantoro, SpGK mengatakan, “Makanan bergizi untuk anak diperlukan untuk perkembangan jaringan otak pada dua tahun pertama kehidupan anak,” jelas dokter spesialis gizi klinik tersebut.

Ia menjelaskan, meskipun perbedaan nilai IQ tidak terlalu besar, tetapi hasil studi ini menunjukkan bukti kuat bahwa pola makanan bayi sejak mereka berusia 6 bulan-24 bulan memiliki dampak yang signifikan pada kecerdasan. Para peneliti juga menemukan bahwa makanan bayi siap saji memiliki efek negatif pada kecerdasan jika diberikan saat bayi berusia 6 bulan. Tetapi makanan tersebut justru berdampak positif jika diberikan pada anak usia 2 tahun.

Makanan Bergizi Untuk Anak Menurut Dokter RS Awal Bros

Selain untuk anak, mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan, nasi merah adalah salah satu menu wajib. Ini adalah bahan pangan favorit di kalangan para dieters karena banyak sekali manfaat terkandung di dalamnya. Nasi merah merupakan salah satu jenis pangan lokal khas Indonesia yang sangat unggul. Karena beragam kelebihannya pula, nasi merah seharusnya menjadi makanan pokok dan tidak hanya dikonsumsi di kala diet saja.

Nasi merah ini adalah makanan bergizi untuk anak, yang dimasak dari jensi padi merah alias padi gogo atau padi huma. Padi ini biasanya di tanam secara organik sehingga relatif lebih menyehatkan. Padi ini sangat tergantung dari turunnya hujan, di tanam di lading-lading dan tidak di sawah, tidak direndam.

“Dapat dikatakan padi ini hampir dibiarkan, jarang  – jarang disemprotkan (pestisida) dan mungkin di pupuk juga jarang. Paling diurus dicabut rumputnya, jadi secara alami padi ini berkembang,” ujar dr Brain, dokter spesialis gizi klinik. Dokter Brain juga mengatakan bahwa memang beras merah lebih banyak asam lemak esensialnya. Pada kulit ari terdapat kandungan asam-asam lemak esensial yang sangat bermanfaat baik untuk tumbuh kembang, terutama bayi maupun anak.

“Belum lagi kandungan zat besi nasi merah yang lebih tinggi dari beras putih,” tambah dr. Brain. Kandungan vitamin B pada beras merah lebih tinggi, ini sangat penting untuk metabolsime karbohidrat dan energi. Vitamin ini juga penting untuk neurotransmitter atau anti stress.

Selain itu nasi merah adalah makanan bergizi untuk anak dengan indeks glikemik yang rendah sehingga dapat membantu mencegah terjadinya lonjakan gula darah dalam waktu seketika. Efeknya, konsumsi nasi merah tidak akan menyebabkan perut menjadi cepat lapar. “Jadi nasi merah untuk orang yang sedang diet atau diabetik sangat bagus memilih makanan ini,” imbuh dokter spesialis gizi klinik tersebut.

 

Ilustrasi gambar oleh Freepik

Artikel terkait:

Bagikan ke :