Ibu Hamil Wajib Selektif Pilih Makanan

Perkembangan dan kesehatan bayi dalam kandungan bergantung kepada nutrisi yang dikonsumsi saat sedang hamil. Oleh karena itu, makanan ibu hamil perlu diperhatikan gizi hingga porsinya, agar ia dan janinnya tetap sehat.

Gizi Makanan Ibu Hamil Menurut Dokter Rumah Sakit Awal Bros

Dokter spesialis gizi klinik RS Awal Bros Batam, dr. Brain Gantoro, SpGK mengatakan ibu hamil harus memilih makanan yang bermanfaat seperti makanan berprotein yang mengandung lemak tak jenuh seperti tuna dan salmon.

Protein nabati lebih baik dari pada hewani, namun protein hewani tetap diperlukan dengan makan. Aturannya adalah 3 kali makanan bergizi seimbang dan makan 1-2 kali makanan selingan. Terpenting jangan biarkan ibu hamil kelaparan karena saat lapar makan jadi terburu-buru dan akan terlalu banyak. Bagi ibu hamil sebaiknya jangan makan waktu kenyang karena terbiasa makanan melebihi kebutuhan.

Pantangan Makanan Ibu Hamil

Makanan ibu hamil bisa bervariasi. Sebaiknya olahan makanan segar dan pengolahan tidak terlalu lama. Makan juga secukupnya saja, jangan mengikuti selera. Di masa kehamilan sebaiknya menjauhi makanan yang diawetkan atau diberi warna. “Hindari makanan berkalori tinggi, terlalu banyak gula dan lemak serta kurang gizi lainnya,” ujar dokter gizi tersebut. Sebaiknya ibu hamil juga tak mengonsumsi soft drink, junk food, dan keripik. Lalu kurangi asupan lemak dan jeroan misalnya keju, susu full cream, daging berlemak, usus dan otak.

Hindari makanan yang tidak masak, minuman beralkohol, dan kurangi konsumsi kafein dan tannin karena menghambat penyerapan beberapa zat gizi. “Untuk kudapan kurangi cemilan yang mengandung banyak gula seperti permen, cokelat, biscuit manis atau berlapis cream. Batasi kudapan tinggi lemak seperti kentang goreng, keripik, cake, cokelat dan es krim,” kata dr. Brain.

Makanan tersebut bisa diganti dengan makanan rendah lemak seperti buah segar, jagung kukus, yogurt, es krim rendah lemak, kroket atau risoles isi sayuran. Kurangi kudapan siap saji, karena banyak mengandung kalori, lemak dan tinggi garam. Jika terlalu banyak ngemil namun masih lapar disarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah dalam porsi wajar.

Porsi Makanan Ibu Hamil

Porsi makan saat hamil memang harus disesuaikan. Cara menghitungnya yaitu kebutuhan makan sebelum hamil ditambah 15 persen. Sebab saat hamil terjadi pertumbuhan rahim, payudara, air ketuban dan janin. Sebanyak 40 persen makanan digunakan untuk pertumbuhan janin dan 60 persennya kebutuhan ibu. Tambahan energi dan protein diperlukan untuk menurunkan angka Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kesakitan dan kematian bayi.

“Misalnya potensial efek defisiensi zat besi pada ibu menyebabkan anemia mikrositik (sel darah merah kecil) sedangkan pada bayi menyebabkan kematian anak, BBLR, dan kelahiran premature. Lalu potensial efek defisiensi asam folat pada ibu menyebabkan anemia mikrositik dan pada bayi menyebabkan efek pembuluh syarafnya,” ujarnya.

 

Ilustrasi gambar oleh Amy Humphries

Artikel terkait: 

 

 

Bagikan ke :